Kliping Email Group

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Pengantar Impian



Di kaki gunung Himalaya, semua reporter yang sudah hadir menunggu berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary yang telah kembali dari pendakian ke puncak Mount Everest bersama Tenzing Norgay (seorang pemandu/sherpa). Di antara puluhan reporter yang hadir hanya seorang reporter yang tertarik dan berminat mewawancarai si serpha Tenzing Norgay,


"Apa yang Anda rasakan dengan keberhasilan Anda menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?" Tanya reporter.


"Sungguh sangat senang sekali rasanya" Jawab Tenzing Norgay.


"Sebagai seorang serpha bagi Sir Edmund Hillary, pastinya posisi Anda berada di depan dia, lalu kenapa bukannya Anda yang menjadi orang pertama yang berhasil menjejakkan kaki di puncak Mount Everest? Bukankah seharusnya begitu?" Tanya reporter kembali.


"Ya, betul sekali. Ketika tinggal satu langkah lagi mencapai puncak, saya mempersilahkan Sir Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya untuk menjadi orang pertama di dunia yang telah berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu" Jawab Tenzig Norway.



"Kenapa Anda lakukan hal tersebut?" Tanya reporter penasaran.


"Karena itu bukan impian saya, itu adalah IMPIAN Edmund Hillary. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIANnya" Jawab Tenzig Norway.




Ada sebuah pepatah mengatakan:

"Bila Anda hendak menjadi pahlawan, harus ada orang-orang yang bertepuk tangan di pinggir jalan"

Tidak semua orang di dunia ini mempunyai keinginan & impian menjadi pahlawan seperti Sir Edmund Hillary.


Orang-orang seperti mereka cukup bahagia hanya dengan memberikan pelayanan dan membantu orang lain mencapai mimpinya. Mereka merasa cukup menjadi "orang-orang yang bertepuk tangan saja dipinggir jalan."



Orang-orang seperti mereka kadang diperlakukan layaknya

"telor mata sapi"

Yang lebih tersohor sapinya, dibandingkan ayam yang mempunyai telurnya.



Sudahkah Anda menghargai pengorbanan orang-orang di sekitar Anda (teman, orang tua, saudara) dan berkorban membantu mereka mencapai IMPIANnya?




-Novalia-

Payung Keyakinan


 

Di sebuah desa yang sudah sangat lama tidak di guyur hujan menyebabkan sumber air yang ada mulai mengering sehingga penduduk mulai mengeluh. Lalu diadakanlah rapat desa untuk meminta dan mengundang seorang kyai ternama dan termasyur bersama para santri pesantrennya untuk melakukan shalat meminta hujan (istisqa')dan memanjatkan doa-doa.


Berkumpullah sekitar 500 orang santri yang bersiap melakukan shalat meminta hujan di tanah lapang yang dipimpin oleh sang Kyai. Di antara 500 an santri yang hadir semuanya memegang Al-Quran, namun aneh nya ada 1 orang santri yang membawa Al-Quran dan ... payung!!.


Di samping santri yang membawa payung, ternyata sang kyai juga membawa payung. Sang kyai hanya tersenyum menyaksikan fenomena tersebut. Seusai shalat dan doa bersama, sang kyai mengajukan pertanyaan untuk menguji santri yang membawa payung tersebut.


"Dari 500 an santri yang datang, Saya lihat hanya kamu yang membawa payung, kenapa?" Tanya kyai.


"Karena Saya yakin setelah ini akan turun hujan" Jawab sang santri dengan penuh keyakinan.



--
Sekali waktu perlu bagi kita untuk menguji diri sendiri, dengan mengajukan pertanyaan "apakah kita yakin bahwa kita akan sukses?" Lalu persiapan "payung" apakah yang sudah kita persiapkan sejak saat ini?



Mari, kita persiapkan "payung" kia masing-masing. Semoga Tuhan berkenan medengar dan mengabulkan doa-doa kesuksesan kita.




-John Arianto-

Intiarta Madani Group

Mempercepat Secara Perlahan



Seorang anak muda suatu kali datang kepada guru yang patut dihormati dan bertanya,


"Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan penjelasan?"

Guru itu menjawab, "Sepuluh tahun"

Anak muda tersebut keceplosan, "Lama sekali!"

Guru berkata lagi, "Tidak, Aku telah salah. Bagimu akan dua puluh tahun"

Anak muda bertanya lagi, "Mengapa kau menambahinya?"


Guru menjawab, "Pikirkan hal itu, pada kasusmu, mungkin akan sampai 30 tahun" (Philip Kapleau, Reader Digest, 1983)



Sebuah tujuan dapat dicapai pada perjalanan sepuluh tahun tetapi kamu ingin mencapainya hanya dalam sepuluh hari. Ini artinya Anda ingin mencapai tujuan Anda secepat-cepatnya. Tetapi orang tua berkata "Semakin buru-buru tak akan dapat apa-apa".


Seorang penumpang pesawat terbang yang ingin meluncur cepat seperti panah, tanpa membolehkan waktu untuk turun dan berbelok, akan menghadapi banyak rintangan selama penerbangannya. Jauh dari tujuan yang ingin di capai, yakni ingin cepat. Bahkan pesawat itu akan patah dan jatuh di tengah perjalanan. Lalu sang penumpag harus memulai langkahnya dari nol lagi, ia pun harus mengobati lukanya. Semua itu membutuhkan waktu. Andai penumpang itu melakukan penerbangan secara normal, berjalan tidak buru-buru, dia akan mencapai tujuan tepat pada waktunya.


Ketika menunda adalah kesalahan, maka sama salahnya bila terlalu terburu-buru. Semua pekerjaan dapat diselesaikan melalui proses yang seharusnya. Menunda pekerjaan adalah sia-sia dan tidak bertanggung jawab, tetapi melakukannya tanpa perhitungan dan hati-hati merupakan tanda ketidaksabaran yang merusak.



Sukses bermodal Kegagalan

-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

Rahasia Sebuah Kesempatan



Di suatu pagi di dekat sebuah pasar, nampak seorang pemuda sedang tidur bermalas-malasan. Meski pasar terlihat ramai dengan para penjual dan pembeli yang berlalu lalang, pemuda itu begitu tenang berasyik masyur dengan kemalasannya. Dihadapannya kebetulan lewat seorang pedagang yang telah berhasil menjual barang dagangannya. Pedagang itu nampak heran dengan tingkah laku pemuda tersebut, dihampirinya dan lalu bertanya:



"Wahai anak muda, tidakkah kau lihat pagi begitu indah. Semua orang begitu sibuk berjual beli, lalu mengapa kau menyia-nyiakan waktu dan hanya tidur-tiduran di sini?"



"Aku sedang menunggu kesempatan" Jawab pemuda itu dengan suara malas sambil memicingkan sebelah matanya.



"Memangnya kamu tahu bentuk kesempatan yang sedang kamu tunggu itu?" Tanya pedagang dengan rasa heran.



"Tidak" Jawab pemuda sambil menggelengkan kepala



"Kata orang aku harus menunggu kesempatan datang, baru kemudian nasibku akan bisa berubah menjadi baik. Sehingga aku bisa sukses, bisa kaya, dan bisa memiliki apa saja yang ku inginkan. Oleh karena itulah aku menunggu dengan sabar kesempatan itu datang di sini" Jelas pemuda.



"Kalau bentuknya saja kamu tidak tahu, untuk apa kamu tunggu?" Baiknya kamu ikut bersama ku melakukan hal yang berguna. Pasti kelak nasibmu akan berubah jika kamu mau belajar mengikuti jejakku" Ajak pedagang.



"Ah, banyak omong.... Sudah pergi sana! Jangan mengganggu terus!" hardik si pemuda dengan nada kesal.



Si pedagang pun buru-buru pergi meninggalkan pemuda itu sendirian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.



Beberapa menit setelah pedagang itu pergi, datanglah seorang kakek menghampiri pemuda tersebut. Kakek tua itu masih sempat memandangi langkah kepergian si pedagang. Lalu ia palingkan wajah ke pemuda yang dihampirinya.



"Sudahkah kamu mendapatkan kesempatan yang kamu tunggu di tempat ini dengan tidur bermalas-malasan seperti itu?" Tanya kakek tua yang sempat mendengarkan percakapan tadi.



"Belum" Jawab pemuda dengan nada malas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.



"Bukannya baru saja kesempatan itu menghampirimu? Lalu kenapa kamu usir, bukannya kamu tangkap" Tanya kakek tua.



"Apakah kamu tidak tahu, yang baru saja kamu usir tadi adalah seorang pedagang besar kaya raya dari negeri seberang. Kenapa kamu tolak ajakannya?" Si kakek menerangkan sambil keheranan.



Mendengar penjelasan kakek tua itu, si pemuda seperti baru tersadar bangun dari mimpinya. Lalu Ia pun bergegas bangkit dan berteriak - teriak memanggil si pedagang tadi. Sayangnya pedagang itu sudah terlalu jauh berlalu dari pandangan matanya.



"Tidak ada gunanya teriak-teriak, kesempatan yang kamu tunggu sudah berlalu" Ujar si kakek.



Pemuda itu tampak sedih dan terlihat ingin menangis. Ia begitu tertunduk lesu setelah melewatkan kesempatan yang di tunggu, dan tak tahu harus berbuat apa lagi untuk medapatkannya. Semua penantiannya menjadi sia-sia karena jalan pikirannya yang sempit.



Dibalut rasa iba, kakek tua memberikan nasehat kepadanya "Jika kamu ingin mendapatkan kesempatan, maka cari tahu rahasianya. Yang harus kamu tahu, kesempatan itu takkan bisa kamu tangkap jika kamu tidak mengenalinya. Kesempatan belum tentu datang di saat kamu serius menginginkannya, tapi kadang kesempatan itu datang menghampiri disaat kamu tidak serius. Seperti saat dia datang tadi, kamu tidak mengenalinya, akhirnya dia hanya berlalu begitu saja dan belum tentu akan kembali lagi".



"Lalu, aku harus bagaimana? Apakah seumur hidup aku tidak akan memiliki kesempatan lagi?" tanya si pemuda dengan penuh rasa penyesalan.



"Kakek akan memberitahukan mu satu rahasia lagi. Kesempatan yang datang menghampiri pada setiap orang tidak hanya sekali seumur hidup. Bila kesempatan yang satu telah terlewatkan, suatu saat nanti pasti akan datang kesempatan lain. Yang pasti kesempatan itu tidak datang dengan sendirinya. Kesempatan harus diciptakan dan diperjuangkan." Terang kakek.



"Baiklah, Kek. Aku akan berusaha mencoba mengikuti nasehatmu," janji pemuda.



"Kamu juga harus tahu, tidak ada satu waktu pun yang benar-benar tepat untuk memulai mencari dan menemukan kesempatan. Oleh karena itu, janganlah kamu hanya menunggu. Mulai sekarang, detik ini! Mulailah berusaha, bekerja, berjuang dan kesempatan pasti akan tiba pada waktunya. Dan saat kesempatan tiba di hadapanmu, kamu telah siap menyambutnya." Tambahan nasehat dari si kakek.

Dilingkupi rasa gembira, pemuda itu mengucapkan banyak terima kasih, walaupun terasa penyesalan di dalam hatinya karena sudah melepaskan kesempatan yang ada di depan matanya.



Kadang, kesempatan yang kita temukan dalam hidup tampak sepele sekali. Namun jangan coba meremehkan sekecil apapun kesempatan itu. Suatu pencapaian yang besar justru seringkali diawali dari kesempatan-kesempatan kecil yang biasanya terlewatkan oleh banyak orang. Hanya orang-orang yang dapat mengenali kesempatanlah yang akan mendapatkan manfaat terbesar darinya. Merekalah yang sering disebut sebagai orang-orang yang beruntung.



--
-Andrie Wongso-

Tangan Terbuka



 

Amir dan Tono merupakan dua orang sahabat pemancing yang sangat hebat. Jika mereka sedang memancing pasti selalu mendapatkan banyak ikan.


Suatu hari, ketika mereka berdua sedang memancing di sebuah danau, mereka kedatangan 10 pemancing lainnya.


Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan, sedangkan 10 pemancing lainnya tidak mendapatkan sedikit ikanpun. Ke sepuluh pemancing itupun mencoba mendekati keduanya untuk menanyakan tips & trik cara memancing mereka. Amir yang merasa terganggu dengan ke sepuluh pemancing tersebut tidak merespon, tetapi tidak dengan Tono teman sepemancingannya.


Tono bersedia mengajari mereka tapi, dengan syarat jika masing-masing dari mereka berhasil mendapatkan 10 ekor ikan, Tono akan mendapatkan satu ekor ikan dari masing-masing mereka sebagai bonus imbalannya. Tetapi, jika kurang dari 10 ekor ikan yang masing-masing mereka dapat, maka tidak perlu.



Ke sepuluh pemancing tersebut setuju dengan syarat yang ditawarkan, dan mereka dengan cepat belajar tekhnik memancing kepada Tono. Hanya dalam waktu 2 jam, mereka yang awalnya tidak mendapatkan sedikit ikanpun, sekarang masing-masing mereka mengumpulkan sedikitnya sebakul ikan.

Otomatis Tono mendapatkan banyak keuntungan dari pendapatan ikan mereka. Selain mendapatkan bonus ikan dari masing-masing pemancing yang telah disepakati tersebut, kini Tono juga mendapatkan 10 orang teman baru.



Sementara teman sepemancingannya, Amir yang begitu pelit MEMBAGI ILMU memancingnya, tidak mendapatkan keuntungan apapun seperti yang Tono dapatkan.




--
ILMU PENGETAHUAN itu akan jauh lebih BERMANFAAT bila diamalkan atau disebarkan kepada orang lain yang membutuhkan.


"Hanya dengan cara kita mengembangkan orang lain yang akan membuat kita berhasil selamanya".

( Harvey S. Fire Stone ).



"Jika Anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, dengan begitu impian Anda juga akan tercapai".



( Zig Ziglar )




-FX Fredy Sutanto-
Enhanced by Zemanta

Saling Menguntungkan


Ketika suatu perusahaan ban di dunia Barat sedang meluncurkan barang-barang ke pasaran, ada iklan yang menjanjikan bahwa "barang siapa yang dapat menunjukkan satu cacat nyata pada ban itu, akan mendapat hadiah $50.000". Secara alami orang berbondong-bondong untuk membelinya. Jika cacat, maka merupakan keuntungan, jika tidak, mereka tidak kehilangan apa-apa karena mereka benar-benar membeli ban yang bagus.



Pada akhirnya perusahaan benar-benar menerima 20 persen pengaduan yang memang asli. Orang yang mengadu, secara hormat di undang untuk seminar, biaya perjalanan di bayar oleh perusahaan. Ini memberikan kesempatan untuk mengemukakan pandangan tentang bagaimana ban seharusnya ditingkatkan. Satu usulan konkret akhirnya muncul secara mufakat, dan hadiah di bagikan kepada mereka pada saat seminar tersebut.



Dengan mempertimbangkan usulan-usulan pelanggannya, perusahaan itu dapat meningkatkan kualitas ban asli. Meski biaya yang dikeluarkan lumayan bertambah, ban-ban itu terjual jauh melebihi jumlah penjualan sebelumnya. Mulanya, ban-ban itu telah diproduksi menurut bentuk perusahaan sendiri, sedang versi yang ditingkatkan didasarkan pada pendapat dan saran para pelanggan. Adalah sangat alami bahwa orang seharusnya menerima produk asli yang jauh lebih baik.


Di dunia ini, semua orang –tidak hanya produsen dan pelanggan- saling tergantung kepada yang lain. Oleh karena itu, hanya dengan membagi dan kerja sama, mereka dapat mengarahkan dirinya pada kesuksesan hidup. Itulah aturan "memberi-menerima" yang seharusnya paling aktif, seperti jalan dua jalur. Suatu sistem keuntungan tak dapat hanya dari satu jalur. 



Sukses Bermodal Kegagalan 


-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

Sepenuh Hati



Ada seorang anak muda yang baru saja beranjak remaja, sangat beruntung dapat bekerja di perusahaan asing besar sebagai janitor (office boy).

Baginya bekerja di perusahaan asing besar sangat beruntung, karena ia berasal dari keluarga yang mempunyai penghasilan di bawah rata-rata. Oleh sebab itu ia begitu semangat untuk mengejar cita-citanya untuk sukses yang selalu membara dalam hatinya. Tetapi dia bimbang caranya bagaimana?


Karena kedekatan yang sangat erat sekali dengan Ibunya, dia selalu menceritakan semua kendala tersebut kepada.


Entah saran apa yang telah melintas dipikran Ibunya, tiba-tiba saja dia berkata, "setahu ibu sih kalau orang ingin sukses ya harus bergaul dengan orang-orang sukses". Kebimbangan anak muda ini semakin menjadi-jadi. Dengan keadaannya yang hanya bekerja sebagai seorang janitor, siapa orang-orang sukses yang tertraik memberi perhatian kepadanya.


Kembali ia sampaikan lagi kendali tersebut kepada Ibunya. Si Ibu pun memberikan saran dengan kata-kata yang bijaksana "Saran Ibu, kamu harus bekerja lebih giat, masuk ke kantor lebih pagi, selesaikan pembersihan kantor sebelum para pegawai datang. 30 menit sebelum jam kerja di mulai kamu harus sudah siap di depan pintu kantor menunggu para eksekutif datang. Jika mobilnya telah berhenti di tempat parkir, dekatilah oleh mu, berikan sapaan selamat pagi dan tanyakan apakah ada yang bisa kamu bawakan jika dia berkenan"


Pemuda itu melakukan apa yang disarankan oleh Ibunya, para eksekutifpun tak ada yang menolak, bahkan begitu senang dan menghargai tawaran yang diberikan, karena inisiatif yang dia lakukan bukanlah bagian dari tugasnya sebagai janitor.


Begitu terus tiap pagi dia lakukan dan setelah 1 minggu lamanya dia bekerja, semua jajaran eksekutif termasuk Dirut perusahaan itu sudah mengenal dan selalu menyapa dirinya.


Bahkan di saat dia membawakan teh atau kopi ke meja kantor para eksekutif, kadang-kadang mereka membicarakan sesuatu dengan sangat meriah. Sehingga semua eksekutif tahu bahwa anak muda ini diam-diam juga mengambil kuliah malam.

Selang beberapa hari kemudian, karena kampus dimana dia berkuliah dikenal oleh para eksekutif tersebut, mereka menawarkan untuk pergi bareng ke kampusnya, karena kebetulan rumah para eksekutif itu melewati kampus tersebut. Maka setiap haripun dia menumpangi mobil-mobil para eksekuti yang berbeda-beda.

Karena semua eksekutif begitu senang kepadanya dan hampir seperti sahabat, pemuda itupun selalu mendapatkan nasehat tentang cara-cara mengejar cita-cita dan impiannya. Hal tersebut membuatnya makin semangat bekerja karena mendapatkan ilmu dari orang-orang sukses.

Di lain sisi, anak muda ini mempunyai kebiasaan yang sangat disenangi oleh para staff lainnya di perusahaan itu. Dia selalu menawarkan diri untuk bisa membantu pekerjaan mereka kepada siapapun yang berencana mengambil cuti atau liburan,  dengan sangat senang hati dia bisa mengerjakan tugas mereka agar tidak menumpuk.

Sudah tentu semua karyawan senang dengan sikapnya dan menjadi bagian sahabat juga baginya.


Karena semua karyawan disana tahu gajinya yang 'paspasan' sebagai janitor, dia selalu mau diberikan uang tips oleh para eksekutif dan karyawan, TETAPI, dengan sangat sopan dia MENOLAK dan selalu mengatakan hal yang sama kepada setiap orang yang ingin memberikan uang tips kepadanya:

'Saya melakukan semua pelayanan yang terbaik ini kepada Anda, KARENA saya sangat senang telah diterima sebagai sahabat kalian, meskipun saya hanyalah seorang kecil dengan posisi sebagai janitor,  Saya sangat bersyukur. Saya merasa senang dapat melayani Anda.

Jika Anda membayar saya atas apa yang telah saya lakukan, berarti Anda menganggap Saya bukanlah SAHABAT, melainkan TUKANG...


Semua orang di perusahaan itu begitu sangat kagum dengan sikapnya. Dan dalam jangka waktu 5 tahun, dari yang semula hanyalah seorang janitor, dia mendapatkan PROMOSI jabatan yang lebih tinggi, sehingga pada saat dia genap menginjak usia 25 tahun, dia mendapatkan promosi yang lebih tinggi lagi sebagai DIREKTUR oleh perusahaan asing tersebut, dan dia merupakan direktur termuda yang pernah ada saat itu.


Dari sebuah kisah nyata seorang yang mengejar cita-citanya.

-Hendrik Ronald-

 Authorized TDW Master
Enhanced by Zemanta

Baik & Buruk



Di taman sebuah kota yang begitu tampak asri, dipenuhi dengan tanaman mawar. Kebetulan saat itu merupakan musim berbunga, mawar-mawar menampakkan warna-warni yang cantik, dihiasi dengan aroma harum yang memikat orang yang lalu lalang. Tidak sedikit pengunjung taman yang meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Semua orang menyukai mawar karena daya tariknya yang menawan, pun juga karena merupakan lambang cinta. 


Di dekat mawar tumbuh, di sisi lain taman, tumbuh sekelompok pohon bambu yang tidak begitu menarik untuk diperhatikan. Tidak ada bunga yang mekar, juga tidak mengeluarkan aroma harum seperti mawar. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping bambu, maka tidak heran jika bambu selalu cemburu ketika melihat mawar selalu dikerumuni banyak orang.



"Mawar, aku iri kepada mu, aku selalu ingin seperti mu" Ujar bambu suatu hari.



"Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, dan selalu dipuji oleh banyak orang" Lanjut bambu dengan nada sedih.


Mendengar hal itu, mawar hanya tersenyum.



"Terima kasih atas pujian dan kejujuran mu bambu" Ujar mawar.



"Tapi tahukah kamu, sebenarnya aku lebih iri kepada mu" Terang mawar.



Bambu merasa heran dalam diamnya, karena tidak tahu apa yang sebenarnya membuat mawar merasa isi kepadanya.



"Aneh sekali, mengapa kamu iri denganku?" Tanya bambu.



"Ya, Tentu saja aku iri denganmu. Coba kau perhatikan, kamu memiliki struktur batang yang begitu kuat, saat badai datang menerjang pun, kau akan tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun," ujar sang mawar.



"Sedangkan aku dan teman-temanku, kami begitu sangat rapuh, hanya terkena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas berserakan, hidup kami begitu sangat singkat," Jelas mawar menerangkan.


Seketika itu, bambu sadar bahwa dia mempunyai kekuatan pada dirinya. Kekuatan yang dia pikir biasa saja, ternyata membuat iri bagi mawar.



"Tapi mawar, kamu selalu dikagumi orang, dan selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi penghias rumah dengan keindahan mu" Ujar bambu.



Senyum pun kembali mengembang dari sang mawar "Ya, Kamu benar, aku sering digunakan sebagai hiasan dan dicari banyak orang, tapi akhirnya, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu," Jawab mawar.


Sekali lagi bambu merasa keheranan "Aku sungguh tidak mengerti"


"Ah bambu.." ujar mawar sambil menggeleng.



"Seperti yang kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air, sehingga akhirnya kamu dapat mengairi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu memberikan begitu banyak kehidupan bagi tanaman," lanjut mawar.



"Malah aku seharusnya yang heran, dengan manfaat sebesar itu yang ada pada dirimu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku," tutup mawar.


"Ohhhh… kamu benar" ucap bambu sambil mengangguk.



Bambu baru menyadari bahwa selama ini dia telah memberikan banyak manfaat bagi tanaman lainnya, walupun sebenarnya pujian itu lebih sering ditujukan kepada mawar.


Sejak percakapan itu bambu tidak lagi merenungi nasibnya, bambu lebih senang mengetahui manfaat dan kekuatan dirinya yang bisa dia berikan kepada makhluk lainnya.




Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain.




-Yani Sastra-

Lupakan Semua



 


Di sebuah perguruan kungfu, seorang Guru Master tengah mengajari salah satu muridnya jurus pamungkas. Namun sayang keadaan tidak begitu menguntungkan, tiga orang musuh sakti datang ingin memporak-porandakan perguruan tersebut. Dengan tidak sabar ketiga orang tersebut siap menghabisi nyawa guru dan murid yang sedang menyempurnakan jurus pamungkas guna melawan ketiga orang sakti itu.

Jurus pertama selesai diajarkan sang guru. Berlanjut ke jurus kedua..ketiga..keempat.
Begitu sampai di penghujung jurus kelima, sang guru bertanya kepada muridnya.
"Bagaimana? Apa kau ingat seluruh jurus yang telah aku ajarkan tadi ?".

Dengan mata terbelalak……. dan wajah pucat muridnya menjawab,"Tttiii..tidak Guru!".

Keteganganpun berubah, ketiga musuhnya serentak-sontak tertawa geli.

Tapi anehnya, diluar dugaan sang guru malah tertawa, dan berkata,

"Bagus!! Lupakanlah saja jurus-jurus itu.Sekarang, majulah bertarung!!"


Ketiga musuh sakti itu pun segera merangsek maju. Dengan rasa gugup murid itu melawan sekenanya.

"Bag …. Bug…. Bag…." murid itu menjadi bulan-bulanan musuhnya. Namun ia tidak begitu saja menyerah meladeni hantaman ke tiga musuh sakti itu. Sang murid terus bertempur semampunya, sambil berusaha menenangkan dirinya sedemikian rupa.



Tiba-tiba, sesuatu yang aneh kemudian terjadi. Jurus-jurus yang terlupa diajarkan sang guru tadi muncul begitu saja. Mengalir ke luar secara alamiah dari gerak tubuhnya. Walau tidak sama persis dengan yang diajarkan oleh sang guru, tetapi memiliki jiwa yang sama. Dengan kata lain, jurus yang sama, bekerja dengan cara berbeda pada sang murid.

Bukan hanya sang murid yang merasa kaget, ketiga musuh saktinya pun merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Keadaanpun akhirnya kini berbalik, sang murid berada di atas angin. Ketiga musuh sakti itupun takluk ditangan murid yang sejenak lupa akan jurus pamungkasnya.



Yup, itu hanyalah sebuah adegan film kungfu dari sebuah legenda Cina yang penuh dengan ajaran kebijakan.


Dalam mendalami dan mempelajari hal ilmu apapun,
membaca itu sangat baik,
menambah ilmu itupun suatu keharusan,
bahkan... menciplak TIPS& TRICK orang lain juga kadang menghasilkan sesuatu.

Tetapi yang terutama dari itu semua adalah :
KEBERANIAN UNTUK TERLIBAT TERJUN MERASAKAN DAN MENGALAMINYA SENDIRI.

Nikmati saja..rasakan..hingga meresap kebagian terdalam diri kita.
Mungkin pertama kalinya akan babak belur, namun jangan berhenti. Terus, BELAJARLAH DARI LUKA-LUKA itu.

Biarkan teori dan praktek bersatu padu dengan sendirinya. Semua orang butuh waktu.
Bila tiba saatnya nanti..jurus-jurus itu akan berkembang sedemikian rupa, hingga jurus-jurus itu menjadi JURUS ANDA SENDIRI!






*Lupakan Saja Jurus-Jurus Itu*

-Made Teddy Artiana, S. Kom-



Ghostwriter, photographer & CMO Kairos System & Technology (www.kairos-medisoft.com)
Penulis Buku Komedi Inspirasi base on true story BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA* *(yang pernah bekerja di rumah kami)

Jiwa Yang Tenang



 

Tahun 1883, John Roebling seorang Insinyur kreatif terinspirasi oleh ide untuk membangun jembatan spektakuler yang menghubungkan New York dengan Long Island. Namun ahli bangunan jembatan di seluruh dunia berpikir bahwa ini adalah hal mustahil dan berharap Roebling untuk melupakan ide gilanya, karena hal tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya.



Jiwa Roebling menolak untuk mengabaikan visi yang ada dalam pikirannya. Roebling selalu berpikir tentang hal itu sepanjang waktu dan dia tahu jauh di dalam hatinya bahwa hal itu bisa dilakukan. Roebling hanya harus berbagi mimpi dengan orang lain. Setelah banyak berdiskusi dengan putranya, Washington yang juga seorang insinyur bangunan, mereka yakin bahwa jembatan itu sebenarnya dapat dibangun.



Bekerja sama untuk pertama kalinya, ayah dan anak ini mengembangkan konsep tentang bagaimana hal itu bisa dicapai dan cara bagaimana mengatasi hambatan yang akan terjadi. Dengan rasa senang yang begitu besar atas ide liar yang akan mereka wujudkan, mereka mulai membentuk tim dan membangun jembatan impian mereka.



Semula, proyek jembatan ini berjalan dengan baik. Namun naas hal terbaik itu hanya berjalan beberapa bulan saja, kecelakaan tragis pun terjadi merenggut nyawa John Roebling. Jembatan yang dibangun runtuh menimpa para tim pekerja. Washington, putranya turut tertimpa dalam bencana, beruntung tidak kehilangan nyawa tapi luka di sekujur tubuh dan kerusakan otak menyebabkannya tidak mampu untuk berbicara ataupun berjalan.



"Sudah Kami katakan, lupakanlah mimpi gila mereka, ini hal bodoh untuk dikerjakan" Komentar insinyur bangunan senior. 



Semua insinyur berkomentar negative tentang semua yang terjadi dan berharap proyek tersebut segera dihentikan, karena Roebling satu-satunya pencetus ide gila tersebut yang tahu bagaimana jembatan itu dapat dibangun telah tiada. 



Mereka lupa bahwa Washington, putra Roebling yang juga paham mengenai pembangunan jembatan itu masih hidup. Meskipun cacat, Washington tidak pernah patah semangat dan masih memiliki hasrat yang membara untuk menyelesaikan jembatan itu. Pikirannya masih setajam sebelumnya. Washington mencoba untuk menginspirasi dan menyampaikan antusiasmenya kepada teman-teman timnya, namun mereka semua terlalu takut untuk merampungkan tugas itu.



Keterbatasan komunikasi menjadi penghalang baginya menyampaikan ide untuk menyelesaikan proyek impian ayahnya. Ketika masih terbaring di rumah sakit, menikmati sinar mentari yang menerpa kamarnya dan angin yang bertiup sepoi-sepoi, tiba-tiba sebuah ide pecah dipikirannya. Yang dapat ia lakukan pada saat itu hanyalah menggerakkan jari telunjuknya secara perlahan-lahan. Dengan cara itulah dia mengembangkan kode untuk berkomunikasi dengan istrinya untuk menyampaikan ide kepada timnya. 



Washington menyentuh lengan istrinya, lalu dengan jari telunjuknya itu ia memberi kode untuk memanggil para insinyur dan timnya lagi untuk berkumpul. Hal yang sama juga dilakukan Washington, dengan cara menekan tangan istrinya untuk memberitahukan apa yang harus dilakukan para insinyur itu. Rasanya hal tersebut bodoh, tapi mau apa lagi proyek masih harus tetap berjalan. Selama 13 tahun Washington memberikan perintah dengan cara mengetukkan jarinya di lengan istrinya, sampai jembatan itu akhirnya selesai.



Hari ini, "Brooklyn" sebuah jembatan mahakarya yang spektakuler menjadi saksi kemuliaan, penghargaan untuk kemenangan semangat gigih seorang pria dan tekadnya untuk tidak dikalahkan oleh keadaan. Hal ini juga merupakan penghargaan bagi para insinyur dan tim kerja mereka, dan kepercayaan mereka pada seorang pria yang dianggap gila oleh setengah dunia. Juga sebagai monumen nyata atas cinta dan kesetiaan istri Washington yang selama 13 tahun sabar dikodekan pesan oleh suaminya untuk mengatakan kepada para insinyur apa yang harus dilakukan.






Mungkin ini adalah salah satu contoh terbaik dari sikap "tidak pernah berkata mati" untuk mengatasi cacat fisik yang mengerikan dan mencapai tujuan yang mustahil.





Sering kali kita menghadapi hambatan dalam kehidupan sehari-hari, padahal rintangan yang dihadapi tampaknya sangat kecil dibandingkan dengan apa yang banyak orang lain harus hadapi. Jembatan Brooklyn menunjukkan bahwa mimpi yang tampaknya mustahil dapat direalisasikan dengan tekad dan ketekunan, tidak peduli dengan hambatan apapun yang akan terjadi.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Bakat Terpendam



Dante Gabriel Rossetti, sang penyair dan artis terkenal abad ke 19, pernah didekati oleh seorang pria tua. Pria tua itu menyodorkan beberapa sketsa gambar milik muridnya, dia ingin Rosetti memberikan penilaian apakah gambarnya bagus, atau apakah memiliki sedikit nilai seni yang tinggi.


Rosetti memperhatikan secara seksama. Rosetti tau bahwa karya seni tersebut sangat buruk dan tidak memiliki nilai seni sama sekali, tapi karena kebaikan hatinya dia mengatakan kepada pria tua itu selembut mungkin bahwa gambar tersebut hanya menunjukkan sedikit nilai seni. Rosetti merasa tidak merasa enak, tapi ia tidk bisa berbohong kepada pria tua itu. Pria tua itu merasa sedikit kecewa dengan penilaian Rosetti.


Pria tua itu meminta maaf karena telah menggangu waktu Rosetti, tetapi meminta Rosetti untuk melihat beberpa gambar lagi yang dia miliki.


Rosetti pun kembali memperhatikan beberapa sketsa gambar yang disodorkan kepadanya kembali dan tiba-tba dengan sangat antusias Rosetti mengungkapkan bahwa gambar tersebut sangat berseni.


"Ini, oh yang ini sangat bagus" Rosetti berdecak kagum.

"Gambar murid ini sungguh sangat berseni. Dia harus terus diarahkan dan diberikan dorongan. Dia memiliki masa depan yang cerah" Ujar Rosetti.


Rosette bisa melihat bahwa pria tua itu sangat terharu.

"Siapa orang yang begitu berbakat ini? Apakah anak mu?" Tanya Rosetti.


"Bukan" Jawab si pria tua.


"Ini adalah aku, 40 tahun yang lalu. Jika saja aku mendengar pujian anda saat itu. Tapi seperti yang kamu lihat aku begitu putus asa dan begitu mudah menyerah" Tambah si pria tua.




Penyesalan selalu datang kemudian. Ketidakberanian untuk terus melangkah dan begitu cepat menyerah adalah musuh terbesar dalam hidup.




-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Lihat Ke Dalam (Cek & Recek)



Di sebuah minimarket SandiHook, Colorado, seorang anak kecil laki-laki berumur 12 tahun singgah. Ia lalu mendorong peti minuman yang ada di dekatnya ke sebelah telepon koin untuk menjangkaunya. Di tekannya tujuh digit nomor yang akan di tuju. Pemilik toko tanpa menaruh rasa curiga terus mengamat-amati tingkah bocah itu dan menguping pembicaran apa yang sedang di lakukan si bocah. 


Anak Laki-laki: "Hallo, apakah ibu membutuhkan seseorang untuk memotong rumput di halaman rumah?".


Ibu: "Sayang sekali, sudah ada yang mengerjakannya".


Anak laki-laki: "Ibu bisa membayar saya setengah dari upah orang itu kok".


Ibu: "Maaf, saya sudah sangat puas dengan pekerjaan orang itu".


Anak laki-laki: (Dengan sedikit memaksa) "Please bu, saya juga akan menyapu pinggiran trotoar depan rumah ibu, Saya jamin halaman rumah dan depan jalanan rumah Ibu akan menjadi yang tercantik dan terbersih dibandingkan rumah-rumah yang ada di sekitar ibu".


Ibu: "Maaf, sekali lagi tidak, terima kasih".


Bukannya merasa kesal dengan yang terjadi, anak laki-laki tersebut malah gembira dengan senyuman di wajahnya, lalu menaruh kembali gagang teleponnya.


Pria tua pemilik toko yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan si bocah kemudian menghampiri.

Pemilik Toko: "Hai bocah, aku suka sikapmu, semangat positifmu. Jika kamu benar-benar ingin bekerja, Aku ada tawaran untukmu". 


Anak laki-laki: "Oh, tidak Pak Tua. Terima kasih".


Pemilik Toko: "Apa? Dari tadi Ku dengarkan kamu sangat memaksa untuk mendapatkan pekerjaan, berarti kan kamu sangat butuh pekerjaan. Aneh kamu!".


Anak laki-laki: "Oh, itu Pak. Saya cuma mau men cek & re-cek apakah pekerjaan yang saya lakukan sudah benar-benar bagus. Soalnya, Sayalah yang bekerja di rumah si Ibu itu!".




Seberapa banyak dari kita yang selalu mencari tau apakah pekerjaan yang telah dilakukan benar-benar telah membuat puas majikan/bos di mana kita bekerja, sehingga kita bisa terus tak tergantikan?


Orang lainlah yang akan selalu menilai tinggi atau rendahnya diri kita. Jadi, buatlah diri kita selalu mempunyai nilai yang tinggi, sehingga orang lain pun akan selalu menilai kita lebih dari yang terbaik.





-Haryo Ardito-

Besar Tak Berakal




Ada seorang pria yang sedang menjelajah di dalam hutan melewati sekumpulan gajah, tiba-tiba berhenti, merasa heran dengan apa yang dilihatnya. "Bagaimana mungkin hewan sebesar itu dapat ditahan oleh tali kecil yang hanya membelenggu kaki depannya" Tanyanya dalam hati. Tidak ada rantai ataupun kandang. Sungguh mengherankan, seharusnya hewan itu mampu, kapanpun dia mau lepas dari ikatan tali yang lemah itu, tapi faktanya tidak.


Dia melihat sang pawang gajah yang sedang berdiri lalu bertanya


"Kenapa gajah-gajah itu hanya berdiri saja di sana dan tidak berusaha untuk kabur?"


"Oh…, ya karena pada waktu mereka masih kecil dan sangat muda kami selalu menggunakan tali yang sama untuk membelenggu kaki mereka, pada saat usia itu tali itu cukup untuk menahan mereka. Seiring bertambahnya ukuran mereka, hewan itu merasa dan percaya bahwa tali yang membelenggu kakinya tidak dapat diputuskan. Karena mereka percaya bahwa tali itu akan tetap menahan mereka, jadinya mereka tak pernah mencoba untuk memutuskannya apalagi kabur" terang sang pawang.


Pria itu terkagum-kagum. Hewan ini bisa saja setiap saat membebaskan diri dari ikatan yang lemah itu, tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, akhirnya mereka terkekang tepat di mana mereka berada sekarang.




Seperti gajah, berapa banyak dari kita yang menjalani hidup selalu berpegang pada sebuah keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu hanya karena pernah gagal sekali sebelumnya?



Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran, kita tidak boleh menyerah dalam perjuangan hidup ini.




-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Harga seorang manusia




Seorang motivator terkenal memulai seminar dengan mengangkat selembar uang pecahan Rp. 100.000,- di tangannya. Lalu di dalam ruangan yang dipadati oleh 200 orang pendengar dari kalangan siswa-siswi SMA itu ia mengajukan pertanyaan


"Siapa yang mau uang Rp. 100.000,- ini?"


Sontak semua pendengar mengacungkan tangan, berharap dapat Rp.100.000,-, lumayan untuk uang saku tambahan.


"Saya akan memilih salah satu dari kalian sebagai pemilik uang ini, tapi biarkan saya melakukan ini" Lanjut sang motivator sambil melecak-lecakan uang kertas Rp. 100.000,- di tangannya.


Sang motivator kemudian bertanya, "Apakah masih ada dari kalian yang masih menginginkannya?"


Kini tinggal tersisa setengah dari para pendengar yang mengacungkan tangan.

"Ok. Bagaimana jika saya melakukan ini?" Tanya sang motivator kembali sambil menjatuhkan uang Rp. 100.000,- ke lantai dan menginjak-injak dengan sepatu seperti layaknya mematikan puntung rokok.


Kemudian uang yang sudah kotor dan lecek tersebut diambilnya dan berkata "Sekarang, apa masih ada dari kalian yang menginginkannya?"


Ternyata masih tersisa sedikit pendengar yang mengacungkan tangannya.

"Sahabat sekalian, tidak peduli apa yang telah saya lakukan terhadap uang ini, kalian masih tetap menginginkannya karena apa yang telah saya lakukan tersebut tidak akan mengurangi nilai dari uang ini. Nilainya tetap berharga Rp. 100.000,-" terang sang motivator.



Dalam hidup, terkadang kita sering terjatuh, kusut oleh permasalahan akibat dari keputusan yang telah kita buat dan ataupun oleh keadaan yang datang dengan sendirinya, lalu dengan rasa kecewa merasa seolah-olah kita tidak berharga lagi.


Harus di ingat "Apapun yang terjadi atau yang akan terjadi terhadap diri Anda, Anda tidak akan pernah kehilangan nilai diri Anda"

Hidup ini seperti sebuah lautan, selalu penuh dengan pasang surut arus. Sangat mudah untuk kehilangan harapan dan juga keyakinan.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Di balik Rahasia Sukses




Di zamannya, seorang pria muda pernah bertanya sesuatu tentang rahasia sukses kepada Socrates, filusuf besar Yunani Kuno. Socrates mengatakan kepada pria muda tersebut untuk datang menemuinya lagi keesokan harinya di dekat sungai tengah kota.


Keeoskan harinya mereka pun saling bertemu. Socrates meminta sang pemuda untuk berjalan bersamanya masuk menuju sungai.


Ketika air sudah mencapai batas leher mereka, si pemuda begitu terkejut ketika Socrates memintanya merunduk dan dengan tiba-tiba melelapkan kepalanya kedalam air. Pria itu berjuang untuk ke luar dari dalam air, tapi Socrates dengan kuat menahan tubuh pria itu di dalam air sampai tubuhnya mulai membiru.


Pemuda itu berjuang keras dan akhirnya berhasil bangkit. Hal pertama yang dilakukannya adalah terkesiap dan mengambil napas dalam-dalam.


Socrates lalu bertanya, "Apa yang paling kamu inginkan ketika kamu berada di bawah air?"


"Udara" Jawab pria itu.


"Itulah hal paling rahasia untuk sukses. Bila kamu menginginkan kesuksesan sekuat kamu menginginkan udara, maka kamu akan mendapatkannya. Tak ada rahasia lainnya." Jelas Socrates.



refleksi:

Sebuah keinginan yang membara adalah titik awal dari semua prestasi. Sama seperti halnya api kecil yang tidak akan bisa memberikan cukup panas, keinginan yang lemah tidak akan dapat memberikan hasil yang terbaik.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Rahasia Tuhan



Pernah ada seorang pria terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni karena kapalnya rusak dihantam ombak. Setiap hari pria itu selalu berdoa kepada Tuhan agar memberikan bantuan dengan mengirim seseorang untuk menyelamatkan dia. Tapi dia merasa kecewa, karena doanya tak terkabul, tak ada satupun orang yang pernah melintasi pulau tersebut.


Beberapa minggu pun berlalu, mau tidak mau pria itu terpaksa harus belajar bertahan hidup di pulau yang tak berpenghuni. Dia membangun sebuah gubuk untuk tempatnya bernaung sambil menunggu kalau-kalau ada kapal yang melintasi pulau tersebut. Persediaan makanan dan kayu bakar dia cari di sekitar pulau lalu dikumpulkannya di dalam gubuk kecil.


Suatu hari, saat dia telah selesai berburu makanan dan kembali ke gubuknya, ia melihat sesuatu yang tak diinginkannya, gubuknya terbakar dengan cepat dan membakar habis semua yang ada di dalam dan di sekitar gubuk. Tak ada satupun yang tertinggal, termasuk semua harta miliknya telah menjadi asap. Satu-satunya yang tertinggal hanyalah pakaian lusuh yang melekat ditubuhnya.

Awalanya dia shock, lalu lama-kelamaan amarah pun merasuki dirinya. Dalam amarahnya dia melemparkan tinju ke udara, mulai mencaci maki Tuhan dan berteriak 

"Tuhan, bagaimana mungkin Engkau membiarkan ini semua terjadi padaku? Aku sudah berdoa kepada Mu setiap hari untuk mengirimkan bantuan yang datang untuk menolong ku tapi tak ada satupun yang datang, dan sekarang semua yang ku miliki terbakar habis! Mengapa Kau lakukan ini semua pada ku! Mengapa Kau membiarkan ini semua terjadi?"

Ketika pria itu menangis dengan sejadi-jadinya dalam keadaan berlutut, ia mengangkat kepalanya dan samar-samar melihat sebuah kapal yang datang ke arah pulau dari kejauhan. Akhirnya tangisnya berubah menjadi tangis bahagia. Pria itu diselamatkan oleh sebuah kapal yang melintasi pulau tersebut. Dalam bahagia dia bertanya-tanya kepada Kapten kapal tersebut 

"Bagaimana kalian bisa menemukan aku?"

"Kebetulan kami sedang menjelajahi lautan, ketika kami melihat kepulan asap yang membumbung tinggi di batas cakrawala, kami memutuskan untuk pergi mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, saat itulah kami menemukan Anda" Jawab sang Kapten.



Begitulah hidup, kita akan selalu dihadapkan dengan tantangan, masalah, dan bencana. Apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurut Tuhan, dan apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Tuhan. Bencana, kadang-kadang bisa menjadi berkah yang tersembunyi. 





-Academictips-

Fokus Hidup





Di sebuah kota kecil yang merupakan salah satu pusat perdagangan sedang mengadakan acara makan malam tahunan dengan mengundang seorang pembicara motivator ulung. Keadaan ekonomi kota itu sedang kacau, kebanyakan masyarakatnya hidup dalam rasa putus asa, oleh karena itu mereka menginginkan sang motivator untuk memberikan sebuah dorongan kepada mereka.


Saat memulai presentasinya, sang motivator mengambil satu lembar besar kertas kosong berwarna putih, lalu dia membuat sebuah lingkaran hitam kecil di tengah-tangah kertas kosong dengan sebuah spidol. Lalu sang motivator mengangkat kertas tersebut untuk memperlihatkannya kepada para pendengar dan bertanya apa yang mereka lihat di kertas itu?

Seorang pendengar menjawab dengan cepat "Ada sebuah lingkaran hitam kecil"

"Ok, lalu apa lagi yang kamu lihat?" Tanya sang motivator kembali.

Seorang pendengar lainnya pun menjawab sama "Hanya lingkaran hitam kecil"

"Tidak kah kalian melihat sesuatu selain lingkaran hitam tersebut?" sang motivator bertanya kembali.

"Tidak" Jawab sebagian besar pendengar.

"Bagaimana dengan selembar kertas?" Tanya sang motivator

"Saya yakin kalian semua melihatnya bukan? Tapi kalian semua telah memilihi mengabaikan hal itu" Sambung sang motivator.





Dalam hidup, terkadang kita juga cenderung mengabaikan suatu hal yang besar dan lebih suka memilih memfokuskan perhatian kita terhadap hal-hal yang kecil, seperti kegagalan dan kekecewaan. Masalah dalam hidup itu seperti sebuah titik hitam di atas kertas, bentuknya kecil dan tidak signifikan jika kita mau memperluas cakrawala kita untuk melihat secara keseluruhan gambar.

Termasuk yang manakah anda, apakah anda salah satu dari orang yang memfokuskan perhatian dan energinya pada sebuah titik hitam kecil-seperti masalah tersebut? 





-Academictips-

Kurir Istimewa

http://emailbisnismarketing.blogspot.com



Suasana hari Jumat di sebuah kantor, tampak sebagian karyawan kurang bersemangat. Hal ini disebabkan karena sudah dekat waktunya para pegawai libur akhir pekan.

Hari itu, office boy kantor tersebut, tiba-tiba tidak masuk kerja. Padahal, ada kebutuhan mendesak untuk mengirim sejumlah dokumen penting ke relasi di luar kota, yang biasanya dikerjakan oleh si office boy tersebut. Demi menghemat waktu, maka kantor itu memutuskan menggunakan jasa kurir untuk mengirim dokumen penting tersebut.

Tak lama menunggu, nampak seseorang dari perusahaan jasa kurir yang ditugaskan datang untuk mengambil dokumen itu. Namun, sungguh pemandangan yang mengagetkan. Kurir yang datang adalah seorang yang cacat. Ia tidak mempunyai kaki. Kedua penyangga tubuhnya buntung hingga sebatas lutut. Untuk berjalan, ia menggunakan bantuan papan yang diberi roda kecil untuk menopang tubuhnya. Dengan papan itu, ia bisa berjalan sambil mengayunkan tangan. Papan itu juga berfungsi untuk menaruh barang yang akan dikirimkan oleh pelanggan jasa kurir tempatnya bekerja.

Melihat kondisi sang kurir, orang-orang di kantor itu spontan keheranan. Ada yang merasa kasihan, namun ada pula yang mengungkapkan kejengkelannya. Jengkel pada perusahaan kurir, mengapa orang cacat yang dikirim untuk tugas seperti itu. Namun, mereka juga merasa kasihan melihat perjuangan si cacat karena harus bersusah payah demi hidupnya.

Tapi, rasa kasihan itu segera berubah menjadi rasa kagum sekaligus hormat. Rasa itu muncul ketika salah satu pegawai menawarkan bantuan untuk mengambilkan dokumen yang akan dikirim yang kebetulan masih berada di lantai dua.

"Mas, tunggu disini saja, biar saya yang ke atas menggambilkan dokumennya untuk Mas…. Kasihan kan, mas harus mengambil ke lantai dua," sebut pegawai itu.
"Jangan ..jangan Pak. Biar saya sendiri yang mengambil ke atas. Sudah biasa kok. Tak perlu merepotkan Bapak. Tapi, terima kasih atas kebaikannya,"
jawab kurir itu.
"Nggak kok…tidak apa-apa. Tidak merepotkan. Mas tunggu di sini saja, sebentar lagi saya ambilkan ke atas...," sergah si pegawai.

"Maaf Pak. Bukan saya tidak mau dibantu. Tapi ini sudah tugas saya, dan saya juga sudah biasa kok. Lagipula, kalau setiap orang membantu saya, malah saya nanti jadi pemalas dan tidak bisa berbuat apa-apa karena terbiasa menggantungkan diri pada bantuan orang lain," sebutnya lugu, tanpa bermaksud mengada-ada. Setelah itu, tak lama ia pun segera memulai aksinya mengayunkan tangan dengan lincah, mendorong tubuhnya menaiki tangga satu persatu.

Pegawai yang menyaksikan kejadian itu pun terdiam dalam kekaguman. Orang cacat itu telah memberi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Meskipun cacat, dia tidak ingin dikasihani. Meski punya kekurangan, dia memiliki semangat juang yang luar biasa untuk bekerja dan mandiri.

Kejadian itu, sungguh membuat sebagian pegawai yang tadinya bermalas-malasan merasa malu. Sebab, mereka yang bertubuh normal merasa kalah semangatnya dengan orang yang bertubuh cacat. Maka, semua pekerja di kantor itu pun segera bergegas untuk kembali menyelesaikan pekerjaannya, kali ini dengan semangat yang menggebu-gebu.


*Pembaca yang berbahagia, *

*Pada kondisi dan hal-hal tertentu, mungkin kita membutuhkan bantuan orang lain. Bahkan, kita tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain. Sebab, kehidupan di antara manusia merupakan hidup saling ketergantungan satu sama lain. *

*Namun, kita akan menjadi lemah kalau kita hidup hanya dengan menunggu, apalagi menggantungkan belas kasihan orang lain. *

*Ingat!* *
Jati diri manusia ditandai dengan keberanian bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.

Maka, bagaimanapun dan apapun kondisi kita saat ini, kita harus mampu belajar dan membangun sikap mental kemandirian. Dengan begitu, keberadaan kita di dunia ini akan mempunyai nilai tersendiri.*


--
JUNIATER HUTAPEA
Sirajadeang Toruan, Laguboti 22381

Anak kecil dan kupu-kupu

http://emailbisnismarketing.blogspot.com

 

Suatu hari ada seorang anak laki-laki sedang memperhatikan sebuah kepompong..
Dan ternyata didalamnya ada kupu-kupu yang sedang berjuang untuk melepaskan diri dari dalam kepompong dan Kelihatannya begitu sulitnya.


Si anak laki-laki tersebut merasa kasihan pada kupu-kupu tersebut dan berpikir cara untuk membantu si kupu-kupu agar bisa keluar dengan mudah.


Akhirnya si anak laki-laki tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting dan membantu memotong kepompong agar kupu-kupu bisa segera keluar dari sana. Alangkah senang dan leganya si anak laki-laki tersebut.


Tetapi apa yang terjadi ???
Si kupu-kupu memang bisa keluar dari sana,Tetapi Kupu-kupu tersebut tidak dapat terbang,hanya dapat merayap.


Apa sebabnya??? Ternyata bagi seekor kupu-kupu yg sedang berjuang dari kepompongnya tersebut, yang mana pada saat dia mengerahkan seluruh tenaganya, ada suatu cairan di dalam tubuhnya yg mengalir dengan kuat ke seluruh tubuhnya yang membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi karena tidak ada lagi perjuangan tersebut maka sayapnya tidak dapat mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu-kupu yg hanya dapat merayap.


Kadangkala good intention, niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik.


Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita. Kadangkala kita sering membantu mereka karena kasihan atau rasa sayang, tapi sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri.


Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang. Memandulkan kreativitas, karena kita tidak tega melihat mereka mengalami kesulitan, yang sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya, justru menjadi KUAT.


Demikian juga pada saat kita sedang harus berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain, berjuanglah dahulu dengan mengerahkan segala kemampuan kita...
Hidup memang penuh dgn PERJUANGAN.


Sesungguhnya kita sering menyalahkan situasi yang kita hadapi, namun ternyata situasilah yang mendewasakan kita...

-----
Pramono Dewo

Membuka Kunci Gerbang Menuju Sukses



Seorang tamu berjuang dengan putus asa untuk membuka kunci, dia terus mencoba memutar dan memutarnya, mencoba menarik untuk membuka kunci, akhirnya kekesalannya memuncak. “Kunci ini rusak!”, teriaknya kepada setiap orang yang mungkin mendengarnya. Kemudian dengan nafas yang tidak teratur dia memaki bahwa pemilik rumah bodoh dengan membeli kunci seperti itu. Selanjutnya dia marah kepada industri pembuat kunci yang memproduksi barang-barang yang jelek, tanpa peduli apakah orang akan mendapatkan masalah atau tidak.

Pada waktu itu, sang tamu kehabisan akal dan memutuskan untuk membuka pintu secara paksa dengan palu. Sebentar kemudian, pemilik rumah tiba dan mencoba memasukkan kuncinya sendiri ke dalam gembok tersebut. “Oh maafkan saya!” sang pemilik rumah berkata. “Aku sungguh lupa telah mengganti gembok ini dan sekarang aku ingat aku memberikanmu kunci yang salah” Kemudian dia memberikan kunci yang sesuai, dan gembok langsung terbuka. Jadi kemarahan tamu tersebut telah tertahan dan dia tidak memperoleh apa-apa karenanya, kecuali menenangkan dirinya darpada menghabiskan tenaga.

Betapa banyak sekarang ini orang-orang yang menemukan dirinya dalam keadaan sulit seperti ini. Mengetahui dirinya, mereka seakan berada dalam jalan buntu di belakang orang lain. Menemukan tempat yang sangat perlu untuk dimasuki, mereka kesulitan. Bahkan mereka benar-benar tak dapat menembusnya, karena jalan telah ditutup dengan gembok, sementara mereka memegang kunci yang salah. Zaman modern ini telah mengubah gembok pintu kehidupan, tetapi mereka masih saja membawa kunci lama yang sama, berharap menggunakannya dimana-mana, tidak memahami ketika kunci-kunci tersebut tidak bisa membuka gembok untuk kita, dan kemudian kita membuang-buang tenaga dalam kegusaran yang tidak berguna. Pertama-tama kita mengutuk pembuat gembok, kemudian lingkungan. Tetapi semuanya tidak bermanfaat, karena kita toh tetap saja tidak dapat membuka gembok baru dengan kunci lama.

Jika kita merasa dihalangi dan dirintangi, itu karena kita merasakan hukuman bagi kelalaian dan kekurangan kita sendiri. Di alam ini, sebagian besar petaka kita terjadi karena kesalahan kita untuk memenuhi standar pada masa itu. Sekarang, kita sadar betapa banyak dari kita tertinggal oleh modernitas, kita akan berada di posisi harus melenyapkan semua hambatan dari jalan kita. Kita harus menggunakan kunci yang tepat untuk membuka gerbang kehidupan, dan dengan begitu semua jalan masuk akan terbuka di depan kita.

 Sukses Bermodal Kegagalan
-Maulana Wahiddin Khan-