Kliping Email Group

Persimpangan Jalan

Share on :
http://emailbisnismarketing.blogspot.com



Seorang penjahat kelas berat, dengan keseharian merampok, membunuh, memperkosa, kemudian berakhir pada hukuman mati di sebuah kursi listrik. Insiden itu memukul secara psikologis kedua anak laki-lakinya. "Karena aku adalah anak dari seorang penjahat,…". Kalimat itu mengilhami keduanya. Yang seorang kemudian persis menuruti jejak bapaknya, walaupun lebih beruntung, karena berakhir di penjara seumur hidup. Sedang yang lain justru berbeda 180 derajat : manager yang sukses, mempunyai keluarga, kehidupan sosial dan finansial yang baik.


Dua orang tentara tertangkap dalam perang Vietnam. Keduanya disiksa, dipukul, disetrum. Yang seorang berakhir dengan bunuh diri, namun yang lain justru mengalami titik balik : menebalkan semangat hidup, membuat ia semakin mengenal Sang Penciptanya dan akhirnya dilepaskan dari penjara, lalu kembali ke masyarakat dan menginspirasi orang banyak.


Dua orang kakek, sama-sama berusia 80 tahun. Yang seorang berpendapat, hidup sudah selesai, tinggal menunggu ajal, lalu menghabiskan waktu di tempat tidur bersama kain kafan, yang lain berpikiran : sebelum hidup selesai, aku ingin memberi bekal sebanyak mungkin untuk generasi muda, lalu menuliskan sebuah buku yang memuat seluruh pengalaman hidup penting yang bisa menjadi pelajaran untuk orang lain.


Kedua-duanya mengalami PHK. Yang seorang karena putus asa dan menganggap segalanya sudah kiamat memutuskan terjun dari atas sebuah mall, dan berakhir di media dan kuburan. Sedang yang seorang berpikiran aneh : sekarang saatnya jadi Boss dan punya usaha sendiri, berakhir juga di media dan kemuliaan.


Jika kita sedikit lebih kritis dan jujur, kita bisa menemukan demikian banyak contoh-contoh yang mirip seperti diatas. Sebuah kejadian berdampak berbeda terhadap orang-orang yang mengalaminya. Nyata jelas, yang terpenting bukan peristiwa apa yang menimpa kita, namun yang jauh lebih penting adalah : PEMAKNAAN kita terhadap peristiwa tersebut.


Mirip sebuah ujian di kelas apapun : pertanyaan memang penting, namun jawaban jauh lebih penting.


Nyata benar, sebagian peristiwa dalam hidup ini tidak dapat kita kontrol, namun kita selalu –jika ingin- dapat mengontrol reaksi kita terhadap peristiwa tersebut.


Inilah persimpangan jalan yang kemudian membedakan seorang pecundang dan pemenang : PEMAKNAAN yang ia lekatkan dalam setiap peristiwa dihidupnya.


Tidak heran jika kemudian seorang yang paling bijak mulia, yang pernah ada di muka bumi ini, Raja Solaiman kemudian berpesan : "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan"

--
*You weren't an accident. *
*You weren't mass produced. *
*You aren't an assembly-line product. *
*You were deliberately planned, specifically gifted, *
*and lovingly positioned on the earth by  the Master Craftsman.*


Made Teddy Artiana, S. Kom
photographer, ghostwriter & event organizer
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

0 komentar on Persimpangan Jalan :

Post a Comment and Don't Spam!