Kliping Email Group

Tampilkan postingan dengan label made teddy artiana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label made teddy artiana. Tampilkan semua postingan

Tuntunan Yang Terlupakan

http://emailbisnismarketing.blogspot.com


Disuatu gelap malam, di tengah lautan dalam cuaca yang kurang bersahabat.

"Kapten..! Kapten..banguun..!", teriak seorang kelasi kapal, tergopoh-gopoh membangunkan sang kapten.
"Aoohheemm..ada apaaa?!"
"Maaf membangunkan Anda, kita punya masalah serius.."
"Masalah serius? Apa itu..!"
"Ada sebuah kapal di depan kita, pada jarak 25 mil. Dan mereka tidak mau minggir"
"Lho, suruh mereka minggir!"
"Saya sudah menyuruhnya minggir, tapi mereka menolak"
"Kurang ajar..! Beraninya mereka bersikap demikian dgn kita, kapal perang bersenjata lengkap?! Apa mereka tidak tahu, kita bisa meledakkan mereka dgn mudah?? Biar aku yg menyuruhnya minggir"

Kapten kapal perang itu bergegas bangkit, lalu mereka berlari menuju ruang kemudi. Dengan tak sabar, sang kapten merampas radio, lalu membentak dgn keras.

"Kami memerintahkan kalian minggir 15 derajat"
Suara diseberang menjawab tak kalah tegas.
"Justru kalian yg kami perintahkan minggir 15 derajat".

Kapten terhenyak...
"Disini Kapten Richard, memerintahkan kalian minggir!"
Suara diseberang menjawab.
"Saya, Simon..memerintahkan kapal anda minggir sebelum terjadi sesuatu!!!"

Kini, dgn murka Kapten menjawab..
"Grrrhhh..kalian tidak tahu kami??!!! kami kapal perang angkatan bersenjata 'Badai Lautan'...!!!"
Suara radiopun menjawab..
"Ok. Kami...mercusuar..!!!!!"


Hehehhehe...

Sering kali..kita menyangka, kita menguasai hidup kita, mengetahui segala apa yang kita rencanakan dan tahu persis apa yang kita lakukan..kemudian dengan arogan..mengabaikan "cahaya peringatan" dari Sang Mercusuar, yang sebenarnya selalu ingin mendatangkan kebaikan bagi hidup kita. Sudah terlalu banyak, kapal (baca : manusia) karam menabrak karang, hanya karena memilih jalannya sendiri.

Manusia ciptaan istimewa, itu benar. Ia adalah kalifah bagi ciptaan lain, itu pun tak erbantahkan. Namun bukan berarti kita kemudian mampu berjalan sendiri tanpa tuntunan ilahi dari Sang Pencipta. Karena nyatanya... faktanya... kita sangat lemah dan terlalu mudah hilang arah. Lalu mengapakah kita tidak mempercayakan diri kepada cahaya dari Sang Mercusuar ? ;)




---
Made Teddy Artiana, S. Kom.
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

Bahaya, Efek Kambing Gila Turki

http://emailbisnismarketing.blogspot.com



 

Dasar Kambing Turki..!



Peristiwa ini nyata, dan sungguh-sungguh terjadi di Turki. Saking uniknya, media mencatat detail tragedi tersebut.


Tanggal 8 Juli 2005, 1.500 ekor kambing di Turki sana meloncat dari suatu tebing yang tinggi. 450 ekor mati di tempat. Sisanya, karena terjatuh di tumpukan bangkai kawan-kawannya, mereka hidup meski sebagian besar patah tulang.


Sekilas menggelikan, bahkan hampir tidak dapat dipercaya. Bagaimana mungkin cuma karena 1-2 ekor melompat, sekawanan yang lain ikut melompat! Dasar kambing sinting!


Akan tetapi kalau dipikir-pikir, ternyata tragedi kambing Turki, bisa jadi analogi dalam hidup kita. Sayangnya tidak banyak yang sadar. Sering kali, kita membuat keputusan, hanya karena NGIKUTIN yang lain. Menyerahkan keputusan penting hidup kita kepada 'kambing' di depan kita.


Ikut temen.
Ikut masyarakat.
Ikut kata orang.
Ikut kata para motivator.
Ikut arus.
Wait a minute....think again!


Hanya segelintir saja yang berani berpikir.
Yang lain tutup mata.
"You jump..I jump..!"


Apakah itu benar adalah AKU?
Apakah ini profesi yang membuat aku SUNGGUH-SUNGGUH hidup ?
Apakah itu benar PILIHAN terbaik untuk hidup-ku?


Hidup hanya sekali.
Menemukan jati diri sendiri adalah sangat kritikal bagi perjalanan yang sekali ini.
Karena setiap orang terlahir dgn suatu misi, selamat mengeksplorasi hidup ini..!
Yuuk saling ngingetin..!
Kita bukan sekumpulan kambing Turki..!!
(*)



---
Made Teddy Artiana

Madu atau Racun?

http://emailbisnismarketing.blogspot.com

 



Tidak banyak yang sadar, bahwa kata-kata sangat besar stimulinya bagi sistem syaraf dan otak kita.

Kata "mentok", "mumet", "tidak bisa", "tidak tahu", "BT", "puyeng", "buntu"...setelah diucapkan, segera menstimuli sistem syaraf dan otak kita, lalu dengan sangat meyakinkan mempengaruhi juga fisiologi kita. Demikian juga kata-kata "Dahsyat", "cerdas", "super", "bisa", "ajaib", "sehat" dan sebangsanya.

Jika tidak percaya, silakan coba sendiri. Ulangi kata-kata "mumet" disetiap percakapan kita dengan orang lain, maka Anda segera akan merasakan akibatnya. Cobalah juga kata "segaarrr"...dan rasakan perbedaannya.

Namun demikian, otak dan sistem syaraf kita, memang dirancang meresponse hal-hal spesifik lebih dari hal-hal general. Jadi, kalimat "selalu ada jalan keluar dalam setiap kesulitan", akan mendapat response lebih, dibandingkan kata "super, super, super dan superrrrrrrrrr".

Jadi bijaksanalah dalam memilih kata-kata yang "mensugesti" Anda secara positif. Supaya kata-kata kita jangan terbuang percuma disapu udara, dan gak boros nafas.

Bagaimana dengan kata-kata yang diucapkan kepada diri sendiri? Wah ini juga harus mendapat perhatian sungguh-sungguh. Karena 60% komunikasi, terjadi adalah dengan diri sendiri.

Sehingga, kalimat "mati gw!" yang kita ucapkan pada saat diundang untuk bicara didepan umum, tentunya juga merupakan 'perintah' bagi sistem syaraf dan otak kita.

Semoga kita semakin bijak dalam berkomunikasi, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. (*)


---
Made Teddy Artiana, S. Kom.
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com
-->

Bukan 'Seorang' biasa

http://emailbisnismarketing.blogspot.com


James, saya bukan sekedar 'Tukang Kunci' biasa..!



Sekilas, ia memang tidak terlalu jauh berbeda dengan rekan-rekannya.
Sama-sama nyari makan, sama-sama bau matahari karena berjemur, sama-sama mejeng di perempatan, sama-sama nyari penumpang, sama-sama berstatus "Tukang Becak".

Tapi coba perhatikan lebih seksama lagi, maka perbedaannya akan segera mencuat keluar.
Ia jelas lebih ramah. Satu-satunya yang berbelangkon. Satu-satunya yang menggunakan Sorjan (baju jawa ala abdi keaton).

"Repot-repot amat Pak", tukas seorang penumpang.
"Gak ribet tuh pake 'seragam' gituan?", timpal yang lain.
Ia hanya tersenyum. Mereka akhirnya memilih tukang becak lain. Aku melihat kejadian itu.

Hingga suatu ketika, sepasang turis asing memilihnya, dari deretan tukang-tukang becak. Tidak hanya memilih menaiki becak itu, sang turis juga menyempatkan diri berfoto dengannya.
Kejadian inipun tak lepas dari pengamatanku.

"Jelek-jelek gini, kulo 'duta wisata' Mas", ujarnya sambil mengangguk sopan kepadaku, kemudian berlalu.
Aku tersentak sadar. Tak banyak Tukang Becak mengerti 'sedalam' bapak tadi. Kebanyakan mereka hanya berpikir 'aku tukang becak' (that's it!). Hanya si bapak itu yang sungguh-sungguh mengerti "makna" pekerjaannya.

Tiba-tiba saja aku teringat salah satu cerita James Gwee yang aku anggap sangat menarik : tentang seorang bapak tua yang "hanya" bertugas memastikan seluruh kunci pintu hotel berfungsi dengan sempurna. Dari pintu ke pintu, setiap hari, seumur pekerjaannya!

Melihat dedikasi dan antusiasme si Pak Tua, James Gwee dengan penasaranpun bertanya.
"Apa yang membuat Anda demikian tekun melakukan pekerjaan yang membosankan seperti itu?"

Pak Tua-pun menjawab, "jika demikian James, berarti Anda tidak mengerti pekerjaan saya yang sesungguhnya! Saya bukan 'tukang kunci' biasa. Anda tahu hotel ini bintang lima, dan orang-orang yang menginap disini paling tidak adalah manager dari sebuah organisasi, atau owner sebuah bisnis yang punya karyawan, atau kepala keluarga yang memiliki anak, istri dan keluarga. Tugas saya adalah memastikan 'keselamatan' mereka. Jika terjadi kebakaran, dan karena kunci yang macet, terkurung didalam kamar. Maka bukan tidak mungkin sebuah organisasi kehilangan manager terbaik mereka, sejumlah orang kehilangan pekerjaan mereka karena owner perusahaan tertimpa musibah atau sebuah keluarga kehialngan ayah, suami atau anak mereka, jadi James.. saya BUKAN SEKEDAR Tukang Kunci biasa!"

Seandainya saja semua orang tahu makna pekerjaan mereka yang sebenar-benarnya. Mereka pasti akan melakukannya dengan bangga dan dengan sebaik-baiknya. Dan lebih dari semua itu, mereka akan mengerti siapa 'Boss' mereka sesungguhnya.(*)



---
Made Teddy Artiana, S. Kom.
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

Hidup Gak semudah bacot-nya MARIO TEGUH

http://emailbisnismarketing.blogspot.com


Aku langsung tertawa terbahak-bahak sehabis membaca status BB salah seorang teman. Wajah Mario Teguh, dan cara bicara beliau yang khas dan mendayu-dayu itupun langsung terbayang seketika. Hahahaha…!


Kira-kira apa reaksi Mario Teguh seandainya beliau membaca kalimat diatas? Aku yakin beliau hanya tersenyum arif.


Lalu, jika yang membaca adalah fans berat Mario Teguh? Wah..minimal sebuah message bernada pembelaan langsung meluncur ke handphone Anda, atau inbox, jika ia memilih 'menyapa' Anda via email. Itu minimal, maksimalnya? Tidak ada yang tahu..Bisa jadi bogem mentah jurus Jalan Keemasan tiba-tiba melayang ke wajah Anda. Karena biasanya di negeri ini, fans lebih galak dari tokohnya. Pemain bola sesudah bertanding bisa pulang bareng, atau tukar kaos, tapi pendukungnya..lanjuuutt…bunuh-bunuhan!


Kembali kepada persoalan bacot diatas…


Apapun itu..sebuah KONTROVERSI selalu menghasilkan ketenaran. Entah *white campaign* entah *black campaign*. Siapa yang berani memastikan black campaign akan menghasilkan black opinion? Atau white campaign tidak berubah jadi antipati? Tidak ada yang tahu. Namun begitu kontroversi (salah satu bahan dasar CAMPAIGN) mutlak diperlukan jika Anda ingin cepat tenar. Itu fakta.


Kontroversi sering kali 'memunculkan' sifat khas atau memberikan 'ke-khasan' dari seseorang atau sebuah kejadian. Sehingga orang itu langsung  standout. Terlihat dan teringat.


Ingat Inul vs Rhoma " T e r l a l u " Irama?

Karir Inul sebenarnya sudah mulai meredup, sebelum Bang Haji mengobok-obok Inul dan simpati dari segala penjuru kembali mendongkrak Inul, hingga sampai ke Inulfiesta segala.


Ingat Robert T Kiyosaki? *If You Want to Be Rich and Happy, Don't Go to School*, buku pertama Kiyosaki membuat ia dipublikasi besar-besaran, sebelum akhirnya ngetop keseluruh dunia gara-gara *Rich Dad Poor Dad*. Sekali waktu seseorang muncul dan mengatakan bahwa Kiyosaki adalah penipu dan Rich Dad nya adalah isapan jempol belaka. Apapaun itu dampaknya :
Robert Kiyosaki tambah ngetop.


Sekarang coba ingat-ingat masa SMA atau kuliah dulu. Siapa orang yang paling kita ingat? Pertama, jelas..mantan pacar. Kedua..sahabat. Lalu teman yang paling cantik atau ganteng, teman yang paling bego, paling pintar, paling ngocol, paling pendiam, paling baik. Begitu juga dengan guru atau dosen. Dosen yang paling sexy atau tampan, yang paling baik, yang paling aneh…singkat kata..mereka yang punya KEKHASAN. Kemudian karena punya kekhasan, maka konroversi dan cerita-cerita mengangkat mereka ke permukaan.


Jadi ketika Anda ingin diri anda atau produk anda diingat….lakukan bla..bla..bla…(pasti anda tahu sendirilah…hehehehe)


Tapi tunggu sedikit melanjutkan kisah bacot diatas…


Ternyata status BB teman ku itu tidak berhenti disana, begini lengkapnya :

"HIDUP INI TIDAK SEMUDAH BACOTNYA MARIO TEGUH. TAPI DIUSAHAKAN J LALU PERHATIKAN APA YANG TERJADI.."



what a wonderful world..!

---
Made Teddy Artiana
photographer, penulis dan praktisi IT

Penulis Buku Komedi Inspirasi base on true story
*BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA *(yang pernah bekerja di rumah kami)

Teman Jadi Setan

http://emailbisnismarketing.blogspot.com



Sewaktu bayi –mungkin kita tidak ingat hari-hari itu- kita melakukan sesuatu yang luar biasa:  berjalan. Mengapa luar biasa? Karena pada saat itu seluruh dunia seakan gegap-gempita bersorak gembira : "Lihaaattt...adeekk bisa jalan!!".

Namun demikian, sebelum berjalan –sayangnya kita tidak ingat hari-hari itu-ada proses panjang yang harus kita lewati. Pertama, belajar duduk, lalu merangkak, kemudian setengah berdiri, berdiri dengan berpegangan benda-benda, berjalan dibimbing, tertatih-tatih dan akhirnya berjalan.

Pada dunia nyata, tahapan-tahapan itu TIDAK dipisahkan oleh tanda koma (,) NAMUN dipisahkan oleh sesuatu bernama kegagalan. Nyungsep, kejedot, kepleset, benjut, jatuh adalah perwujudan darinya. Tapi yang mengherankan adalah, tidak ada seorang bayipun yang karena semua resiko itu, lalu kapok dan memutuskan untuk ngesot di lantai seumur hidupnya.

Ternyata, bisa berjalan..terlalu menyenangkan ketimbang segala resikonya! Itu baru berjalan, belum naik sepeda..lalu berenang..wow!!

Yang mengherankan lagi adalah, setelah kita dewasa lalu makan sekolahan, menelan banyak informasi, kelilipan segudang buku dan (katanya) menjadi tambah cerdas, mengapa justru kita menjadi semakin takut dengan kegagalan (dalam melakukan sesuatu yang baik tentunya)?

Resiko (dapat dibaca : kegagalan) yang sejak semula adalah kawan dekat, yang tidak mungkin dipisahkan dari hidup kita, kemudian berubah.. tidak hanya sekedar menjadi lawan, namun lebih parah..jadi setan! Yang harus dihindari, ditakuti dan dikutuki!

"Ada gak bisnis yang tidak ada resikonya?"

"Cari yang aman-aman sajalah"

"Jangan terlalu tinggi ngayalnya, ntar jatuh sakit!"

Sampai-sampai banyak yang tidak mau menjalin hubungan dengan lawan jenis alias pacaran, apalagi menikah, hanya karena terlalu takut dengan resiko : tersakiti.

Padahal justru saat bertemu kegagalanlah, kita belajar, diperbaiki, mencoba lagi, bertambah baik, dikuatkan dan akhirnya keluar sebagai penakluk.

Ketakutan yang berlebihan terhadap kegagalan menjadi sebuah petunjuk bahwa kita telah kehilangan passion masa kecil kita, yaitu gairah yang tulus untuk berpetualang dalam kehidupan yang agung ini.

Jika kawah Candradimuka, membuat Gatot Kaca sakti mandraguna (mungkin terbaca terlalu klise), maka kegagalan dan segala resiko-resikonya –disadari atau tidak- merupakan kawan karib yang akan menghantarkan kita untuk bertemu dengan kekuatan-kekuatan sejati yang terpendam dalam diri.

Lebih dari itu semua, kita akan disadarkan betapa hebatnya kita tercipta, betapa luar biasanya DIA yang menciptakan kita dan yang terpenting dari semua itu..betapa kita ini sangat dicintai oleh-NYA. (*)

--
Made Teddy Artiana
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

Penulis Buku Komedi Inspirasi base on true story
*BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA *(yang pernah bekerja di rumah kami)

Man in The Mirror

http://emailbisnismarketing.blogspot.com



Seorang laki-laki muda, penuh gairah dan semangat tak terpatahkan untuk melakukan perubahan, berada dalam antrean para melamar pekerjaan. Tiba-tiba ia tersentak, namanya terdengar di pengeras suara. Tergesa-gesa masuk, tanpa menggubris sebuah cermin besar yang tergantung di sudut ruangan.


"Saya disini untuk sebuah perubahan besar! Saya lulusan terbaik..Saya adalah asisten dosen..Saya…Saya..", setengah berteriak di ruangan wawancara.


Salah satu dari ketiga orang yang duduk dihadapannya dengan berusaha tetap tenang berujar : "Kamu lihat cermin di luar itu? Keluar sana..basuh sisa makan siang di bibirmu, setelah itu baru masuk lagi. Dan ingat orang muda..sebesar apapun cita-citamu, mulailah dari orang yang kau lihat di cermin itu."


Kata "perubahan" memang menghebohkan. Apalagi "perubahan menjadi yang lebih baik"..wuih..tak terkatakan..! Semua orang menuntutnya.

Suami-suami menuntut istri mereka jadi lebih baik.

Istri-istri tak mau kalah, berkicau semarak agar suaminya jadi laki-laki terbaik di dunia.

Orang tua terhadap anak-anak mereka? Sama saja.

Anak buah terhadap boss mereka, vice versa.

Jakarta terhadap calon gubernur mereka.

Indonesia terhadap presidennya.



Untungnya artikel ini ditulis sambil mendengarkan lagu "Man in the Mirror"nya Michael Jackson.



I'm starting with the man in the mirror
I'm asking him to change His ways
And no message could have been any clearer
If you wanna make the world a better place
Take a look at yourself, and then make a change




Lucunya sering kita lupa, bahwa tuntutan kita itu nyaris mustahil. Terutama karena setiap tuntutan lebih sering menghasilkan tuntutan balik yang sama kejamnya. Cara usang yang tidak akan menghantarkan kita kemana-mana dan tidak membuat keadaan semakin baik. Malah kian membuat babak-belur..sebelur-belurnya..!


Ternyata satu-satunya cara yang paling berharga dalam sebuah "tuntutan" dalam perjalanan meraih kesuksesan dan kebahagian hidup dalam arti luas, adalah 3 hal berikut

*Pertama*. kesadaran dan kerendahan hati..melihat kekurangan diri
*Kedua*. keberanian dan tekad bulat..mengambil tanggung jawab memperbaiki diri tanpa menyalahkan siapapun.
*Ketiga*. anugerah waktu..yang masih diberikan sebagai satu-satunya sarana untuk bertemunya kedua momen indah diatas.


Ketiga hal itu sudah pasti akan menyibukkan kita seumur hidup kita dan membuat kita lupa akan kelemahan orang lain.


Sebagaimana orang-orang yang telah melewati perjalanan malam, dan akan bertemu fajar, maka menurut nasehat orang-orang bijak, orang-orang yang dengan ikhlas melalui proses diatas dipastikan upah besar menunggu mereka : pertemuan mesra dengan Sang Pecipta,. lalu..mulai..menjadi teladan dan panutan bagi sekitarnya.


Mempengaruhi secara dahsyat sebuah perubahan dengan kekuatan TUHAN, dan bukan tuntutan lemah ego manusia.


---
Made Teddy Artiana, S. Kom

http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

Penulis Buku Komedi Inspirasi base on true story
BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA* *(yang pernah bekerja di rumah kami)

Persimpangan Jalan

http://emailbisnismarketing.blogspot.com



Seorang penjahat kelas berat, dengan keseharian merampok, membunuh, memperkosa, kemudian berakhir pada hukuman mati di sebuah kursi listrik. Insiden itu memukul secara psikologis kedua anak laki-lakinya. "Karena aku adalah anak dari seorang penjahat,…". Kalimat itu mengilhami keduanya. Yang seorang kemudian persis menuruti jejak bapaknya, walaupun lebih beruntung, karena berakhir di penjara seumur hidup. Sedang yang lain justru berbeda 180 derajat : manager yang sukses, mempunyai keluarga, kehidupan sosial dan finansial yang baik.


Dua orang tentara tertangkap dalam perang Vietnam. Keduanya disiksa, dipukul, disetrum. Yang seorang berakhir dengan bunuh diri, namun yang lain justru mengalami titik balik : menebalkan semangat hidup, membuat ia semakin mengenal Sang Penciptanya dan akhirnya dilepaskan dari penjara, lalu kembali ke masyarakat dan menginspirasi orang banyak.


Dua orang kakek, sama-sama berusia 80 tahun. Yang seorang berpendapat, hidup sudah selesai, tinggal menunggu ajal, lalu menghabiskan waktu di tempat tidur bersama kain kafan, yang lain berpikiran : sebelum hidup selesai, aku ingin memberi bekal sebanyak mungkin untuk generasi muda, lalu menuliskan sebuah buku yang memuat seluruh pengalaman hidup penting yang bisa menjadi pelajaran untuk orang lain.


Kedua-duanya mengalami PHK. Yang seorang karena putus asa dan menganggap segalanya sudah kiamat memutuskan terjun dari atas sebuah mall, dan berakhir di media dan kuburan. Sedang yang seorang berpikiran aneh : sekarang saatnya jadi Boss dan punya usaha sendiri, berakhir juga di media dan kemuliaan.


Jika kita sedikit lebih kritis dan jujur, kita bisa menemukan demikian banyak contoh-contoh yang mirip seperti diatas. Sebuah kejadian berdampak berbeda terhadap orang-orang yang mengalaminya. Nyata jelas, yang terpenting bukan peristiwa apa yang menimpa kita, namun yang jauh lebih penting adalah : PEMAKNAAN kita terhadap peristiwa tersebut.


Mirip sebuah ujian di kelas apapun : pertanyaan memang penting, namun jawaban jauh lebih penting.


Nyata benar, sebagian peristiwa dalam hidup ini tidak dapat kita kontrol, namun kita selalu –jika ingin- dapat mengontrol reaksi kita terhadap peristiwa tersebut.


Inilah persimpangan jalan yang kemudian membedakan seorang pecundang dan pemenang : PEMAKNAAN yang ia lekatkan dalam setiap peristiwa dihidupnya.


Tidak heran jika kemudian seorang yang paling bijak mulia, yang pernah ada di muka bumi ini, Raja Solaiman kemudian berpesan : "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan"

--
*You weren't an accident. *
*You weren't mass produced. *
*You aren't an assembly-line product. *
*You were deliberately planned, specifically gifted, *
*and lovingly positioned on the earth by  the Master Craftsman.*


Made Teddy Artiana, S. Kom
photographer, ghostwriter & event organizer
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

By design. Not by accident!

http://emailbisnismarketing.blogspot.com



Sejujurnya, takjub juga mengetahui hal berikut. Beberapa fakta dari Citah, salah satu varian dari keluarga kucing raksasa (Macan, Singa, Harimau dan sebangsanya) :


- Garis hitam memanjang di bawah mata, membuat pandangan matanya dapat sedemikian fokus dengan target, sehingga Citah mampu menentukan target buruan –hewan mana yang sakit, tua atau muda dengan sekali scan pada kumpulan hewan. Selain itu garis hitam itu juga membuat matanya dapat "mengunci" sasaran buruan, persis peluru kendali mengunci sasaran.

- Bentuk tubuh yang aerodinamis, membuat Citah dapat berlari sedemikian rupa dengan hambatan sedemikian minim dari angin.

- Hidung dan paru-paru yang lebih besar, membuat ia bisa tetap bernafas dengan sangat baik pada saat berlari cepat.

- Struktur persendiaan kaki depan dan belakang yang seolah memiliki pegas yang dapat memantul sejauh 8m dalam sekali ayun.

- Cakar yang lebih panjang dan melengkung, membantunya mencengkram tanah pada saat berlari.

- Ekor panjang menjuntai, menjadi penentu pada saat Citah berlari, ekor inilah yang menyeimbangkan kecepatan dan gerak tubuhnya yang sangat lentur.

- Bentuk gigi-geligi yang membuat Citah sanggup dengan cepat merobek dan memakan buruannya.


Jika seluruh "senjata" itu digabung menjadi satu, maka terciptalah bukan saja sebuah mesin pemburu yang dahsyat, namun juga "mahluk tercepat dari segala mahluk di darat" (gelar Citah).


Namun apakah itu semua serta merta membuat Citah menjadi yang terhebat disegala hal? Ternyata tidak, justru kelebihan-kelebihan diatas itu diberikan Sang Penciptanya karena Citah ternyata punya beberapa kelemahan.


Berikut dua dari beberapa keterbatasan yang dimiliki Citah :

- Sekalipun dapat berlari demikian cepat, namun kecepatan maksimum Citah hanya bertahan sepanjang jarak 300m. Setelah itu, ia takkan sanggup lagi mengejar buruannya. Karena itulah ia harus berlari secepat mungkin dalam jarak pendek. Ia sprinter dan bukan pelari jarak menengah apalagi marathon.

- Sekalipun sebagai pemburu yang hebat, namun ternyata Citah bukan petarung tangguh. Sang pemburu itu seketika jadi penakut, *ngibrit* kabur meninggalkan mangsanya ketika mangsa buruannya itu didekati oleh Singa, Haena, Elang, bahkan binatang buas lain yang memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil darinya. Karena itulah Citah mau tidak mau harus makan buru-buru.


Belajar dari semua itu...berarti seluruh keberadaan fisik (dan beberapa keadaan bawaan lahir) kita bisa jadi adalah sebuah kesengajaan dari Sang Pencipta. Rambut keriting, hidung pesek, bogel, mata sipit, bibir tebal,telinga yang terlalu lebar, pantat tepos, bahkan tahi lalat yang nemplok di tempat yang kita anggap salah, bisa jadi adalah sebuah (sekali lagi) kesengajaan. By design!

Namun terlampau sering kita menganggap itu sebagai sebuah "kecelakaan", menyesalinya dan menganggap itu semua sebagai aib (meski kecil-kecilan).

Padahal, jika kita sungguh-sungguh merenung bisa jadi, penerimaan tulus kita kepada sang diri, menjadi awal tersingkapnya seluruh "kesaktian" yang tersembunyi dibalik "keunikan" yang ada pada kita. Atau bisa jadi "kelemahan" (keunikan) itu diijinkan melekat pada kita, untuk melindungi kita dari sesuatu yang buruk.

Entah analisa naif ini benar atau tidak, hanya waktu yang akan membuktikannya. Namanya juga Bis-Ja alias "bisa jadi". (dari pada dikatakain sok teu ;)

Tapi satu hal yang pasti, bahkan lebih pasti dari terbitnya matahari di Timur esok pagi, bahwa siapapun akan setuju, jika manusia itu jauh lebih berharga dan mulia dibandingkan binatang. Jika Citah saja didesain sedemikian detail, lengkap, canggih dan luar biasa, oleh TUHAN Sang Pencipta, masa iya kita blueprint kita berada di bawah standar seekor Citah?

Dan jika Citah saja yang hanya dibekali insting, terbukti begitu hebat untuk menangkap buruannya, masa iya kita, manusia yang dilengkapi akal budi apalagi roh (untuk mengenal TUHAN-nya)..keok dengan tantangan hidup, gagal dalam memburu cita-cita, lalu berakhir sebagai pecundang? Tentunya sebuah hil yang mustahal..! Alias..T E R L A L U...! (Rhoma Irama)


--
Made Teddy Artiana

Korek..si

http://emailbisnismarketing.blogspot.com

 

"Fotonya keren sih. Momennya dapet banget...tapi..."
"Ah..anyep nih..hambar..kayanya kurang ketumbar..terus..."
"Presentasi elu itu sudah dahsyat..hanya saja..."

Koreksi, walaupun sangat berguna, tapi tetap saja...MENJENGKELKAN.
Semua orang..kalau mau jujur..sekalipun Anthony Robbin..sebisa mungkin..OGAH dikoreksi.

Apalagi jika koreksi dilakukan terang-terangan..langsung jeplak..mempermalukan..di depan orang banyak..apalagi dengan kata-kata kasar..BAH!

Persetan! dengan frase : "kritik membangun"
Bullshit! dengan slogan : "katakan yang sejujurnya"
Jangan percaya! dengan tagline : "kami terbuka akan kritik"

Mengapa?
Karena kritik..membangkitkan kebencian.
Kritik..meletakkan orang yang Anda kritik lebih rendah dari Anda.
Kritik..bagaikan orang berbahasa Inggris berusaha berkata-kata dengan orang berbahasa Cina.

Sampai di ujung bumi manapun juga..bahkan hingga lebaran monyet..natalan kuda..nyepi kambing dan waisak ayam..kritik berpeluang kecil dalam keberhasilannya membangun seseorang.

Dengan kata lain..sebisa mungkin..jangan mengkritik siapapun dalam hidup Anda. Kalaupun keinginan mengkritik membuat Anda gatal-gatal ..lakukan itu dengan sangat cerdas..(Jangan lakukan itu jika Anda tidak cukup cerdas..hahahaha!)..kalaupun itu juga belum meredakan gatal-gatal..dan hanya terpuaskan dengan menggaruknya..garuklah diri Anda sendiri : kritiklah dirimu sendiri..!

Caranya? Tutup mulut, berikan contoh hidup!

Mengapa?
Kritik..terhadap orang lain membuat kita buta terhadap kesalahan sendiri.
Kritik...membuat energi Anda terkuras untuk menghadapi 'akibat negatif' kritik Anda terhadap orang lain.
Kritik..seperti bumerang...sejauh-jauhnya dilempar, akan berbalik kepada siempunya.
Dan kritik...apakah itu terbuat dari kentang, beras, singkong atau jagung..ups! Itu kripik!!

Intinya...naluri KRITIS (with 'S') kemungkinan besar diberikan kepada kita oleh TUHAN..bukan untuk diumbar..menghakimi orang lain..memojokkan orang lain ke tempat sampah, melainkan untuk belajar dari kesalahan orang lain dan...menggunakan 'senjata' tsb untuk menelanjangi diri sendiri. Sehingga, ada harapan bagi kita..untuk menjadi manusia yang lebih baik. (*)


it's time to walk on the water...yiihaaa!!!

Oleh : Made Teddy Artiana


Penulis buku komedi inspirasi base on true story :
BALADA 13 Pembantu Rumah Tangga
(yang pernah bekerja di rumah kami)

KOSONG ADALAH ISI..Isi Adalah Kosong

oleh Made Teddy Artiana, S. Kom

Teringat kejadian unik..dalam masa-masa pemotretan di rumah Bob Sadino.
Pengalaman yang sangat berkesan buat ku.

"Made, kamu kan *pinter*..", kata Om Bob mengambil posisi duduk berhadapan dengan ku..

"Ah *nggak* Om..kata siapa..? Kawan-kawan malah bilang saya *gelo* !! Sayasendiri bilang diri saya : orang *ganteng* yang beruntung..!", sahutku sambil tertawa.

Kolektor Jaguar itupun mengangguk-angguk ikut-ikut tertawa.

"Ok…sekarang kasih tau saya..gelas ini kosong atau isi.."

Om Bob meletakkan sebuah gelas diatas meja diantara kami.

Aku terdiam. Sejenak memperhatikan raut wajah laki-laki tua didepanku, kemudian beralih ke benda diatas meja itu. Cukup lama gelas itu membuat aku termenung. Sebenarnya aku bukan memikirkan pertanyaan Om Bob..tidak..tidak seluruhnya.

Aku teringat perumpamaan Peter F Drucker, Sang Dewa dalam dunia manajemen, Classic Drucker judul buku tersebut. Disana Drucker memberikan analogi serupa –dengan segelas air setengah isi- untuk menggambarkan kondisi statistik kesehatan di Amerika pada suatu masa.

Saat itu salah satu lembaga statistik terpercaya mengeluarkan sebuah laporan tentang bagaimana keadaan kesehatan di Amerika yang meningkat pesat, dari sebelumnya. Tapi herannya, seolah kontra produktif, laporan menggembirakan itu malah membuat kecemasan baru dikalangan warga Amerika Serikat. Mereka justru kuatir bagaimana mempertahankan kesehatan yang sedemikian itu. Unik memang. Namun begitu kalangan bisnis segera menanggapi positif kecemasan tersebut, sehingga bermunculanlah berbagai bisnis di area kesehatan, seperti : pusat gym, majalah kesehatan, produk alat-alat aerobik indoor, suplemen..dan lain sebagainya.


"Bagaimana Made..?", ujar Om Bob mengagetkanku dari lamunan.

"Gelas ini kosong atau isi ?"

Aku kembali terdiam..sama sekali tidak mengalihkan perhatianku dari gelas
itu.

"*Theory of Relativity, Einstein*", jawabku perlahan.

Diluar dugaan.. Om Bob tertawa terbahak-bahak..

"Kali inipun kamu beruntung..",ujarnya,"Jawabanmu benar !"

"*And You know what* Made…apapun sebuah kondisi, adalah relatif bagi setiap orang, ini diluar norma-norma agama dan moral ya... Orang bilang menjadi entrepreneur itu penuh resiko, saya bilang menjadi karyawanlah yang beresiko, orang bilang pake dasi keren, saya bilang pake dasi kaya kambing diiket, mereka bilang sekolah penting, saya bilang belajarlah yang penting..bukan sekolahnya, orang bilang Si A cantik, yang lain bilang jelek, sekelompok orang bilang ancaman, yang lain bilang itu peluang..dan sebagainya..dan sebagainya.."


Aku mendengarkan omongan Om Bob, sambil terus menatap gelas itu.


Kali ini aku teringat adik iparku. Seorang yang berkepribadian sangat unik. Bagi banyak orang ia adalah *trouble maker*, tapi bagi kami ia adalah Dewa Penyelamat. Bagi banyak orang dia orang gila, namun bagi kami ia sangat genius. Bagi banyak orang dia aneh, bagiku dia sangat peka terhadap mode fashion.


"Dan…Made…itu terjadi di seluruh bidang kehidupan..dikantor..di kampus..dimanapun juga. Itulah yang membuat kita terpenjara disuatu tempat…" (Om Bob meneruskan wejangan beliau, sementara aku sembari mendengarkannya dan sesekali menatap gelas setengah kosong setengah isi itu…sambil terus membayangkan adik iparku…)


Lucunya dia punya mantra ajaib yang sering kali kita ucapkan untuk memotivasi diri atau mungkin sekedar menghibur. Mantra dari kisah Kera Sakti dan Biksu Gurunya itu…Kosong adalah isi..Isi adalah kosong…Nah mantra itu lalu ditambahinya sebuah kalimat lagi…menjadi : Kosong adalah isi..isi adalah kosong…ISI DONG !!!


Hahahaha….!!

"Satuhal yang terpenting adalah…", ujar Om Bob, "melatih otak kita melihat dengan cara berbeda…melihat segala sesuatu dari perspektif yang lain".

Bob Sadino menutup wejangan beliau dengan sebuah senyum bijak, lalu beranjak keberanda belakang rumah beliau, meninggalkan ku seorang diri diruang tengah.

Untuk Para Istri…Dari Kami **Para** Suami !

by Made Teddy Artiana, S. Kom


Hal ini kudengar langsung dari bibir Bob Sadino, paling sedikit tiga kali. Pertama dihadapan orang banyak, lalu kedua ketika berbincang denganku face to face, dan ketiga di Buku "Belajar Goblok dari Bob Sadino".

Tetapi adegan yang paling berkesan adalah ketika hal itu diucapkannya didepan para pengusaha yang sengaja diundang beliau kerumah. Dan diantara mereka hanya aku undangan yang agak nyeleneh..seorang photographer.


"Kalau kalian berpikir bahwa Bob Sadino hebat, kalian salah besar. Tapi kalian tak sepenuhnya salah, memang seperti itulah yang diangkat oleh media tentang pengusaha nyeleneh bernama Bob Sadino". Ia terdiam sebentar sambil mengusap wajahnya. Lalu melirik kearah dapur, kemudian menatap dengan mesra seseorang. Disana terlihat Mami (istri Om Bob) tengah duduk makan. Kamipun ikut-ikutan melirik kearah yang sama.


"Dia..dia itu..", ujar Om Bob terbata-bata dengan suara berat. Ekspresi wajah haru itu membuat kami hampir tidak berani menatap kearah beliau.

"Dia yang hebat...", lanjut Om Bob sambil menarik nafas panjang dan berat, lalu menghembuskannya perlahan.

"Kalau ketika saya menjadi kuli batu dulu..dia meninggalkan saya..habislah sudah.."


Kali ini Om Bob menunduk hikmat, tangannya kini menggosok lututnya yang telah keriput.

Seisi ruangan sunyi senyap. Yang terdengar hanyalah hembusan 12 AC yang terpasang di ruangan besar itu. Atmosfir cinta yang kuat memenuhi ruangan itu demikian kuat.


"Without Her.. I'm just like a piece of shit on the table..a big piece of shit on the table !"

Kini tak seorangpun berani menatap Bob Sadino..kami terutama para lelaki tertunduk dalam. Kata-kata tak terduga..


dan jika aku bukan laki-laki pastilah aku sudah meneteskan air mata melihat adegan ini didepan hidungku.

***

Hiruk pikuk sexy dancer sudah mereda, meskipun pesta belumlah usai. Kini laki-laki berdarah Bali itu berdiri tegak

sambil menggenggam mikrofon ditangan kirinya. Kadek Sardjana, seorang owner perusahaan minyak dan gas terkemuka berdiri dihadapan seluruh karyawan dan partner bisnis beliau. Hampir tidak bisa bicara..


"Saya tidak sedang mabuk..". ujarnya perlahan. Cerutu dijari kanannya tampak bergetar, jelas ia sedang berusaha menguasai dirinya sungguh-sungguh.

"Kalian tahu siapa saya..bagi saya kalian bukan karyawan..tapi kalian adalah kawan seperjuangan", sebentar ia menatap mereka satu-persatu.

"Kalian tahu persis baik-buruk saya, dan apa yang telah saya lakukan..saya bukan laki-laki yang sempurna", kembali Kadek menarik nafas dalam-dalam. Wajah laki-laki pemberani itu melembut.

"Tapi saya ingin kalian tahu..bahwa tanpa dia", kini jari kanan itu membuka dan mengarah penuh hormat kearah seseorang di atas sana, Sang Istri Tercinta..

"Tanpa dia..semua ini tidak akan seperti yang kalian lihat sekarang" Kini Kadek Sarjana sedikit menundukkan kepala seolah memberi hormat...

"Honey..aku bukan laki-laki yang sempurna..but I Love You so Much..semua ini untuk mu Honey"


kini ruanganpun bertambah sunyi senyap..tidak ada satupun yang berani bicara atau bertepuk tangan.

Sementara wanita luar biasa diatas sanapun mulai menangis terharu..
dan beberapa saat kemudian pasangan luar biasa itupun tampak berdansa di dance floor dalam remang lampu, dikelilingi karyawan dan undangan.

***

"Mau tahu apa yang saya banggakan ?", tanya Mario Teguh kepada seluruh hadirin yang hadir distudio itu.

"Mau tau apa itu ?", ulangnya sekali lagi.

Kami semua terdiam. Masing-masing memendam pertanyaan besar. Apa yang dibanggakan oleh seorang Mario Teguh ? Pertanyaan yang aneh. Betapa banyak yang dapat dibanggakan oleh seorang Mario Teguh !!!

"Karena ada yang mengangguk..maka saya akan menjawabnya juga", sambung beliau..melihat kebingungan kami. Jelas tak satupun yang betanya, namun Mario memang tak memerlukan pertanyaan..Ia hanya ingin mendelarasi sesuatu.

"Yang paling saya banggakan adalah istri saya..", sambungnya dengan mata berkaca-kaca.

Seluruh hadirinpun bertepuk tangan.

***

"Made..kamu lagi ngapain ??", tanya sesorang diujung telpon sana. Suara yang khas. Suara yang begitu sering kita dengar meneriakkan "Success is my rigth !! Salam Sukses...Luar BIasa !!!!"

Yaa..Andrie Wongso. Beliau menelponku disaat yang tak kuduga sama sekali. Ketika aku sedang bercelana pendek, memotong rumput dan belum mandi. Kami ngobrol sebentar...lalu ketika obrolan kami menyerempet ke keluarga..anak..lalu istri. Iseng saya menanyakan hal ini.."Pak
Andrie..menurut Bapak apa peran istri bagi seorang Andrie Wongso..?"

Seketika itu tokoh yang telah menginspirasi begitu banyak orang itu pun terdiam. Aku tahu hubungan telpon tidak terputus. Motivator Nomer 1 itu memang sengaja diam.

Nyaris lebih dari satu menit.

"Pak Andrie..?", tanyaku hati-hati. Beberapa saat kemudian sebuah suara berat dari Andrie Wongsopun muncul." Iya Made..I hear you..", Andrie kembali terdiam,"Istri..yah...?".

Aku mendengar suara senyuman dari telepon beliau.

"Tanpa istri..Andrie Wongso pastilah bukan Motivator Nomer 1...entah jadi apa dia !!", ujarnya penuh perasaan.

"Made, dialah satu-satunya orang yang begitu tabah mendampingi saya dimasa-masa sulit dulu.."

***

Jelas aku belum sesukses dan sedahsyat tokoh-tokoh diatas..tetapi paling tidak aku tidak akan menunggu terlalu lama untuk mengatakan hal ini kepada istriku, Wida.


"Bagiku, kau seakan dikirim dari surga untukku. Terima kasih telah bersabar dengan seluruh kegilaanku, dan tetap setia mendampingi dan mencintai suamimuini sekian lama, walaupun kau tahu persis aku bukan laki-laki sempurna. Akuhanya ingin kau tahu..bahwa kau sangat berharga bagiku..aku sangat mencintaimu..!" (*)


warm regards,


Made Teddy Artiana, S. Kom

BERBEDA..seperti Bu Gito Si Penjual Sayur yang Aneh itu !!

by Made Teddy Artiana


    
(sementara lagu 'Forever Now', Level 42 yang dahsyat itu mengalun menemaniku)

Artikel kali ini adalah tentang Bu Gito (bukan nama sebenarnya)..dia penjual sayur dikomplekku. Tapi tunggu..jika yang ada dipikiran kalian adalah mbok-mbok penjual sayur..sepertinya kalian salah besar. Bu Gito, jauh dari streotype seorang mbok-mbok penjual sayur. Dia jelas-jelas berbeda. Berdagang sayuran, buah, cabe, areng, jengkol, minyak tanah dan sebagainya dilantai bawah rumahnya yang bertingkat tiga itu. Perhatikan gelang dan cincin yang melingkar berkilat-kilat ditangan keriputnya
itu...fuiiiih..melihatnya saja sudah terasa meelahkan buat jari jemariku. Bu Gito adalah superstar. Buah bibir seluruh ibu-ibu komplek. Jika artis baru akan digosipin jika mereka berfoto telanjang di internet, tidak demikian dengan Bu Gito. Hampir setiap hari ibu-ibu komplek menggossipkan dirinya. Tanpa henti. Setiap hari selalu saja ada yang ngedumel dan memujinya.

Bicara tentangnya selalu melibatkan dua hal : benci tapi rindu. Ini berkaitan erat dengan tingkah lakunya yang memang aneh dan sangat berbeda dari pedagang sayur biasa. Jika lumrahnya pedagang sayur bangun subuh..lalu membuka lapaknya pagi hari..tidak demikian dengan pedagang yang satu ini. Hampir setiap hari Ia bangun siang..namun juga hampir selalu berwajah mengantuk...dan selalu ketiduran di antara dagangannya ketika siang menjelang sore. Kadang terlentang..kadang tengkurap beralaskan koran-koran,
gaya tidurnya.. persis Tono, hansip komplek kami, yang bertugas jaga malam...satu tangan menutupi wajah..tangan lain berada diatas perut.

Satu hal yang 'mati--matian' dikutiki ibu-ibu komplek : keleletannya dalam melayani customer. Jika penjual sayur lain tampak gesit bak kijang di savana Afrika..yang meloncat kekiri dan kekanan..berkelebat kesana kemari..maka gerakan Si Ibu dapat disamakan dengan... Kuda Nil. Laaaambaaaaaat buaaangeeeeetttt..dan cenderung diam...zzzzz...tertidur !!

Akan tetapi....
yang membuat ia begitu dirindukan adalah kelengkapan dagangannya..sejauh yg
kuketahui..belum pernah seorangpun tetangga, pembantu rumah tangga, atau
istriku mengeluh bahwa sesuatu yang mereka cari, tidak ada ditempat Bu Gito.
Asal itu berhubungan dengan sayuran, terasi, keluwek, jengkol, bumbu dapur
dan sebangsanya...pasti mereka berkumpul di sana..dilapak mewah Bu Gito.

Kalian boleh percaya atau tidak...ujung-ujungnya tempat Bu Gito adalah
markas berkumpulnya ibu-ibu komplek..yang karena kelamaan menunggu..akhirnya
ngobrol dengan sesama..berbicara apa saja..apa saja..sekedar mengisi jeda
panjang yang ditimbulkan Sang Kuda Nil betina ini. Alhasil..lapaknya selalu
terlihat rame..sepanjang siang dan sore.

Entah disengaja atau tidak..kelakuan Bu Gito mengingatkanku akan salah satu
jurus pamungkas branding yg begitu sering didengung-dengungkan Al Ries dan
putrinya Laura Ries dalam berbagai buku mereka...salah satunya War in The
Boardroom.

--Sebagai seorang Creative Junkies yang sering bersentuhan dengan berbagai
client dari berbagai perusahaan..tentunya aku harus memahami hal-hal dalam
dunia marketing (ehm!) --

"Jika Anda mencoba memenangkan persaingan hanya dengan memperbaiki mutu
produk Anda..bersiap-siaplah kecewa..karena seringkali..yang dibutuhkan
dalam bisnis adalah..menjadi berbeda. Karena harga seringkali adalah sebuah
persepsi, yang tidak berbanding lurus dengan kualitas"

"Business is about attractions !", kata Roger Hamilton, penulis buku Wink
and Grow Rich, kepada kami peserta seminarnya disuatu kesempatan.

Brian Tracy menuliskannya dengan sedikit berbeda dalam buku best sellernya
The Psychology of Selling, "words of mouth adalah senjata yang paling
ampuh..dan iklan terbaik..entah itu buruk atau baik, publisitas selalu
dibutuhkan. Semua orang mencari sesuatu untuk dibicarakan"

Begitu pula menurut Marc Gobe, dalam bukunya Emotional Branding, yang
mengatakan bahwa "pendekatan yang melibatkan berbagai faktor emosional
sangat penting untuk membuat sebuah produk tak terlupakan oleh customer
mereka" (yang terakhir ini..bahkan lebih jauh dari perkiraan Gobe..Bu Gito
cendrung membuat customernya benar-benar emosi !!..hehehe..)

Nah..lain halnya dengan contoh konyol Bu Gito, sebuah bengkel langganan
kami...punya sesuatu yang berbeda..(ingat cerita kemaren :)) yang membuat
aku betah berkunjung kesana.

sesuatu itu adalah ruang tunggu mereka..sangat unik..yang sama sekali tidak
ada hubungannya dengan teknologi perbengkelan..

Sebuah ruangan luas ber-AC dan bebas asap rokok dengan 4 kumpulan sofa yang
mengelompok dibeberapa tempat demi menjamin privacy. Membentuk suasana
rumah, ruang keluarga lengkap dengan TV, majalah, cemilan bahkan play station ! Belum lagi 10 buah PC yang nangkring dengan fasilitas internet..free of charge..!! Itu belum seberapa. Ada empat buah kursi pijat modern yang merupakan produk dari sponsor yang dapat digunakan semau-maunya oleh kami, para customer yang sedang menunggu ini..lengkap dengan dua orang wanita cantik yang akan membantu kita mengoperasikan kursi tersebut ;)

Perbedaan yang jelas-jelas menyentuh kami secara emosional.

Nah..lengkap sudah pelajaran hari ini..setidaknya buat aku pribadi.. :)
dari mulai Bu Gito..hingga bengkel favorite ku.

Setiap manusia unik..cuma ada satu dan satu-satunya..yang perlu kita lakukan
hanya menggali keunikan kita masing2..that's all (*)


--
*What a wonderfull world ! What an exciting journey !!

Cintaku padamu..GAK SEKUAT..peganganku !!!




Si Bang Binsar –sekali lagi bukan nama sebenarnya – semakin bersemangat. Air laut yang membasahi baju di badannya yang berotot, mata yang berkilat-kilat bak Sisingamangaraja. Deburan ombak, karang semuanya terasa bergabung menjadi "pemacu adrenalin" yang –kata orang Medan- Mantap Kaliii !!!

Terus terang kami geli setengah mati melihat tingkah dan ekspresi si Abang. Peran pengatur gaya diambil alih olehnya. Ide-ide gaya pun bermunculan bak jamur di musin hujan. Gaya gendonglah..gaya kissing lah..gaya berpelukan..ck..ck.ck..ampuunnn!!

Mengenai penghayatan ? Jangan ditanya. Acting nari Kajool dan nangisnya Sahrukh Kan…putuuussss !!

Emang India aja yang bisa..Batak juga jago ! Tetapi ada gaya yang tidak bisa aku kabulkan….   B e r e n a n g….yang ini No Way !! To Dangerous…

"Bli", teriak Si Binsar untuk kesekian kali,"bagaimana kalau di karang itu kita duduk berdua berdampingan". Dia menunjuk ke arah karang disebelah kiri mereka. Posisinya jauh lebih rendah dari yang ku rekomendasikan. Aku terdiam sejenak. Aman nggak yah..bathinku dalam hati.

"Ahhhh tenang saja.." teriak Binsar seolah mengetahui kekawatiranku,"Aman itu..lagian khan kita berdua bisa berenang..Tak usah takut lah kau..". Aku hanya tersenyum. Bukan masalah berenang nih gumanku…aku juga perenang ..he..he..he..

"Tapi Bang.."

"Alaaaaah sudahlah..sekali saja..ya tenang saja ombak juga nggak terlalu besar ini", teriaknya kembali.

Akhirnya aku terpaksa setuju.

Mereka duduk berdampingan diatas sebuah batu karang.

"Tunggu ombak yaaa…kalau bisa yang agak besar", teriak si Binsar kepadaku, sambil badan dan wajahnya tetap pada posisi ready to shot.

Beberapa ombak kecil berdatangan silih berganti. Tiba-tiba sebuah ombak yang cukup besar terlihat bergulung dari kejauhan. Meskipun agak kuatir terhadap mereka. Aku harus bersiap.

"Bang ini agak besar…!!! Hati-hati yaaa..!!!" teriakku sekuat tenaga.

Ombak yang cukup besar itu tiba-tiba jadi.."agak kebesaran"..dan akhirnya menghantam mereka berdua.…..BYUUUUUUUUURRRRR !!!

Sejenak keduanya seolah tertelah deburan ombak…

Aku dan crew yang berdiri agak jauh berlari ketepian..sambil melindungi kamera dan alat-alat kami. Ombak itu berlalu…dan ASTAGAAAA…

Di batu karang itu tinggalah Bang Binzar 'bertengger' seorang diri. dia tampak agak shock…!

Tapi sepertinya ada yang aneh…..lho tadi khan ada dua orang disitu…kemana ceweknya ??? Wah gawat….!!!

Aku dan crew dengan panik segera berlari menuju arah mereka. Ternyata hempasan ombak itu membuat Si Cewek pasangan Bang Binzar –sebut saja Mona- itu terjerembab..jatuh.

Rupanya persis di depan karang ada cekungan setinggi kurang lebih satu meteran. Nah..Mona..nyungsep kesitu. Tanpa ba..bi..bu..kami segera menolong Mona..sementara Bang Binzar yang terlihat putih karena pucat itu, masih terbengong-bengong ditempatnya. Rupanya nyawanya belum ngumpul bener.

Susah payah kami mengangkat Mona yang basah kuyub ke atas batu karang..

"Nggak apa-apa khan Mon.." kataku sambil mengamatinya cemas , "Eh..Mona..gak apa-apa khan?"

Basah kuyub, rambut lepek, wajah memerah…

Tetapi Mona tidak menggubris pertanyaanku. Dia segera mendekati Bang Binzar..dan meninju berkali-kali dada, lengan dan menarik-narik baju si Abang..sambil setengah menangis…dan mata melotot Mona ngomel sejadi-jadinya..

"KOK AKU NGGAK DIPEGANGIN SIH !!! UDAH TAU OMBAKNYA GEDE…DASAR EGOIS !!
MAUNYA SELAMAT SENDIRI !!! KATANYA CINTA…GOMBAL !!! BARU OMBAK AJA AKU UDAH DIBIARIN…KESEEEEEEEEEELL !!! MALAH PEGANGAN SENDIRI…. ABANG JAHAAT !!!!!
NTAR AKU BILANGIN SAMA MAMA PAPAKU…!!!"

Kami semua pecah oleh tawa. Apalagi menyaksikan eskpresi kecut Bang Binzar, yang cuma bisa cengar-cengir malu sambil terbata-bata berkata "Ma..maaf ya Dik..eng..Abang itu……anu…ja..jadi gini Dik...tadi itu..anu.. sebenarnya Abang sudah pegang, ta..tapi mungkin Adik gak rasa..ya khan Bli Made..? tuh..Bli Made aja liat...waktu itu.."

(*)

* *
kunjungi galery foto terbaru saya di* http://myindonesiaraya.multiply.com*

(Inspirasi Kecil) Mau Istri yang Bodoh atau Cerdas?



Mendengarkan dua curhat yang sama-sama lucunya.

Seorang teman 'sengaja' menikahi seorang wanita yang dianggapnya agak bodoh dan miskin pengalaman dalam bercinta. Beberapa temannya bertanya-tanya tak mengerti. Tetapi laki-laki ini punya alasan kuat : supaya mudah diatur-atur dan dibohongi! Sebulan-dua bulan, tampaknya rencana gendheng itu berjalan. Namun, beberapa bulan kemudian, ternyata skenario itu tak lebih dari sebuah kecelakaan tragis. Mirip pemburu babi hutan yang terjebak dalam jebakannya sendiri.. tunggu, ini belum selesai..lalu datanglah babi hutan tersebut dan dengan leluasa menyiksa sang pemburu. Karena bodoh dan miskin pengalaman, wanita yang dinikahinya itu cenderung menjadi pribadi yang minder dan susah sekali beradaptasi dengan keluarga. Masalah mulai muncul kepermukaan. Belum lagi, karena bodoh, laki-laki ini merasa demikian frustasi untuk menasehati istrinya. Benar-benar keras kepala, keluhnya.

Sekarang masalah itupun bukan hanya muncul, namun sudah mulai membanjiri sang sutradara. Bukan mustahil, jika laki-laki ini tidak bisa menanggulangi istri pilihannya itu, tinggal tunggu waktu ia akan ditenggelamkan oleh rekayasanya sendiri. Lucu-lucu sedih!

Seorang teman yang lain, punya cerita yang jauh berbeda. Ia menikahi seorang wanita cerdas dikampusnya. Bagaikan memenangkan Grammy Award, laki-laki ini merasa begitu bangga dan beruntung. Dan sang istri, seperti layaknya gaya gravitasi Newton, apel yang jatuh selalu akan kebawah, maka wanita cerdas dan ulet itupun 'menjelma' menjadi seorang konsultan bisnis yang piawai. Seorang owner perusahaan kemudian mendudukkannya menjadi CEO. Seorang CEO dan konsultan beberapa perusahaan, demikian gelar wanita besi yang adalah istri dari temanku itu. Apa konsekuensinya ? Jadwal yang sangat padat, hanya salah satu yang kemudian jadi masalah. Quality time, hanya 1 jam sehari, itupun jika kebetulan bertemu. Pride yang demikian kuat dari sang istri, masalah yang kedua. Lalu masalah klasik, penghasilan istri yang jumlahnya nyaris tiga kali lipat dari suami. Tiga hal yang sering mentrigger pasangan ini untuk demikian sering berbeda sudut pandang, kemudian bertengkar. Sedih-sedih lucu!


Pertanyaannya : kemudian siapa yang salah? tidak ada yang salah tentunya ;)

Karena contoh kasus diatas sering terjadi juga pada *laki-laki bodoh*

dan *laki-laki cerdas*!


Hidup memang unik. Setiap keputusan yang kita ambil, tentunya memiliki konsekuensi sendiri-sendiri. Ini yang sering dilupakan oleh sebagian besar kita. Ya, setiap keputusan yang kita ambil mendatangkan resikonya masing-masing. Lucunya, yang kita inginkan hanya yang baik-baik saja (sesuai khayalan kita), namun begitu konsekuensinya datang...kita kaget, shock, menolak, menghujat, menyesal dsb.

Hidup benar atau tidak, memiliki upahnya sendiri-sendiri. Merawat diri atau tidak, ada konsekuensinya. Menjadi enterpreneur atau karyawan, ada konsekuensinya juga. Menikah dengan laki-laki tampan atau jelek, punya resiko masing-masing. Juga hal-hal berikut : belajar atau malas belajar. Mengendarai mobil atau motor. Setia atau selingkuh. Monogami atau poligami. Punya rumah atau ngontrak. Rambut panjang atau cepak. Menikah atau tidak menikah. Bergaul atau tidak bergaul. Berolah raga atau tidak berolah raga. Merokok atau tidak merokok....dan sebagainya...dan seterusnya.

Segala keputusan dalam hidup ini punya konsekuensinya. Berani melangkah, berani menanggungkonsekuensinya. Selamat memilih menu keinginan, pastikan menu konsekuensi juga anda baca...hehehehe(*)



Warm regards,

----
Made Teddy Artiana

Penulis Buku Kocak Inspiratif
"BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA (yang pernah bekerja di rumah kami)"