Kliping Email Group

Seperti Bebek Atau Elang


 
Suatu hari, seorang motivator kenamaan Harvey MacKay yang baru saja sampai di sebuah bandara sedang menunggu antrian taksi. Tak lama ditempat dia berdiri, muncullah sebuah taksi mengkilap mendekatinya.


Dengan berpakaian rapi, sang supir pun keluar membukakan pintu untuk Harvey MacKay. Lalu supir itu memberikannya sebuah kartu dan berkata, "Hai,nama saya Wally"


Harvey MacKay merasa keheranan, baru kali ini ada supir taksi memberikan sesuatu seperti kartu nama. Dalam herannya, motivator ternama itupun membaca kartu yang diberikan oleh Wally, "Misi Wally: Mengantarkan pelanggan ke tempat yang di tuju dengan cepat, aman & murah dalam lingkungan yang bersahabat".


Sontak saja, sang motivator ternama itupun terkejut, apalagi setelah dia memperhatikan bagian dalam taksi yang begitu sangat bersih.
Belum habis rasa heran Harvey MacKay, dari balik kemudi Wally mencoba menawarkan sesuatu:
"Apa Anda ingin Kopi? Saya punya kopi Biasa & kopi tanpa Kafein"
"Oh, terima kasih, saya lebih suka minuman ringan saja" Jawab Harvey. 
"Tak masalah, Saya juga menyediakan pendingin dengan minuman ringan coke diet, coke biasa, air putih serta jus jeruk" Timbal Wally. 
"Diet coke saja kalau begitu" Pinta Harvey dengan perasaan yang terkagum-kagum. 



Wally pun kembali menawarkan sesuatu setelah memberikan diet coke

"Apa Anda ingin membaca sesuatu? Saya punya bahan bacaan Time, The Wall Street Journal, Sports Illustrated dan USA Today"
"Wow, apa Anda selalu melayani penumpang mu seperti ini Wally?" Tanya Harvey. 
"Ya, begitulah, baru-baru ini saja. Dulu, seperti kebanyakan supir taksi, Saya selalu suka mengeluh karena sepi tumpangan dan pendapatan. Lalu tidak sengaja saya mendengarkan siaran radio dimana Wayne Dyer membahas buku terbitannya 'You'll See It When You Believe It'. Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun lalu berharap hal buruk terjadi, maka hal itu hampir pasti terjadi. Ia pun berkata lagi, 'Berhentilah mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda" 


"Jadilah seekor ELANG..Jangan menjadi seekor BEBEK

BEBEK selalu menguik & mengeluh.

Tetapi ELANG selalu membumbung tinggi di Angkasa" Jawab Wally.



"Sejak saat itulah saya berbeda dengan supir taksi kebanyakan" Tegas Wally.



Mengeluh tidak akan pernah merubah Nasib menjadi baik, malah menjadikan hidup bertambah sulit.



-Liman-
Enhanced by Zemanta

Berguru Pada Lebah



Lebah membuat sarangnya di suatu tempat. Tetapi mereka sering harus pergi bermil-mil ke tempat lain untuk menghisap sari bunga. Kadang mereka terbang sepanjang hari untuk melakukan itu.


Penelitian tentang lebah menunjukkan, bahwa saat mereka meninggalkan sarang di pagi buta hari masih gelap, namun saat mereka pulang di waktu senja, matahari belum tenggelam, dan hari masih terang. Pergi dalam gelapnya pagi, dan kembali di waktu senja yang masih terang, merupakan hal yang sangat berguna. Sebab, perjalanan pada waktu pagi artinya bergerak dari kegelapan menuju keadaan terang. Sementara perjalanan di waktu sore, artinya bergerak dari keadaan terang menuju keadaan gelap. Lebah memperhitungkan rentang waktu antara kedatangan dan kepergiannya. Ia menjadikan rentang waktu itu, sebagai perjalanan rutin. Ia tahu, bahwa ia dapat pergi ke tempat yang jauh tanpa kehilangan jalan atau tersesat, jika ia melakukannya saat terang hari. Meski demikian, ia memulai perjalannya dalam kegelapan. Mengapa? Sebab, ia tahu bahwa siang akan datang tak lama lagi.


Alam meberikan pelajaran, bahwa setiap langkah hendaknya didasarkan pada kenyataan, dan bukannya pada keinginan dan dugaan yang kabur. Masa depan pasti mempunyai saat-saat gelap, sebagaimana ia juga memiliki saat-saat terang. Bila kita gagal mencatat perbedaan-perbedaan yang penting ini, dan memulai perjalanan dengan lalai, tanpa perhitungan, masa depan hanya akan memberi kita sedikit harapan. Jika kita tidak merencanakan hidup dengan teratur, kita hanya akan membayangkan, bahwa kita menuju masa depan yang cerah dengan hasil yang sangat bagus, sementara ketika waktu gelap tiba, kita akan tahu bahwa kita sesungguhnya benar-benar sedang menghadapi kegelapan.



Sukses Bermodal Kegagalan

-Maulana Wahiddin Khan-

Bergerak Hati-Hati


 

Ketika sungai harus diseberangi, hewan-hewan kecil dapat berenang menyeberang, dan hewan-hewan yang bisa terbang dapat menyeberang dengan cepat. Namun lihatlah gajah yang akan menyeberang, dia tidak melangkah dengan cepat seperti makhluk lainnya. Mula-mula ia akan mencoba dasar sungai, keras ataukah tidak, untuk meyakinkan dirinya, bahwa dia tidak menumpukkan seluruh beratnya pada kaki depan. Kemudian ketika sudah yakin pada pijakannya, gajah itu mulai melangkah. Dia bergerak lambat, karena masih takut terjerembab selamanya dalam lumpur. Dia bergerak hati-hati, dengan meneliti dasar sungai setiap langkah.



Manusia dianugerahkan kemampuan otak yang lebih besar dibandingkan gajah. Sepatutnyalah kita mengukur ground ahead (tanah yang di depan) jalan yang akan kita lalui, tidak melangkah secara sembrono tetapi bergerak dengan hati-hati. Tak ada orang yang akan menyalakan api di dekat gudang bubuk mesiu.



Orang yang optimis selalu melihat ke masa depan, memandang lurus ke depan, dan tak menoleh ke kanan dan ke kiri. Dia selalu memikirkan akibat jangka panjangnya daripada sekedar pertimbangan sementara. Dia melihat sesuatu bukan dari sudut pandang keinginan dan perbuatan pribadi, namun dari sudut padang kenyataan.



-Maulana Wahiddin Khan-

Setajam Pedang



Suatu waktu, ada sekelompok anak-anak yang sedang menyimak pelajaran yang sedang diberikan oleh guru mereka di bawah naungan pohon yang rindang. Di antara anak-anak tersebut, tampak seorang kakek tua yang sedang duduk bersantai memperhatikan di sana.


Setelah pelajaran selesai, ada salah seorang pemuda yang melihat kegiatan belajar mengajar itu merasa penasaran, menghampiri lalu bertanya kepada kakek itu:


"Hai Kek, apa kakek ini guru?"


"Bukan dek, kakek bukan guru. Kakek sedang belajar juga sama seperti anak-anak itu" Jawab si kakek.


"Lha, memangnya berapa umur kakek?" Tanya pemuda makin penasaran.

"Umur kakek tepat 10 tahun tahun ini" Jawab si kakek. 


"Haha…. Kakek bisa saja bercandanya! Bukannya 70 tahunan kek?"
"Hehehe, tebakan kamu benar, kalau dihitung dari saat kakek lahir hingga saat ini kamu memang benar. Tapi coba jangan kamu hitung waktu 60 tahun yang telah terlewati. Tapi hitunglah sepuluh tahun terakhir waktu yang kakek lewati ini" Terang si kakek. 


"Memang ada artinya kek?" Tanya pemuda makin penasaran.


"Sejak dari kecil sampai usia kakek 20 tahun kakek malah sibuk bermain dan bersantai, karena semua kebutuhan telah disediakan secara berlimpah oleh orang tua kakek. Padahal saat itu waktu yang terbaik untuk belajar. 20 tahun berikutnya, kakek gunakan untuk berfoya-foya menghamburkan harta yang telah susah payah dikumpulkan oleh orang tua kakek. Padahal saat itu adalah waktu terbaik mengejar karir dan berjuang. 20 tahun berikutnya, kakek gunakan untuk bertamasya, menghabiskan harta yang masih tersisa. Padahal saat itu waktu yang seharusnya kakek gunakan mengumpulkan tabungan sebagai persiapan menghadapi masa pensiun di kala tua kakek. Jadi, bukankah 60 tahun waktu yang telah kulewati itu sia-sia? Tak ada sedikitpun sesuatu yang dapat kupelajari" Jawab kakek sambil menghela napas panjang.

"Terus, dengan sepuluh tahun terakhir masa yang kakek jalani bagaimana?" Tanya pemuda kembali. 
"Dalam waktu 10 tahun terakhir kakek sadar bahwa 60 tahun yang telah kakek lalui tanpa ada maknanya, tanpa tujuan hidup, dan tanpa cita-cita. Tapi sayang, saat kakek tersadar, kakek sudah hidup sebatang kara dan tanpa harta yang tersisa. Untuk menyambung hiduppun kakek masih bergantung kepada belas kasihan orang lain" Jawab kakek dengan mata berkaca-kaca. 

"Jadi anak muda, janganlah kamu hidup seperti kakek ini. Pergunakanlah waktu dengan sebaiknya, karena waktu adalah modal utama yang paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Gunakan secara efektif waktu yang kau punya untuk tujuan yang jelas dan untuk berjuang meraih keberhasilan. Kelak di masa tua mu, kamu akan merasa bangga dan bahagia manjalani kehidupan ini" Tutup si kakek mengingatkan. 



-PANTUN HANGOLUAN, TOIS HAMAGOAN-

Pengantar Impian



Di kaki gunung Himalaya, semua reporter yang sudah hadir menunggu berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary yang telah kembali dari pendakian ke puncak Mount Everest bersama Tenzing Norgay (seorang pemandu/sherpa). Di antara puluhan reporter yang hadir hanya seorang reporter yang tertarik dan berminat mewawancarai si serpha Tenzing Norgay,


"Apa yang Anda rasakan dengan keberhasilan Anda menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?" Tanya reporter.


"Sungguh sangat senang sekali rasanya" Jawab Tenzing Norgay.


"Sebagai seorang serpha bagi Sir Edmund Hillary, pastinya posisi Anda berada di depan dia, lalu kenapa bukannya Anda yang menjadi orang pertama yang berhasil menjejakkan kaki di puncak Mount Everest? Bukankah seharusnya begitu?" Tanya reporter kembali.


"Ya, betul sekali. Ketika tinggal satu langkah lagi mencapai puncak, saya mempersilahkan Sir Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya untuk menjadi orang pertama di dunia yang telah berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu" Jawab Tenzig Norway.



"Kenapa Anda lakukan hal tersebut?" Tanya reporter penasaran.


"Karena itu bukan impian saya, itu adalah IMPIAN Edmund Hillary. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIANnya" Jawab Tenzig Norway.




Ada sebuah pepatah mengatakan:

"Bila Anda hendak menjadi pahlawan, harus ada orang-orang yang bertepuk tangan di pinggir jalan"

Tidak semua orang di dunia ini mempunyai keinginan & impian menjadi pahlawan seperti Sir Edmund Hillary.


Orang-orang seperti mereka cukup bahagia hanya dengan memberikan pelayanan dan membantu orang lain mencapai mimpinya. Mereka merasa cukup menjadi "orang-orang yang bertepuk tangan saja dipinggir jalan."



Orang-orang seperti mereka kadang diperlakukan layaknya

"telor mata sapi"

Yang lebih tersohor sapinya, dibandingkan ayam yang mempunyai telurnya.



Sudahkah Anda menghargai pengorbanan orang-orang di sekitar Anda (teman, orang tua, saudara) dan berkorban membantu mereka mencapai IMPIANnya?




-Novalia-

Payung Keyakinan


 

Di sebuah desa yang sudah sangat lama tidak di guyur hujan menyebabkan sumber air yang ada mulai mengering sehingga penduduk mulai mengeluh. Lalu diadakanlah rapat desa untuk meminta dan mengundang seorang kyai ternama dan termasyur bersama para santri pesantrennya untuk melakukan shalat meminta hujan (istisqa')dan memanjatkan doa-doa.


Berkumpullah sekitar 500 orang santri yang bersiap melakukan shalat meminta hujan di tanah lapang yang dipimpin oleh sang Kyai. Di antara 500 an santri yang hadir semuanya memegang Al-Quran, namun aneh nya ada 1 orang santri yang membawa Al-Quran dan ... payung!!.


Di samping santri yang membawa payung, ternyata sang kyai juga membawa payung. Sang kyai hanya tersenyum menyaksikan fenomena tersebut. Seusai shalat dan doa bersama, sang kyai mengajukan pertanyaan untuk menguji santri yang membawa payung tersebut.


"Dari 500 an santri yang datang, Saya lihat hanya kamu yang membawa payung, kenapa?" Tanya kyai.


"Karena Saya yakin setelah ini akan turun hujan" Jawab sang santri dengan penuh keyakinan.



--
Sekali waktu perlu bagi kita untuk menguji diri sendiri, dengan mengajukan pertanyaan "apakah kita yakin bahwa kita akan sukses?" Lalu persiapan "payung" apakah yang sudah kita persiapkan sejak saat ini?



Mari, kita persiapkan "payung" kia masing-masing. Semoga Tuhan berkenan medengar dan mengabulkan doa-doa kesuksesan kita.




-John Arianto-

Intiarta Madani Group

Mempercepat Secara Perlahan



Seorang anak muda suatu kali datang kepada guru yang patut dihormati dan bertanya,


"Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan penjelasan?"

Guru itu menjawab, "Sepuluh tahun"

Anak muda tersebut keceplosan, "Lama sekali!"

Guru berkata lagi, "Tidak, Aku telah salah. Bagimu akan dua puluh tahun"

Anak muda bertanya lagi, "Mengapa kau menambahinya?"


Guru menjawab, "Pikirkan hal itu, pada kasusmu, mungkin akan sampai 30 tahun" (Philip Kapleau, Reader Digest, 1983)



Sebuah tujuan dapat dicapai pada perjalanan sepuluh tahun tetapi kamu ingin mencapainya hanya dalam sepuluh hari. Ini artinya Anda ingin mencapai tujuan Anda secepat-cepatnya. Tetapi orang tua berkata "Semakin buru-buru tak akan dapat apa-apa".


Seorang penumpang pesawat terbang yang ingin meluncur cepat seperti panah, tanpa membolehkan waktu untuk turun dan berbelok, akan menghadapi banyak rintangan selama penerbangannya. Jauh dari tujuan yang ingin di capai, yakni ingin cepat. Bahkan pesawat itu akan patah dan jatuh di tengah perjalanan. Lalu sang penumpag harus memulai langkahnya dari nol lagi, ia pun harus mengobati lukanya. Semua itu membutuhkan waktu. Andai penumpang itu melakukan penerbangan secara normal, berjalan tidak buru-buru, dia akan mencapai tujuan tepat pada waktunya.


Ketika menunda adalah kesalahan, maka sama salahnya bila terlalu terburu-buru. Semua pekerjaan dapat diselesaikan melalui proses yang seharusnya. Menunda pekerjaan adalah sia-sia dan tidak bertanggung jawab, tetapi melakukannya tanpa perhitungan dan hati-hati merupakan tanda ketidaksabaran yang merusak.



Sukses bermodal Kegagalan

-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

Rahasia Sebuah Kesempatan



Di suatu pagi di dekat sebuah pasar, nampak seorang pemuda sedang tidur bermalas-malasan. Meski pasar terlihat ramai dengan para penjual dan pembeli yang berlalu lalang, pemuda itu begitu tenang berasyik masyur dengan kemalasannya. Dihadapannya kebetulan lewat seorang pedagang yang telah berhasil menjual barang dagangannya. Pedagang itu nampak heran dengan tingkah laku pemuda tersebut, dihampirinya dan lalu bertanya:



"Wahai anak muda, tidakkah kau lihat pagi begitu indah. Semua orang begitu sibuk berjual beli, lalu mengapa kau menyia-nyiakan waktu dan hanya tidur-tiduran di sini?"



"Aku sedang menunggu kesempatan" Jawab pemuda itu dengan suara malas sambil memicingkan sebelah matanya.



"Memangnya kamu tahu bentuk kesempatan yang sedang kamu tunggu itu?" Tanya pedagang dengan rasa heran.



"Tidak" Jawab pemuda sambil menggelengkan kepala



"Kata orang aku harus menunggu kesempatan datang, baru kemudian nasibku akan bisa berubah menjadi baik. Sehingga aku bisa sukses, bisa kaya, dan bisa memiliki apa saja yang ku inginkan. Oleh karena itulah aku menunggu dengan sabar kesempatan itu datang di sini" Jelas pemuda.



"Kalau bentuknya saja kamu tidak tahu, untuk apa kamu tunggu?" Baiknya kamu ikut bersama ku melakukan hal yang berguna. Pasti kelak nasibmu akan berubah jika kamu mau belajar mengikuti jejakku" Ajak pedagang.



"Ah, banyak omong.... Sudah pergi sana! Jangan mengganggu terus!" hardik si pemuda dengan nada kesal.



Si pedagang pun buru-buru pergi meninggalkan pemuda itu sendirian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.



Beberapa menit setelah pedagang itu pergi, datanglah seorang kakek menghampiri pemuda tersebut. Kakek tua itu masih sempat memandangi langkah kepergian si pedagang. Lalu ia palingkan wajah ke pemuda yang dihampirinya.



"Sudahkah kamu mendapatkan kesempatan yang kamu tunggu di tempat ini dengan tidur bermalas-malasan seperti itu?" Tanya kakek tua yang sempat mendengarkan percakapan tadi.



"Belum" Jawab pemuda dengan nada malas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.



"Bukannya baru saja kesempatan itu menghampirimu? Lalu kenapa kamu usir, bukannya kamu tangkap" Tanya kakek tua.



"Apakah kamu tidak tahu, yang baru saja kamu usir tadi adalah seorang pedagang besar kaya raya dari negeri seberang. Kenapa kamu tolak ajakannya?" Si kakek menerangkan sambil keheranan.



Mendengar penjelasan kakek tua itu, si pemuda seperti baru tersadar bangun dari mimpinya. Lalu Ia pun bergegas bangkit dan berteriak - teriak memanggil si pedagang tadi. Sayangnya pedagang itu sudah terlalu jauh berlalu dari pandangan matanya.



"Tidak ada gunanya teriak-teriak, kesempatan yang kamu tunggu sudah berlalu" Ujar si kakek.



Pemuda itu tampak sedih dan terlihat ingin menangis. Ia begitu tertunduk lesu setelah melewatkan kesempatan yang di tunggu, dan tak tahu harus berbuat apa lagi untuk medapatkannya. Semua penantiannya menjadi sia-sia karena jalan pikirannya yang sempit.



Dibalut rasa iba, kakek tua memberikan nasehat kepadanya "Jika kamu ingin mendapatkan kesempatan, maka cari tahu rahasianya. Yang harus kamu tahu, kesempatan itu takkan bisa kamu tangkap jika kamu tidak mengenalinya. Kesempatan belum tentu datang di saat kamu serius menginginkannya, tapi kadang kesempatan itu datang menghampiri disaat kamu tidak serius. Seperti saat dia datang tadi, kamu tidak mengenalinya, akhirnya dia hanya berlalu begitu saja dan belum tentu akan kembali lagi".



"Lalu, aku harus bagaimana? Apakah seumur hidup aku tidak akan memiliki kesempatan lagi?" tanya si pemuda dengan penuh rasa penyesalan.



"Kakek akan memberitahukan mu satu rahasia lagi. Kesempatan yang datang menghampiri pada setiap orang tidak hanya sekali seumur hidup. Bila kesempatan yang satu telah terlewatkan, suatu saat nanti pasti akan datang kesempatan lain. Yang pasti kesempatan itu tidak datang dengan sendirinya. Kesempatan harus diciptakan dan diperjuangkan." Terang kakek.



"Baiklah, Kek. Aku akan berusaha mencoba mengikuti nasehatmu," janji pemuda.



"Kamu juga harus tahu, tidak ada satu waktu pun yang benar-benar tepat untuk memulai mencari dan menemukan kesempatan. Oleh karena itu, janganlah kamu hanya menunggu. Mulai sekarang, detik ini! Mulailah berusaha, bekerja, berjuang dan kesempatan pasti akan tiba pada waktunya. Dan saat kesempatan tiba di hadapanmu, kamu telah siap menyambutnya." Tambahan nasehat dari si kakek.

Dilingkupi rasa gembira, pemuda itu mengucapkan banyak terima kasih, walaupun terasa penyesalan di dalam hatinya karena sudah melepaskan kesempatan yang ada di depan matanya.



Kadang, kesempatan yang kita temukan dalam hidup tampak sepele sekali. Namun jangan coba meremehkan sekecil apapun kesempatan itu. Suatu pencapaian yang besar justru seringkali diawali dari kesempatan-kesempatan kecil yang biasanya terlewatkan oleh banyak orang. Hanya orang-orang yang dapat mengenali kesempatanlah yang akan mendapatkan manfaat terbesar darinya. Merekalah yang sering disebut sebagai orang-orang yang beruntung.



--
-Andrie Wongso-

Bersabar


 

Bangun di pagi hari dalam keramaian kicau burung, seseorang memperhatikan pecahan telur yang berada di atas tanah. Tampak jelas, pecahan itu berasal dari sebuah sarang yang dibuat oleh burung gereja, di bawah langit-langit rumahnya yang mewah. Lelah membersihkan lantai dari pecahan telur, kemudian dengan jijik memperhatikan jerami yang selalu mengotori lantainya, orang tersebut berdiri pada sebuah mebel, dan menyapu sarang dari tempatnya. Kemudian dia menghabiskan beberapa waktu berusaha membersihkan seluruh tempat di mana burung gereja membuat sarangnya.



Tepat hari berikutnya, orang itu mendapati lebih banyak jerami mengotori lantai yang baru dia bersihkan. Ketika ke atas, dia melihat bahwa burung-burung kembali memabangun sarangnya di atap rumahnya. Dia merasa menjadi gila dengan kicauan mereka, dan keributan yang terus menerus merkea buat. Sehingga dia merusak sarang baru itu sebelum sempurna. Dia pikir cara itu dapat membuat burung pergi selamanya.



Namun tragedi penghancuran sarang, hanya memacu burung-burung untuk berusaha lebih keras dan menunjukkan hasrat yang besar. Burung-burung itu bekerja lebih cepat dari sebelumnya. Mereka tidak sedikitpun menyia-nyiakan waktu untuk meratapi kehilangan mereka. Mereka tidak pula pergi untuk mengumpulkan seluruh burung untuk membuat serangan bersama ke rumah tersebut. Mereka terbang seperti biasa, pergi dan datang ke rumah dengan membawa jerami baru secara sungguh-sungguh, terus menerus dan menyusunnya pada tempatnya.



Cerita yang sama ini terulang dari hari ke hari, selama lebih dari satu bulan. Pemilik rumah akan menghancurkannya sambil marah-marah, dan waktu berikutnya burung-burung akan muncul dengan jerami di paruh untuk memulai pekerjaan lagi. Tampaknya usaha mereka sia-sia. Namun di luar perkiraan, mereka terus-menerus melakukan pekerjaan itu. Itu merupakan 'jawaban' burung terhadap kebencian orang tersebut yang tidak berkurang. Bahkan, meski orang itu tampak lebih kuat ketimbang dari sang burung, toh sang burung tetap berusaha mengalahkannya. Akhirnya, perjuangan sunguh-sungguh mereka, membuat orang tersebut menyerah. Orang tersebut sadar, bahwa halangannya sia-sia belaka. Dia berhenti merusak sarang burung tersebut.



Sekarang burung-burung itu telah menyempurnakan sarang dan dengan sukses meletakkan dan mengerami telornya. Kicauan mereka tak lagi membuat marah orang tersebut. Dia berhenti memikirkan mereka, karena mereka telah memberinya pelajaran yang tak ternilai. Yaitu "Jangan pernah membenci musuh Anda. Dalam segala keadaan, dalam kegiatan konstruktif, kesabaran diperlukan. Akhirnya Anda akan memperoleh kemenangan.





Sukses Bermodal Kegagalan


-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

Tangan Terbuka



 

Amir dan Tono merupakan dua orang sahabat pemancing yang sangat hebat. Jika mereka sedang memancing pasti selalu mendapatkan banyak ikan.


Suatu hari, ketika mereka berdua sedang memancing di sebuah danau, mereka kedatangan 10 pemancing lainnya.


Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan, sedangkan 10 pemancing lainnya tidak mendapatkan sedikit ikanpun. Ke sepuluh pemancing itupun mencoba mendekati keduanya untuk menanyakan tips & trik cara memancing mereka. Amir yang merasa terganggu dengan ke sepuluh pemancing tersebut tidak merespon, tetapi tidak dengan Tono teman sepemancingannya.


Tono bersedia mengajari mereka tapi, dengan syarat jika masing-masing dari mereka berhasil mendapatkan 10 ekor ikan, Tono akan mendapatkan satu ekor ikan dari masing-masing mereka sebagai bonus imbalannya. Tetapi, jika kurang dari 10 ekor ikan yang masing-masing mereka dapat, maka tidak perlu.



Ke sepuluh pemancing tersebut setuju dengan syarat yang ditawarkan, dan mereka dengan cepat belajar tekhnik memancing kepada Tono. Hanya dalam waktu 2 jam, mereka yang awalnya tidak mendapatkan sedikit ikanpun, sekarang masing-masing mereka mengumpulkan sedikitnya sebakul ikan.

Otomatis Tono mendapatkan banyak keuntungan dari pendapatan ikan mereka. Selain mendapatkan bonus ikan dari masing-masing pemancing yang telah disepakati tersebut, kini Tono juga mendapatkan 10 orang teman baru.



Sementara teman sepemancingannya, Amir yang begitu pelit MEMBAGI ILMU memancingnya, tidak mendapatkan keuntungan apapun seperti yang Tono dapatkan.




--
ILMU PENGETAHUAN itu akan jauh lebih BERMANFAAT bila diamalkan atau disebarkan kepada orang lain yang membutuhkan.


"Hanya dengan cara kita mengembangkan orang lain yang akan membuat kita berhasil selamanya".

( Harvey S. Fire Stone ).



"Jika Anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, dengan begitu impian Anda juga akan tercapai".



( Zig Ziglar )




-FX Fredy Sutanto-
Enhanced by Zemanta

Saling Menguntungkan


Ketika suatu perusahaan ban di dunia Barat sedang meluncurkan barang-barang ke pasaran, ada iklan yang menjanjikan bahwa "barang siapa yang dapat menunjukkan satu cacat nyata pada ban itu, akan mendapat hadiah $50.000". Secara alami orang berbondong-bondong untuk membelinya. Jika cacat, maka merupakan keuntungan, jika tidak, mereka tidak kehilangan apa-apa karena mereka benar-benar membeli ban yang bagus.



Pada akhirnya perusahaan benar-benar menerima 20 persen pengaduan yang memang asli. Orang yang mengadu, secara hormat di undang untuk seminar, biaya perjalanan di bayar oleh perusahaan. Ini memberikan kesempatan untuk mengemukakan pandangan tentang bagaimana ban seharusnya ditingkatkan. Satu usulan konkret akhirnya muncul secara mufakat, dan hadiah di bagikan kepada mereka pada saat seminar tersebut.



Dengan mempertimbangkan usulan-usulan pelanggannya, perusahaan itu dapat meningkatkan kualitas ban asli. Meski biaya yang dikeluarkan lumayan bertambah, ban-ban itu terjual jauh melebihi jumlah penjualan sebelumnya. Mulanya, ban-ban itu telah diproduksi menurut bentuk perusahaan sendiri, sedang versi yang ditingkatkan didasarkan pada pendapat dan saran para pelanggan. Adalah sangat alami bahwa orang seharusnya menerima produk asli yang jauh lebih baik.


Di dunia ini, semua orang –tidak hanya produsen dan pelanggan- saling tergantung kepada yang lain. Oleh karena itu, hanya dengan membagi dan kerja sama, mereka dapat mengarahkan dirinya pada kesuksesan hidup. Itulah aturan "memberi-menerima" yang seharusnya paling aktif, seperti jalan dua jalur. Suatu sistem keuntungan tak dapat hanya dari satu jalur. 



Sukses Bermodal Kegagalan 


-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

Introspeksi



 
Di pedalaman hutan Papua, ada seekor burung kecil yang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk pindah ke rumah baru. Di tengah kesibukannya, datang seekor burung yang hidup tidak jauh dari tempat dia tinggal, bertanya untuk mencari tahu


"Kamu mau ke mana?"


"Saya ingin pindah ke hutan yang ada di sebelah timur sana" Jawab si burung kecil.


"Bukannya tinggal di sini begitu nyaman, kenapa kamu pindah" Tanya tetangganya lagi.


"Apakah kamu tidak tahu, semua orang disini tidak suka dengan suaraku, mereka berkata bahwa suara ku sangat jelek, tidak enak di dengar, jadi saya pututskan untuk pindah rumah" Jawab burung kecil

"Sebenarnya kamu tidak perlu pindah, yang perlu kamu lakukan hanyalah mengubah suara nyanyianmu. Jika kamu tetap tidak bisa mengubah suara saat kamu bernyanyi, sekalipun kamu pindah ke hutan yang akan kamu tuju, tetap saja mereka tidak akan suka padamu." Saran si tetangga. 




***

Dalam kehidupan kita sehari-hari perlu adanya introspeksi diri, jangan hanya selalu menyalahkan lingkungan sebagai biang kerok hanya karena ketidakcocokkan dengan kita. Sekali-kali ihatlah ke dalam diri sendiri.


Sebuah pepatah bijak mengatakan "Betapa Bernilainya Kesadaran Diri"



-Surya Accelera-
Enhanced by Zemanta

Sepenuh Hati



Ada seorang anak muda yang baru saja beranjak remaja, sangat beruntung dapat bekerja di perusahaan asing besar sebagai janitor (office boy).

Baginya bekerja di perusahaan asing besar sangat beruntung, karena ia berasal dari keluarga yang mempunyai penghasilan di bawah rata-rata. Oleh sebab itu ia begitu semangat untuk mengejar cita-citanya untuk sukses yang selalu membara dalam hatinya. Tetapi dia bimbang caranya bagaimana?


Karena kedekatan yang sangat erat sekali dengan Ibunya, dia selalu menceritakan semua kendala tersebut kepada.


Entah saran apa yang telah melintas dipikran Ibunya, tiba-tiba saja dia berkata, "setahu ibu sih kalau orang ingin sukses ya harus bergaul dengan orang-orang sukses". Kebimbangan anak muda ini semakin menjadi-jadi. Dengan keadaannya yang hanya bekerja sebagai seorang janitor, siapa orang-orang sukses yang tertraik memberi perhatian kepadanya.


Kembali ia sampaikan lagi kendali tersebut kepada Ibunya. Si Ibu pun memberikan saran dengan kata-kata yang bijaksana "Saran Ibu, kamu harus bekerja lebih giat, masuk ke kantor lebih pagi, selesaikan pembersihan kantor sebelum para pegawai datang. 30 menit sebelum jam kerja di mulai kamu harus sudah siap di depan pintu kantor menunggu para eksekutif datang. Jika mobilnya telah berhenti di tempat parkir, dekatilah oleh mu, berikan sapaan selamat pagi dan tanyakan apakah ada yang bisa kamu bawakan jika dia berkenan"


Pemuda itu melakukan apa yang disarankan oleh Ibunya, para eksekutifpun tak ada yang menolak, bahkan begitu senang dan menghargai tawaran yang diberikan, karena inisiatif yang dia lakukan bukanlah bagian dari tugasnya sebagai janitor.


Begitu terus tiap pagi dia lakukan dan setelah 1 minggu lamanya dia bekerja, semua jajaran eksekutif termasuk Dirut perusahaan itu sudah mengenal dan selalu menyapa dirinya.


Bahkan di saat dia membawakan teh atau kopi ke meja kantor para eksekutif, kadang-kadang mereka membicarakan sesuatu dengan sangat meriah. Sehingga semua eksekutif tahu bahwa anak muda ini diam-diam juga mengambil kuliah malam.

Selang beberapa hari kemudian, karena kampus dimana dia berkuliah dikenal oleh para eksekutif tersebut, mereka menawarkan untuk pergi bareng ke kampusnya, karena kebetulan rumah para eksekutif itu melewati kampus tersebut. Maka setiap haripun dia menumpangi mobil-mobil para eksekuti yang berbeda-beda.

Karena semua eksekutif begitu senang kepadanya dan hampir seperti sahabat, pemuda itupun selalu mendapatkan nasehat tentang cara-cara mengejar cita-cita dan impiannya. Hal tersebut membuatnya makin semangat bekerja karena mendapatkan ilmu dari orang-orang sukses.

Di lain sisi, anak muda ini mempunyai kebiasaan yang sangat disenangi oleh para staff lainnya di perusahaan itu. Dia selalu menawarkan diri untuk bisa membantu pekerjaan mereka kepada siapapun yang berencana mengambil cuti atau liburan,  dengan sangat senang hati dia bisa mengerjakan tugas mereka agar tidak menumpuk.

Sudah tentu semua karyawan senang dengan sikapnya dan menjadi bagian sahabat juga baginya.


Karena semua karyawan disana tahu gajinya yang 'paspasan' sebagai janitor, dia selalu mau diberikan uang tips oleh para eksekutif dan karyawan, TETAPI, dengan sangat sopan dia MENOLAK dan selalu mengatakan hal yang sama kepada setiap orang yang ingin memberikan uang tips kepadanya:

'Saya melakukan semua pelayanan yang terbaik ini kepada Anda, KARENA saya sangat senang telah diterima sebagai sahabat kalian, meskipun saya hanyalah seorang kecil dengan posisi sebagai janitor,  Saya sangat bersyukur. Saya merasa senang dapat melayani Anda.

Jika Anda membayar saya atas apa yang telah saya lakukan, berarti Anda menganggap Saya bukanlah SAHABAT, melainkan TUKANG...


Semua orang di perusahaan itu begitu sangat kagum dengan sikapnya. Dan dalam jangka waktu 5 tahun, dari yang semula hanyalah seorang janitor, dia mendapatkan PROMOSI jabatan yang lebih tinggi, sehingga pada saat dia genap menginjak usia 25 tahun, dia mendapatkan promosi yang lebih tinggi lagi sebagai DIREKTUR oleh perusahaan asing tersebut, dan dia merupakan direktur termuda yang pernah ada saat itu.


Dari sebuah kisah nyata seorang yang mengejar cita-citanya.

-Hendrik Ronald-

 Authorized TDW Master
Enhanced by Zemanta

Cara Mengatasi Customer Rewel




Siapa sih diantara kita sebagai penjual yang tidak pernah merasa kesal bila menghadapi customer yang selalu berulang kali mempertanyakan hal yang sama.


Di saat Anda telah mempresentasikan produk Anda dengan full of energy sebaik-baiknya, dan pasti yakin produk Anda akan goal terjual, namun customer balik lagi mempertayakan hal yang sama yang sudah Anda jawab 5 dan 10 menit yang lalu.


Sebagian besar dari kita yang berposisi sebagai sales people kadang merasa tidak sabaran menghadapi tipe customer seperti ini. Biasanya sales people cenderung mencoba mengabaikan pertanyaan yang berulang ini dengan cara langsung maupun tak langsung dengan kata-kata "as I told you so…." Atau kadang sebaliknya, merasa kurang jelas dengan apa yang disampaikannya, lalu mencoba menjelaskannya kembali hingga terjebak dalam lingkaran pembicaraan tanpa ujung.


"Jika customer merasa tidak yakin dengan perasaannya, maka cenderung akan berkata 'Tidak'"


Ketahuilah bahwa keraguan akan mengantar customer pada penolakan. Yang perlu Anda lakukan adalah membalikkan pemikiran mereka, dari keraguan menjadi penuh keyakinan, dari kebingungan menjadi kesepahaman, dari ketakutan menjadi 100% sure. Pastinya semua tidak akan berjalan dengan mudah, perlu analisa mengenai tingkat keyakinan serta sikap
tubuh dan suara mereka. Apakah mereka telah cukup yakin dengan apa yang
telah Anda sampaikan? Atau mereka hanya ingin menguji keyakinan Anda
terhadap produk yang dipresentasikan?



Jadi, amatilah dengan baik buying signal yang sedang terjadi ini. Jika customer selalu menanyakan pertanyaan yang sama, bisa jadi customer tersebut sedang meminta konfirmasi dan klarifikasi final terhadap keputusan akhirnya.


Yakinkan customer dengan jawaban yang tepat. Lakukan dengan penuh keyakinan dan penuh dengan percaya diri. Jawaban singkat dengan intonasi tegas dan firm akan menghapus semua keraguan dari pikiran mereka, meskipun Anda harus mengulangi jawaban yang telah Anda utarakan sebelumnya. "benar Bu Santi, produk kami menggunakan teknologi blabla buatan blabla. Dan jaminan garansi 1 tahun." Cukup singkat saja tidak perlu menjelaskan detailnya lagi.


Selanjutnya, arahkan menuju proses closing dengan mengisis form ordernya. Lakukan dengan gerak tubuh yang elegan penuh keyakinan tanpa ragu-ragu.



Yang implisit (tidak kasat mata) terkadang jauh lebih penting daripada yang eksplisit (terlihat jelas). Kandungan emas dan sumur minyak seringkali tersimpan jauh di balik permukaan tanah. Tugas kitalah untuk menggali dengan disiplin dan teliti, sambil mengamati cara-cara sukses yang pernah dilakukan oleh mereka yang sudah terbukti berhasil.





-James Gwee-
Enhanced by Zemanta

Kunci Sukses Penjualan



 


Bentuk organisasi penjualan yang dinamis, mudah berubah sesuai dengan kebutuhan, tuntutan pasar dan desakan persaingan menyebabkan organisasi penjualan dikenal sebagai organisasi yang tidak berbentuk.


Etos kerja di dalam budaya organisasi, yaitu kebutuhan akan perubahan dengan kemampuan dan keterampilan dalam menerima misi merupakan beberapa kata kunci di dalam mensukseskan organisasi penjualan.


Ada 10 kunci sukses dalam hal menjalankan organisasi penjualan agar dapat seiring dengan arus tuntutan situasi, yaitu:


1. Keputusan harus selalu diambil berdasarkan "Values" (nilai). Value disini sangat penting dikarenakan sebagai alat pengikat dan kendali setiap aktivitas. Apalagi values tersebut merupakan kesepakatan aktivitas dari nilai-nilai organisasi yang telah disepakati bersama.


2. "Misi" yang dimiliki berdasarkan pandangan bersama.Misi yang dibangun dan disepakati bersama akan menjadi dasar yang kuat, sehingga akan menciptakan setiap jiwa untuk mempunyai rasa memiliki dan terlibat dari awal sebagai kunci keberhasilan kelompok kerja dan perusahaan secara utuh.


3. Pemberian semangat untuk menciptakan kegigihan. Ibarat sebuah suporter pada suatu pertandingan, rasa kebersamaan dan dukungan moral adalah salah satu alat motivator yang cukup efektif di dunia penjualan.


4. Pemberian reward bagi seorang yang berprestasi dan berani mengambil resiko. Bagi setiap jajaran oraganisasi penjualan, reward merupakan salah satu kata yang cocok untuk memacu motivasi.


5. Karena karyawan adalah "Asset" berharga bagi perusahaan, maka perlu ditingkatkan secara terus menerus produktivitasnya. Tuntutan jaman mengharuskan setiap insan di dalam organisasi diperlakukan sebagai assets yang harus dipelihara, berkembang dan menguntungkan. Karena bermodalkan hal ini , maka tingkat turn-over manpower akan mengecil, dan loyalitas karyawan semakin terjaga.

6. Pembudayaan Continuous Learning (Pembelajar sejati). Budaya belajar perlu diciptakan secara terstruktur dan berkesinambungan, karena belajar merupakan proses yang tanpa akhir, dan tak mengenal usia.


7. Pembiasaan mencari solusi inovasi. Menurut buku Nur Kuncoro, kiat ketujuh ini lebih dikenal dengan kiat out of the box. Inovasi merupakan sesuatu yang biasanya keluar dari jalurnya, nyeleneh, aneh, tidak umum, namun harus di ikat dengan kata aplikatif, bukan sekedar hanya gagasan yang inovatif dan kreatif saja.


8. Supervisi antisipatif. Karena para jajaran penjualan lebih banyak habis waktunya berada jauh di luar kantor, maka diperlukan suatu system supervisi antisipasif yaitu dengan mengurangi kemungkinan adanya waktu luang untuk mencuri waktu dengan cara memberikan jadwal yang padat, terukur, yang biasanya disebut sebagai pola kerja baku, sehingga seluruh kegiatan mulai dari jam hadir di kantor, di lapangan, di perjalanan dan waktu administrasi semuanya dihitung secara seksama. Dengan memanfaat teknologi connecting dan online antara pelanggan dengan kantor saat ini hal tersebut sudah sangat mungkin dilaksanakan.


9. Mindsets selalu "pro" pada pasar para manajemen. Karena kebutuhan konsumen, maka perusahaan menjual produk dan jasanya, dengan prinsip itulah seharusnya orientasi dan budaya organisasi penjualan harus pro kepada pasar.


10. Berpikir besar dan menguasai hal-hal detail. Jika bicara Go retail , maka kita juga harus Go detail. Memang hal ini sangat langka dan mungkin hampir selalu terabaikan, karena berbicara detail adalah pekerjaan yang membosankan bahkan membuang-buang waktu.

Dengan memanfaatkan pemikiran Think Global act Local, rencana strategis ini dapat terintegrasi, dan diaplikasikan dengan baik oleh setiap pelaku organisasi yang ada dibawahnya. Sehingga, stigma lama yang mengatakan; "Aahh itu sih cuma teori," – lambat laun akan menghilang, dan strategi yang komprehensif akan menjadi jawaban untuk memenangkan persaingan.




-marketing.co.id-

Kenakalan Salesman



Salesman, posisi karyawan yang menjadi ujung tombak sebuah perusahaan yang dipercaya untuk menjual produk perusahaannya kepada para pelanggan lama maupun pelanggan baru. Dengan segala kreativitas yang dimiliki, mereka berusaha keras agar target pejualan tercapai. Target penjualan yang menjadi tujuan tiap bulannya ditentukan oleh seorang atasan berdasarkan luas wilayah, banyaknya pembelian, dan sejarah penjualan yang telah lewat. Kadang area kerjanya mencakup wilayah yang luas tapi jenis pelanggan yang dihadapi dengan jumlah pembelian kecil yang menyebabkan kecilnya target bulanan yang tercapai jika dibandingkan dengan teman salesmannya yang mencover area yang relative sempit namun dipenuhi dengan para pedagang grosiran yang sekali melakukan pembelian dalam jumlah yang banyak.


Di dunia distributor, tepatnya di dalam manajemen penjualan distributor, para salesman sering dikenakan kewajiban mencapai 'strike rate'. Di mana dalam keadaan tersebut, seorang salesman harus mampu menjual produk yang dimilikinya kepada sejumlah tertentu dari seluruh pelanggan yang menjadi kunjungannya pada hari itu. Jika seandainya salesman setiap hari diberikan target strike rate 50%, artinya dari total kunjungan pada hari itu salesman setidaknya mampu menjual dagangannya kepada separuh pelanggan yang dikunjunginya. Karena setiap hari seorang salesman telah ditentukan jumlah kunjungannya, jadi sudah dapat dihitung jumlah pelanggan yang seharusnya membeli produk dagangannya.


Misal: Seorang salesman setiap hari mengunjungi 20 pelanggan. Strike raten-ya 30%, maka berarti harus ada 6 pelanggan (30%x20) yang membeli dagangannya.


Dan biasanya, selalu ada insentif khusus yang disediakan oleh perusahaan setiap bulannya bagi salesman yang mencapai target strike rate bualanannya. Semakin besar pencapaian strike ratenya semakinbesar pula insentif yang didapatnya.


Bagi salesman yang menjual produknya secara kredit dan pengiriman barangnya dilakukan tim pengirim dikemudian hari,maka kenakalan salesman terhadap penghitungan strike rate agak terhambat. Tapi, beda kondisinya jika salesman tersebut menjual produknya secara kontan serta sekaligus membawa barang. Kenakalannya dapat diatur ketika pembuatan laporan, jika total strike rate yang menjadi targetnya tidak tercapai, maka dalam laporannya dibuat menjadi tercapai. Bisa jadi salesman tersebut mengakali laporan guna mendapatkan insentif khusus pencapaian strike rate.


Bagaimana caranya? Mudah, cukup dengan cara membagi jumlah barang yang telah dijualnya di satu pelanggan ke nama pelanggan/pembeli lain yang sebenarnya tidak membeli.


Misal: Toko A sebenarnya membeli 10 unit, tapi dilaporkan hanya membeli 3 unit saja, lalu sisanya dilaporkan sebagai pembelian toko B 3 unit, toko C 3 unit dan toko D 2 unit. Nah, dari penjualan yang sebenarnya dia lakukan ke satu toko dengan nakal dia laporkan menjual ke empat toko. Oleh karena itu, sangat wajar jika ia terlihat dapat mencapai target strike rate, walau dengan cara menipu. Pastinya, ia akan menerima insentif sebagai upeti dari pencapaian target strike ratenya.




-Fikri C. Wardana-

1 Jam Bersama Warren Buffet



Mari simak beberapa aspek yang menarik dalam hidup Warren Buffet. Inilah interview selama 1 jam CNBC dengan Warren Buffet, orang terkaya didunia saat ini, yang telah menyumbang $ 31 milyar untuk kegiatan sosial.
  1. Pertama kali Warren Buffet membeli saham investasi pada waktu berusia 11 tahun dan sekarang dia katakan itu sudah terlambat !
"Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak dini".

  1. Warren Buffet membeli sebuah ladang kecil pada saat dia berusia 14 tahun dari hasil mengantar Koran.
"Sesuatu bisa dibeli dengan sedikit tabungan. Ajarkanlah anak – anak anda untuk memulai sebuah bisnis".

  1. Warren Buffet tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yang lalu. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.
"Jangan membeli sesuatu yang tidak benar – benar anda butuhkan, dan ajarkanlah anak anda berpikir demikian".

  1. Warren Buffet menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard
"Jadilah dirimu sendiri"

  1. Warren Buffet tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.
"Selalu berpikirlah cukup dengan apa yang kau miliki".

  1. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Warren Buffet hanya menulis 1 surat tiap tahun untuk para CEOnya , memberikan mereka target di tahun tersebut. Dia tidak pernah mengadakan rapat atau memanggil mereka .
"Letakkankan orang yang tepat pada posisinya".

  1. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk CEOnya
                 1: Jangan habiskan uang pemegang saham
                 2: Jangan lupa peraturan no.1
                "Buatlah suatu target dan buat mereka fokus dengan target tersebut".

  1. Warren Buffet tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah.
"Jangan mencoba untuk pamer, jadilah diri sendiri".

  1. Warren Buffet tidak membawa handphone dan tidak memiliki komputer dimejanya.

Nasehatnya untuk anak – anak muda:

"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki" serta ingat :

1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.

2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.

3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar – benar nyaman untukmu.

5. Jangan habiskan uang untuk hal – hal yang tidak benar – benar penting.

6. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.



"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya".





-NN-

Pentingnya Financial Literary



Jika Anda jeli memperhatikan, tingkatan seorang pengusaha dapat dikenali dari topik yang sedang mereka bahas.



Bila yang Anda jumpai adalah para pengusaha yang selalu membahas tentang bagaimana cara meningkatkan penjualan, maka kemungkinan Anda berhadapan dengan pengusaha start-up. Karena masalah utama yang selalu di alami perusahaan start-up yaitu penjualan. Jadi, kunci utama untuk survive pada fase ini adalah menguasai ilmu marketing dan penjualan.



Bila mereka selalu membahas tentang bagaimana cara membangun sebuah team dan pencarian orang yang tepat, umumnya Anda sedang berhadapan dengan perusahaan yang sedang Growing (berkembang). Masalah paling utama yang selalu di alami pada fase ini ada di team building. Penguasaan skill leadership yang baik adalah solusinya.



Bila mereka selalu membahas tentang bagaimana cara-cara menjalankan perusahaan, tidak hanya satu, tetapi beberapa perusahaan secara bersamaan, maka sudah pasti Anda berhadapan dengan para pengusaha besar. Dan tahukah Anda apa kunci sukses paling utama ketika di fase ini?



Financial Literary adalah kuncinya. Dalam Financial Literacy bukanlah cerita yang dibahas, tetapi angka, angka dan angka.



Jika Anda paham cara membacanya, dapat dipastikan Anda dapat menguasai dan menceritakan sesuatu banget tentang isi perusahaan.



Jadi, jika suatu saat nanti, Anda ingin menjadi konglomerat atau memiliki berpuluh-puluh perusahaan, maka melek angka keuangan itu mutlak perlu. Anda harus menguasai ilmunya, yaitu financial literacy. Dengan demikian Anda dapat mengetahui isi perut perusahaan. Anda dapat mencecer para pemimpin operasional Anda dengan angka, angka dan angka.



Bila sampai saat ini Anda masih tidak menyukai angka-angka, maka segeralah bertobat, kembalilah ke jalan yang benar sebelum terlambat!



Bisnis adalah permainan angka. Tanpa angka, maka akan seperti bola liar, tidak ada yang dapat Anda kendalikan dalam bisnis yang Anda jalani.





-Johny Rusly-

Sekotak Kejutan



Ada seorang pria yang menghukum putrinya yang masih berumur tiga tahun hanya karena membuang-buang gulungan kertas pembungkus yang berwarna keemasan. Baginya, sesuatu yang dibeli dengan uang itu sangat berharga, maka dari itu pria tersebut memarahi putrinya yang membuang-buang gulungan itu hanya untuk membungkus sebuah kado.



Namun demikian, keesokan harinya gadis kecil itu membawa hadiah berupa kotak untuk diberikan kepada ayahnya.



"Ayah, ini hadiah untuk mu" Sahut si gadis kecil.



Dengan perasaan malu karena reaksi berlebihan kemarin, sang Ayah hanya dapat berkata "Terima kasih anak manis".



Setelah mengetahui isi kotak tersebut kosong, kemarahan sang Ayah pun berkobar lagi.



"Dasar anak nakal, jika kamu meberikan hadiah lalu kenapa ini tidak ada isinya? Apa kamu mau mempermainkan Ayah?" Teriak sang Ayah.



Gadis kecil itupun menatap Ayah nya dengan mata berkaca-kaca sambil berkata "Oh, Ayah sungguh kotak itu tidak kosong. Aku telah meniupkan sebuah ciuman ke dalam kotak. Semua hanya untuk mu Ayah".



Hati sang Ayah begitu hancur seketika, luluh oleh perkataan putri manisnya. Lalu dia pun memelu dan memohon maaf kepada putri kecilnya.



Selama bertahun-tahun sang Ayah selalu membawa kotak itu bersama dalam tidurnya. Setiap kali dia putus asa, dia akan membuka kotak itu untuk medapatkan sebuah ciuman imajiner dan mengingat kasih sayang sang putri tercinta yang telah menaruhnya di sana.







-Academictips-

Hadiah Dari Tuhan


Seorang Raja pernah memiliki seorang budak setia yang dalam setiap keadaan selalu berkata "Tuanku, janganlah pernah berkecil hati karena apapun yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik, tidak pernah salah.



Suatu hari mereka pergi berburu ke hutan, dan secara tiba-tiba seekor hewan liar menyerang sang Raja, si budak mencoba melindungi Raja dan behasil membunuh hewan tersebut, tapi sayang dia tidak bisa mencegah sang Raja kehilangan jari kelingkingnya oleh serang binatang buas itu.



Dengan rasa marah dan tanpa menunjukkan rasa terima kasih, Raja berkata " Jika Tuhan itu baik, Aku tak akan di serang oleh binatang buas dan tak akan kehilangan jariku"



"Meskipun semua hal itu terjadi, sekali lagi saya hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan itu baik dan apapun yang dia lakukan sempurna, tidak pernah salah" Jawab si budak.



Geram oleh jawaban si budak, Raja memerintahkan pengawal untuk memenjarakannya.



Seminggu kemudian sang Raja pergi untuk berburu lagi tanpa di temani budak setianya. Di tengah perburuannya, sekelompok orang biadab meringkusnya. Raja tidak tahu apa tujuan orang-orang tersebut, mungkin mengiinginkan harta yang dimilikinya. Tapi ternyata tidak seperti yang dipikirkan sang Raja, ia diringkus untuk dijadikan korban persembahan kepada dewa tertinggi mereka. Mengetahui hal itu, sang Raja keringat dingin seakan malaikat maut telah ada dihadapannya



Ketika akan dikorbankan di altar persembahan, para orang biadab tersebut menemukan bahwa sang Raja tidak memiliki sebuah jari kelingking, jadi dia dibebaskan karena tidak layak untuk dipersembahakan kepada dewa mereka.



Selepas kembali ke istana, sang Raja memerintahkan pengawal untuk membebaskan budak setianya, lalu berkata "Kau benar, Tuhan telah berlaku baik kepadaku! Aku hampir di bunuh, tapi untungnya jari yang tidak lengkap ini telah menyelamatkan ku"



"Tapi, aku punya satu pertanyaan : Jika Tuhan itu begitu baik, mengapa Dia membiarkan ku memenjaraka mu?"



"Tuanku, jika aku ikut serta bersama Anda berburu, aku akan dikorbankan sebagai persembahan, karena jari-jari ku lengkap" jawab si budak






"Ingatlah, apa yang dilakukan Tuhan itu sempurna, Dia tidak pernah salah"





-moralteachingstories-

Lebih Dari Keajaiban


Seorang pegawai yang telah 5 tahun bekerja sangat menginginkan promosi jabatan sebagai dedikasinya pada perusahaan. Malamnya Ia bermimpi, Ia mendapat pesan dalam mimpinya, jika Ia menenemukan 100 uang logam yang tercecer di perusahaannya dalam sebulan maka promosi jabatannya akan terwujud.


Ia mempercayai arti dalam mimpinya. Maka keesokan harinya, tidak seperti biasa, di pagi-pagi buta Ia sudah berangkat kerja. Tiba di kantor Ia tidak lantas menuju ruang kerjanya, namun membantu office boy menyapu ruangan dan menemukan satu uang logam.


Hatinya senang bukan kepalang bahwa mimpinya akan jadi kenyataan. Sekali lagi, Ia merapikan meja kerja yang berantakan, 3 uang logam kembali didapatnya.


Saat ia rajin melakukan sesuatu, saat itu pula ada saja koin yang ia temukan.


Sampai di penghujung bulan, 99 uang logam telah Ia kumpulkan, 1 lagi uang logam terkumpul maka mimpinya akan jadi kenyataan. Karena ingin segera mendapatkan 100 uang logam, siang dan malam ia terus mencari cara bagaimana menemukan satu uang logam lagi.


Konsentrasinya buyar, pikirannya terpecah, bukannya focus pada tugas yang dikerjakannya malah focus dalam menggenapkan koin yang dikumpulkannya.


Pekerjaannya jadi sering terbengkalai, Ia lebih asyik menyusuri setiap sudut ruangan, mencari di balik pintu, sampai tempat parker untuk menemukan uang logam pewujud impiannya. Akhirnya, Ia pun menerima teguran dari atasannya.



Ya, tanpa sadar kita pun sering berbuat demikian. Pikiran kita hanya terfokus pada promosi atau jabatan, sampai-sampai kita lupa untuk bekerja dengan baik.



-Wiryawan Sofyan-

Baik & Buruk



Di taman sebuah kota yang begitu tampak asri, dipenuhi dengan tanaman mawar. Kebetulan saat itu merupakan musim berbunga, mawar-mawar menampakkan warna-warni yang cantik, dihiasi dengan aroma harum yang memikat orang yang lalu lalang. Tidak sedikit pengunjung taman yang meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Semua orang menyukai mawar karena daya tariknya yang menawan, pun juga karena merupakan lambang cinta. 


Di dekat mawar tumbuh, di sisi lain taman, tumbuh sekelompok pohon bambu yang tidak begitu menarik untuk diperhatikan. Tidak ada bunga yang mekar, juga tidak mengeluarkan aroma harum seperti mawar. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping bambu, maka tidak heran jika bambu selalu cemburu ketika melihat mawar selalu dikerumuni banyak orang.



"Mawar, aku iri kepada mu, aku selalu ingin seperti mu" Ujar bambu suatu hari.



"Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, dan selalu dipuji oleh banyak orang" Lanjut bambu dengan nada sedih.


Mendengar hal itu, mawar hanya tersenyum.



"Terima kasih atas pujian dan kejujuran mu bambu" Ujar mawar.



"Tapi tahukah kamu, sebenarnya aku lebih iri kepada mu" Terang mawar.



Bambu merasa heran dalam diamnya, karena tidak tahu apa yang sebenarnya membuat mawar merasa isi kepadanya.



"Aneh sekali, mengapa kamu iri denganku?" Tanya bambu.



"Ya, Tentu saja aku iri denganmu. Coba kau perhatikan, kamu memiliki struktur batang yang begitu kuat, saat badai datang menerjang pun, kau akan tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun," ujar sang mawar.



"Sedangkan aku dan teman-temanku, kami begitu sangat rapuh, hanya terkena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas berserakan, hidup kami begitu sangat singkat," Jelas mawar menerangkan.


Seketika itu, bambu sadar bahwa dia mempunyai kekuatan pada dirinya. Kekuatan yang dia pikir biasa saja, ternyata membuat iri bagi mawar.



"Tapi mawar, kamu selalu dikagumi orang, dan selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi penghias rumah dengan keindahan mu" Ujar bambu.



Senyum pun kembali mengembang dari sang mawar "Ya, Kamu benar, aku sering digunakan sebagai hiasan dan dicari banyak orang, tapi akhirnya, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu," Jawab mawar.


Sekali lagi bambu merasa keheranan "Aku sungguh tidak mengerti"


"Ah bambu.." ujar mawar sambil menggeleng.



"Seperti yang kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air, sehingga akhirnya kamu dapat mengairi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu memberikan begitu banyak kehidupan bagi tanaman," lanjut mawar.



"Malah aku seharusnya yang heran, dengan manfaat sebesar itu yang ada pada dirimu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku," tutup mawar.


"Ohhhh… kamu benar" ucap bambu sambil mengangguk.



Bambu baru menyadari bahwa selama ini dia telah memberikan banyak manfaat bagi tanaman lainnya, walupun sebenarnya pujian itu lebih sering ditujukan kepada mawar.


Sejak percakapan itu bambu tidak lagi merenungi nasibnya, bambu lebih senang mengetahui manfaat dan kekuatan dirinya yang bisa dia berikan kepada makhluk lainnya.




Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain.




-Yani Sastra-

Menembus Batas


 


Seorang pak tua tinggal sendirian di Minnesota. Dia ingin menggarap kebun setengah hektar-nya untuk kemudian ditanami dengan kentang, tapi Ia tidak sanggup mengerjakannya sendiri karena keadaannya yang sudah agak tua. Putra satu-satunya, yang akan selalu membantunya sekarang mendekam di penjara. Pak tua pun mengirimi anaknya surat yang menggambarkan keadaannya saat itu:



"Kepada anakku,

Ayah merasa dalam keadaan buruk saat ini, karena mungkin Ayah tak kan mampu menanam kentang tahun ini. Ayah benci melewatkan saat bertanam kentang ini karena mendiang Ibu mu tidak akan pernah melewatkan saat-saat ini. Ayah sudah terlalu tua untuk menggarap kebun ini, seandainya saja Kamu ada di sini, semua masalah Ayah pasti akan segera berakhir. Ayah tahu kamu akan membantu menggarap kebun untuk Ayah, jika Kamu tidak berada di penjara"



Ayah mu"



Tak lama kemudian, Pak tua menerima telegram yang isinya "Demi Tuhan Ayah, jangan gali kebun itu!! Karena di sana ada banyak senjata yang Ku kuburkan!!"



Jam 4 pagi keesokan harinya, sejumlah agen FBI dan polisi setempat mendatangi lokasi penguburan senjata yang sedang dicari-carinya dari tersangka. Mereka mulai menggali dan ternyata tidak menemukan suatu senjata apa pun.



Merasa bingung, Pak tua kemudian menulis kembali surat kepada anaknya, menceritakan apa yang telah terjadi dan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.



Si anak pun membalas surat dari dalam penjara "Silahkan tanam kentang mu sekarang Yah. Itu adalah hal terbaik yang bisa Aku lakukan dari dalam penjara saat ini".



Dimanapun kita berada di dunia ini, jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati untuk melakukan sesuatu, pasti kita bisa melakukannya.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Lupakan Semua



 


Di sebuah perguruan kungfu, seorang Guru Master tengah mengajari salah satu muridnya jurus pamungkas. Namun sayang keadaan tidak begitu menguntungkan, tiga orang musuh sakti datang ingin memporak-porandakan perguruan tersebut. Dengan tidak sabar ketiga orang tersebut siap menghabisi nyawa guru dan murid yang sedang menyempurnakan jurus pamungkas guna melawan ketiga orang sakti itu.

Jurus pertama selesai diajarkan sang guru. Berlanjut ke jurus kedua..ketiga..keempat.
Begitu sampai di penghujung jurus kelima, sang guru bertanya kepada muridnya.
"Bagaimana? Apa kau ingat seluruh jurus yang telah aku ajarkan tadi ?".

Dengan mata terbelalak……. dan wajah pucat muridnya menjawab,"Tttiii..tidak Guru!".

Keteganganpun berubah, ketiga musuhnya serentak-sontak tertawa geli.

Tapi anehnya, diluar dugaan sang guru malah tertawa, dan berkata,

"Bagus!! Lupakanlah saja jurus-jurus itu.Sekarang, majulah bertarung!!"


Ketiga musuh sakti itu pun segera merangsek maju. Dengan rasa gugup murid itu melawan sekenanya.

"Bag …. Bug…. Bag…." murid itu menjadi bulan-bulanan musuhnya. Namun ia tidak begitu saja menyerah meladeni hantaman ke tiga musuh sakti itu. Sang murid terus bertempur semampunya, sambil berusaha menenangkan dirinya sedemikian rupa.



Tiba-tiba, sesuatu yang aneh kemudian terjadi. Jurus-jurus yang terlupa diajarkan sang guru tadi muncul begitu saja. Mengalir ke luar secara alamiah dari gerak tubuhnya. Walau tidak sama persis dengan yang diajarkan oleh sang guru, tetapi memiliki jiwa yang sama. Dengan kata lain, jurus yang sama, bekerja dengan cara berbeda pada sang murid.

Bukan hanya sang murid yang merasa kaget, ketiga musuh saktinya pun merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Keadaanpun akhirnya kini berbalik, sang murid berada di atas angin. Ketiga musuh sakti itupun takluk ditangan murid yang sejenak lupa akan jurus pamungkasnya.



Yup, itu hanyalah sebuah adegan film kungfu dari sebuah legenda Cina yang penuh dengan ajaran kebijakan.


Dalam mendalami dan mempelajari hal ilmu apapun,
membaca itu sangat baik,
menambah ilmu itupun suatu keharusan,
bahkan... menciplak TIPS& TRICK orang lain juga kadang menghasilkan sesuatu.

Tetapi yang terutama dari itu semua adalah :
KEBERANIAN UNTUK TERLIBAT TERJUN MERASAKAN DAN MENGALAMINYA SENDIRI.

Nikmati saja..rasakan..hingga meresap kebagian terdalam diri kita.
Mungkin pertama kalinya akan babak belur, namun jangan berhenti. Terus, BELAJARLAH DARI LUKA-LUKA itu.

Biarkan teori dan praktek bersatu padu dengan sendirinya. Semua orang butuh waktu.
Bila tiba saatnya nanti..jurus-jurus itu akan berkembang sedemikian rupa, hingga jurus-jurus itu menjadi JURUS ANDA SENDIRI!






*Lupakan Saja Jurus-Jurus Itu*

-Made Teddy Artiana, S. Kom-



Ghostwriter, photographer & CMO Kairos System & Technology (www.kairos-medisoft.com)
Penulis Buku Komedi Inspirasi base on true story BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA* *(yang pernah bekerja di rumah kami)