Kliping Email Group

Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Seperti Bebek Atau Elang


 
Suatu hari, seorang motivator kenamaan Harvey MacKay yang baru saja sampai di sebuah bandara sedang menunggu antrian taksi. Tak lama ditempat dia berdiri, muncullah sebuah taksi mengkilap mendekatinya.


Dengan berpakaian rapi, sang supir pun keluar membukakan pintu untuk Harvey MacKay. Lalu supir itu memberikannya sebuah kartu dan berkata, "Hai,nama saya Wally"


Harvey MacKay merasa keheranan, baru kali ini ada supir taksi memberikan sesuatu seperti kartu nama. Dalam herannya, motivator ternama itupun membaca kartu yang diberikan oleh Wally, "Misi Wally: Mengantarkan pelanggan ke tempat yang di tuju dengan cepat, aman & murah dalam lingkungan yang bersahabat".


Sontak saja, sang motivator ternama itupun terkejut, apalagi setelah dia memperhatikan bagian dalam taksi yang begitu sangat bersih.
Belum habis rasa heran Harvey MacKay, dari balik kemudi Wally mencoba menawarkan sesuatu:
"Apa Anda ingin Kopi? Saya punya kopi Biasa & kopi tanpa Kafein"
"Oh, terima kasih, saya lebih suka minuman ringan saja" Jawab Harvey. 
"Tak masalah, Saya juga menyediakan pendingin dengan minuman ringan coke diet, coke biasa, air putih serta jus jeruk" Timbal Wally. 
"Diet coke saja kalau begitu" Pinta Harvey dengan perasaan yang terkagum-kagum. 



Wally pun kembali menawarkan sesuatu setelah memberikan diet coke

"Apa Anda ingin membaca sesuatu? Saya punya bahan bacaan Time, The Wall Street Journal, Sports Illustrated dan USA Today"
"Wow, apa Anda selalu melayani penumpang mu seperti ini Wally?" Tanya Harvey. 
"Ya, begitulah, baru-baru ini saja. Dulu, seperti kebanyakan supir taksi, Saya selalu suka mengeluh karena sepi tumpangan dan pendapatan. Lalu tidak sengaja saya mendengarkan siaran radio dimana Wayne Dyer membahas buku terbitannya 'You'll See It When You Believe It'. Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun lalu berharap hal buruk terjadi, maka hal itu hampir pasti terjadi. Ia pun berkata lagi, 'Berhentilah mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda" 


"Jadilah seekor ELANG..Jangan menjadi seekor BEBEK

BEBEK selalu menguik & mengeluh.

Tetapi ELANG selalu membumbung tinggi di Angkasa" Jawab Wally.



"Sejak saat itulah saya berbeda dengan supir taksi kebanyakan" Tegas Wally.



Mengeluh tidak akan pernah merubah Nasib menjadi baik, malah menjadikan hidup bertambah sulit.



-Liman-
Enhanced by Zemanta

Setajam Pedang



Suatu waktu, ada sekelompok anak-anak yang sedang menyimak pelajaran yang sedang diberikan oleh guru mereka di bawah naungan pohon yang rindang. Di antara anak-anak tersebut, tampak seorang kakek tua yang sedang duduk bersantai memperhatikan di sana.


Setelah pelajaran selesai, ada salah seorang pemuda yang melihat kegiatan belajar mengajar itu merasa penasaran, menghampiri lalu bertanya kepada kakek itu:


"Hai Kek, apa kakek ini guru?"


"Bukan dek, kakek bukan guru. Kakek sedang belajar juga sama seperti anak-anak itu" Jawab si kakek.


"Lha, memangnya berapa umur kakek?" Tanya pemuda makin penasaran.

"Umur kakek tepat 10 tahun tahun ini" Jawab si kakek. 


"Haha…. Kakek bisa saja bercandanya! Bukannya 70 tahunan kek?"
"Hehehe, tebakan kamu benar, kalau dihitung dari saat kakek lahir hingga saat ini kamu memang benar. Tapi coba jangan kamu hitung waktu 60 tahun yang telah terlewati. Tapi hitunglah sepuluh tahun terakhir waktu yang kakek lewati ini" Terang si kakek. 


"Memang ada artinya kek?" Tanya pemuda makin penasaran.


"Sejak dari kecil sampai usia kakek 20 tahun kakek malah sibuk bermain dan bersantai, karena semua kebutuhan telah disediakan secara berlimpah oleh orang tua kakek. Padahal saat itu waktu yang terbaik untuk belajar. 20 tahun berikutnya, kakek gunakan untuk berfoya-foya menghamburkan harta yang telah susah payah dikumpulkan oleh orang tua kakek. Padahal saat itu adalah waktu terbaik mengejar karir dan berjuang. 20 tahun berikutnya, kakek gunakan untuk bertamasya, menghabiskan harta yang masih tersisa. Padahal saat itu waktu yang seharusnya kakek gunakan mengumpulkan tabungan sebagai persiapan menghadapi masa pensiun di kala tua kakek. Jadi, bukankah 60 tahun waktu yang telah kulewati itu sia-sia? Tak ada sedikitpun sesuatu yang dapat kupelajari" Jawab kakek sambil menghela napas panjang.

"Terus, dengan sepuluh tahun terakhir masa yang kakek jalani bagaimana?" Tanya pemuda kembali. 
"Dalam waktu 10 tahun terakhir kakek sadar bahwa 60 tahun yang telah kakek lalui tanpa ada maknanya, tanpa tujuan hidup, dan tanpa cita-cita. Tapi sayang, saat kakek tersadar, kakek sudah hidup sebatang kara dan tanpa harta yang tersisa. Untuk menyambung hiduppun kakek masih bergantung kepada belas kasihan orang lain" Jawab kakek dengan mata berkaca-kaca. 

"Jadi anak muda, janganlah kamu hidup seperti kakek ini. Pergunakanlah waktu dengan sebaiknya, karena waktu adalah modal utama yang paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Gunakan secara efektif waktu yang kau punya untuk tujuan yang jelas dan untuk berjuang meraih keberhasilan. Kelak di masa tua mu, kamu akan merasa bangga dan bahagia manjalani kehidupan ini" Tutup si kakek mengingatkan. 



-PANTUN HANGOLUAN, TOIS HAMAGOAN-

Pengantar Impian



Di kaki gunung Himalaya, semua reporter yang sudah hadir menunggu berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary yang telah kembali dari pendakian ke puncak Mount Everest bersama Tenzing Norgay (seorang pemandu/sherpa). Di antara puluhan reporter yang hadir hanya seorang reporter yang tertarik dan berminat mewawancarai si serpha Tenzing Norgay,


"Apa yang Anda rasakan dengan keberhasilan Anda menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?" Tanya reporter.


"Sungguh sangat senang sekali rasanya" Jawab Tenzing Norgay.


"Sebagai seorang serpha bagi Sir Edmund Hillary, pastinya posisi Anda berada di depan dia, lalu kenapa bukannya Anda yang menjadi orang pertama yang berhasil menjejakkan kaki di puncak Mount Everest? Bukankah seharusnya begitu?" Tanya reporter kembali.


"Ya, betul sekali. Ketika tinggal satu langkah lagi mencapai puncak, saya mempersilahkan Sir Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya untuk menjadi orang pertama di dunia yang telah berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu" Jawab Tenzig Norway.



"Kenapa Anda lakukan hal tersebut?" Tanya reporter penasaran.


"Karena itu bukan impian saya, itu adalah IMPIAN Edmund Hillary. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIANnya" Jawab Tenzig Norway.




Ada sebuah pepatah mengatakan:

"Bila Anda hendak menjadi pahlawan, harus ada orang-orang yang bertepuk tangan di pinggir jalan"

Tidak semua orang di dunia ini mempunyai keinginan & impian menjadi pahlawan seperti Sir Edmund Hillary.


Orang-orang seperti mereka cukup bahagia hanya dengan memberikan pelayanan dan membantu orang lain mencapai mimpinya. Mereka merasa cukup menjadi "orang-orang yang bertepuk tangan saja dipinggir jalan."



Orang-orang seperti mereka kadang diperlakukan layaknya

"telor mata sapi"

Yang lebih tersohor sapinya, dibandingkan ayam yang mempunyai telurnya.



Sudahkah Anda menghargai pengorbanan orang-orang di sekitar Anda (teman, orang tua, saudara) dan berkorban membantu mereka mencapai IMPIANnya?




-Novalia-

Payung Keyakinan


 

Di sebuah desa yang sudah sangat lama tidak di guyur hujan menyebabkan sumber air yang ada mulai mengering sehingga penduduk mulai mengeluh. Lalu diadakanlah rapat desa untuk meminta dan mengundang seorang kyai ternama dan termasyur bersama para santri pesantrennya untuk melakukan shalat meminta hujan (istisqa')dan memanjatkan doa-doa.


Berkumpullah sekitar 500 orang santri yang bersiap melakukan shalat meminta hujan di tanah lapang yang dipimpin oleh sang Kyai. Di antara 500 an santri yang hadir semuanya memegang Al-Quran, namun aneh nya ada 1 orang santri yang membawa Al-Quran dan ... payung!!.


Di samping santri yang membawa payung, ternyata sang kyai juga membawa payung. Sang kyai hanya tersenyum menyaksikan fenomena tersebut. Seusai shalat dan doa bersama, sang kyai mengajukan pertanyaan untuk menguji santri yang membawa payung tersebut.


"Dari 500 an santri yang datang, Saya lihat hanya kamu yang membawa payung, kenapa?" Tanya kyai.


"Karena Saya yakin setelah ini akan turun hujan" Jawab sang santri dengan penuh keyakinan.



--
Sekali waktu perlu bagi kita untuk menguji diri sendiri, dengan mengajukan pertanyaan "apakah kita yakin bahwa kita akan sukses?" Lalu persiapan "payung" apakah yang sudah kita persiapkan sejak saat ini?



Mari, kita persiapkan "payung" kia masing-masing. Semoga Tuhan berkenan medengar dan mengabulkan doa-doa kesuksesan kita.




-John Arianto-

Intiarta Madani Group

Rahasia Sebuah Kesempatan



Di suatu pagi di dekat sebuah pasar, nampak seorang pemuda sedang tidur bermalas-malasan. Meski pasar terlihat ramai dengan para penjual dan pembeli yang berlalu lalang, pemuda itu begitu tenang berasyik masyur dengan kemalasannya. Dihadapannya kebetulan lewat seorang pedagang yang telah berhasil menjual barang dagangannya. Pedagang itu nampak heran dengan tingkah laku pemuda tersebut, dihampirinya dan lalu bertanya:



"Wahai anak muda, tidakkah kau lihat pagi begitu indah. Semua orang begitu sibuk berjual beli, lalu mengapa kau menyia-nyiakan waktu dan hanya tidur-tiduran di sini?"



"Aku sedang menunggu kesempatan" Jawab pemuda itu dengan suara malas sambil memicingkan sebelah matanya.



"Memangnya kamu tahu bentuk kesempatan yang sedang kamu tunggu itu?" Tanya pedagang dengan rasa heran.



"Tidak" Jawab pemuda sambil menggelengkan kepala



"Kata orang aku harus menunggu kesempatan datang, baru kemudian nasibku akan bisa berubah menjadi baik. Sehingga aku bisa sukses, bisa kaya, dan bisa memiliki apa saja yang ku inginkan. Oleh karena itulah aku menunggu dengan sabar kesempatan itu datang di sini" Jelas pemuda.



"Kalau bentuknya saja kamu tidak tahu, untuk apa kamu tunggu?" Baiknya kamu ikut bersama ku melakukan hal yang berguna. Pasti kelak nasibmu akan berubah jika kamu mau belajar mengikuti jejakku" Ajak pedagang.



"Ah, banyak omong.... Sudah pergi sana! Jangan mengganggu terus!" hardik si pemuda dengan nada kesal.



Si pedagang pun buru-buru pergi meninggalkan pemuda itu sendirian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.



Beberapa menit setelah pedagang itu pergi, datanglah seorang kakek menghampiri pemuda tersebut. Kakek tua itu masih sempat memandangi langkah kepergian si pedagang. Lalu ia palingkan wajah ke pemuda yang dihampirinya.



"Sudahkah kamu mendapatkan kesempatan yang kamu tunggu di tempat ini dengan tidur bermalas-malasan seperti itu?" Tanya kakek tua yang sempat mendengarkan percakapan tadi.



"Belum" Jawab pemuda dengan nada malas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.



"Bukannya baru saja kesempatan itu menghampirimu? Lalu kenapa kamu usir, bukannya kamu tangkap" Tanya kakek tua.



"Apakah kamu tidak tahu, yang baru saja kamu usir tadi adalah seorang pedagang besar kaya raya dari negeri seberang. Kenapa kamu tolak ajakannya?" Si kakek menerangkan sambil keheranan.



Mendengar penjelasan kakek tua itu, si pemuda seperti baru tersadar bangun dari mimpinya. Lalu Ia pun bergegas bangkit dan berteriak - teriak memanggil si pedagang tadi. Sayangnya pedagang itu sudah terlalu jauh berlalu dari pandangan matanya.



"Tidak ada gunanya teriak-teriak, kesempatan yang kamu tunggu sudah berlalu" Ujar si kakek.



Pemuda itu tampak sedih dan terlihat ingin menangis. Ia begitu tertunduk lesu setelah melewatkan kesempatan yang di tunggu, dan tak tahu harus berbuat apa lagi untuk medapatkannya. Semua penantiannya menjadi sia-sia karena jalan pikirannya yang sempit.



Dibalut rasa iba, kakek tua memberikan nasehat kepadanya "Jika kamu ingin mendapatkan kesempatan, maka cari tahu rahasianya. Yang harus kamu tahu, kesempatan itu takkan bisa kamu tangkap jika kamu tidak mengenalinya. Kesempatan belum tentu datang di saat kamu serius menginginkannya, tapi kadang kesempatan itu datang menghampiri disaat kamu tidak serius. Seperti saat dia datang tadi, kamu tidak mengenalinya, akhirnya dia hanya berlalu begitu saja dan belum tentu akan kembali lagi".



"Lalu, aku harus bagaimana? Apakah seumur hidup aku tidak akan memiliki kesempatan lagi?" tanya si pemuda dengan penuh rasa penyesalan.



"Kakek akan memberitahukan mu satu rahasia lagi. Kesempatan yang datang menghampiri pada setiap orang tidak hanya sekali seumur hidup. Bila kesempatan yang satu telah terlewatkan, suatu saat nanti pasti akan datang kesempatan lain. Yang pasti kesempatan itu tidak datang dengan sendirinya. Kesempatan harus diciptakan dan diperjuangkan." Terang kakek.



"Baiklah, Kek. Aku akan berusaha mencoba mengikuti nasehatmu," janji pemuda.



"Kamu juga harus tahu, tidak ada satu waktu pun yang benar-benar tepat untuk memulai mencari dan menemukan kesempatan. Oleh karena itu, janganlah kamu hanya menunggu. Mulai sekarang, detik ini! Mulailah berusaha, bekerja, berjuang dan kesempatan pasti akan tiba pada waktunya. Dan saat kesempatan tiba di hadapanmu, kamu telah siap menyambutnya." Tambahan nasehat dari si kakek.

Dilingkupi rasa gembira, pemuda itu mengucapkan banyak terima kasih, walaupun terasa penyesalan di dalam hatinya karena sudah melepaskan kesempatan yang ada di depan matanya.



Kadang, kesempatan yang kita temukan dalam hidup tampak sepele sekali. Namun jangan coba meremehkan sekecil apapun kesempatan itu. Suatu pencapaian yang besar justru seringkali diawali dari kesempatan-kesempatan kecil yang biasanya terlewatkan oleh banyak orang. Hanya orang-orang yang dapat mengenali kesempatanlah yang akan mendapatkan manfaat terbesar darinya. Merekalah yang sering disebut sebagai orang-orang yang beruntung.



--
-Andrie Wongso-

Bersabar


 

Bangun di pagi hari dalam keramaian kicau burung, seseorang memperhatikan pecahan telur yang berada di atas tanah. Tampak jelas, pecahan itu berasal dari sebuah sarang yang dibuat oleh burung gereja, di bawah langit-langit rumahnya yang mewah. Lelah membersihkan lantai dari pecahan telur, kemudian dengan jijik memperhatikan jerami yang selalu mengotori lantainya, orang tersebut berdiri pada sebuah mebel, dan menyapu sarang dari tempatnya. Kemudian dia menghabiskan beberapa waktu berusaha membersihkan seluruh tempat di mana burung gereja membuat sarangnya.



Tepat hari berikutnya, orang itu mendapati lebih banyak jerami mengotori lantai yang baru dia bersihkan. Ketika ke atas, dia melihat bahwa burung-burung kembali memabangun sarangnya di atap rumahnya. Dia merasa menjadi gila dengan kicauan mereka, dan keributan yang terus menerus merkea buat. Sehingga dia merusak sarang baru itu sebelum sempurna. Dia pikir cara itu dapat membuat burung pergi selamanya.



Namun tragedi penghancuran sarang, hanya memacu burung-burung untuk berusaha lebih keras dan menunjukkan hasrat yang besar. Burung-burung itu bekerja lebih cepat dari sebelumnya. Mereka tidak sedikitpun menyia-nyiakan waktu untuk meratapi kehilangan mereka. Mereka tidak pula pergi untuk mengumpulkan seluruh burung untuk membuat serangan bersama ke rumah tersebut. Mereka terbang seperti biasa, pergi dan datang ke rumah dengan membawa jerami baru secara sungguh-sungguh, terus menerus dan menyusunnya pada tempatnya.



Cerita yang sama ini terulang dari hari ke hari, selama lebih dari satu bulan. Pemilik rumah akan menghancurkannya sambil marah-marah, dan waktu berikutnya burung-burung akan muncul dengan jerami di paruh untuk memulai pekerjaan lagi. Tampaknya usaha mereka sia-sia. Namun di luar perkiraan, mereka terus-menerus melakukan pekerjaan itu. Itu merupakan 'jawaban' burung terhadap kebencian orang tersebut yang tidak berkurang. Bahkan, meski orang itu tampak lebih kuat ketimbang dari sang burung, toh sang burung tetap berusaha mengalahkannya. Akhirnya, perjuangan sunguh-sungguh mereka, membuat orang tersebut menyerah. Orang tersebut sadar, bahwa halangannya sia-sia belaka. Dia berhenti merusak sarang burung tersebut.



Sekarang burung-burung itu telah menyempurnakan sarang dan dengan sukses meletakkan dan mengerami telornya. Kicauan mereka tak lagi membuat marah orang tersebut. Dia berhenti memikirkan mereka, karena mereka telah memberinya pelajaran yang tak ternilai. Yaitu "Jangan pernah membenci musuh Anda. Dalam segala keadaan, dalam kegiatan konstruktif, kesabaran diperlukan. Akhirnya Anda akan memperoleh kemenangan.





Sukses Bermodal Kegagalan


-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

Tangan Terbuka



 

Amir dan Tono merupakan dua orang sahabat pemancing yang sangat hebat. Jika mereka sedang memancing pasti selalu mendapatkan banyak ikan.


Suatu hari, ketika mereka berdua sedang memancing di sebuah danau, mereka kedatangan 10 pemancing lainnya.


Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan, sedangkan 10 pemancing lainnya tidak mendapatkan sedikit ikanpun. Ke sepuluh pemancing itupun mencoba mendekati keduanya untuk menanyakan tips & trik cara memancing mereka. Amir yang merasa terganggu dengan ke sepuluh pemancing tersebut tidak merespon, tetapi tidak dengan Tono teman sepemancingannya.


Tono bersedia mengajari mereka tapi, dengan syarat jika masing-masing dari mereka berhasil mendapatkan 10 ekor ikan, Tono akan mendapatkan satu ekor ikan dari masing-masing mereka sebagai bonus imbalannya. Tetapi, jika kurang dari 10 ekor ikan yang masing-masing mereka dapat, maka tidak perlu.



Ke sepuluh pemancing tersebut setuju dengan syarat yang ditawarkan, dan mereka dengan cepat belajar tekhnik memancing kepada Tono. Hanya dalam waktu 2 jam, mereka yang awalnya tidak mendapatkan sedikit ikanpun, sekarang masing-masing mereka mengumpulkan sedikitnya sebakul ikan.

Otomatis Tono mendapatkan banyak keuntungan dari pendapatan ikan mereka. Selain mendapatkan bonus ikan dari masing-masing pemancing yang telah disepakati tersebut, kini Tono juga mendapatkan 10 orang teman baru.



Sementara teman sepemancingannya, Amir yang begitu pelit MEMBAGI ILMU memancingnya, tidak mendapatkan keuntungan apapun seperti yang Tono dapatkan.




--
ILMU PENGETAHUAN itu akan jauh lebih BERMANFAAT bila diamalkan atau disebarkan kepada orang lain yang membutuhkan.


"Hanya dengan cara kita mengembangkan orang lain yang akan membuat kita berhasil selamanya".

( Harvey S. Fire Stone ).



"Jika Anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, dengan begitu impian Anda juga akan tercapai".



( Zig Ziglar )




-FX Fredy Sutanto-
Enhanced by Zemanta

Introspeksi



 
Di pedalaman hutan Papua, ada seekor burung kecil yang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk pindah ke rumah baru. Di tengah kesibukannya, datang seekor burung yang hidup tidak jauh dari tempat dia tinggal, bertanya untuk mencari tahu


"Kamu mau ke mana?"


"Saya ingin pindah ke hutan yang ada di sebelah timur sana" Jawab si burung kecil.


"Bukannya tinggal di sini begitu nyaman, kenapa kamu pindah" Tanya tetangganya lagi.


"Apakah kamu tidak tahu, semua orang disini tidak suka dengan suaraku, mereka berkata bahwa suara ku sangat jelek, tidak enak di dengar, jadi saya pututskan untuk pindah rumah" Jawab burung kecil

"Sebenarnya kamu tidak perlu pindah, yang perlu kamu lakukan hanyalah mengubah suara nyanyianmu. Jika kamu tetap tidak bisa mengubah suara saat kamu bernyanyi, sekalipun kamu pindah ke hutan yang akan kamu tuju, tetap saja mereka tidak akan suka padamu." Saran si tetangga. 




***

Dalam kehidupan kita sehari-hari perlu adanya introspeksi diri, jangan hanya selalu menyalahkan lingkungan sebagai biang kerok hanya karena ketidakcocokkan dengan kita. Sekali-kali ihatlah ke dalam diri sendiri.


Sebuah pepatah bijak mengatakan "Betapa Bernilainya Kesadaran Diri"



-Surya Accelera-
Enhanced by Zemanta

Sepenuh Hati



Ada seorang anak muda yang baru saja beranjak remaja, sangat beruntung dapat bekerja di perusahaan asing besar sebagai janitor (office boy).

Baginya bekerja di perusahaan asing besar sangat beruntung, karena ia berasal dari keluarga yang mempunyai penghasilan di bawah rata-rata. Oleh sebab itu ia begitu semangat untuk mengejar cita-citanya untuk sukses yang selalu membara dalam hatinya. Tetapi dia bimbang caranya bagaimana?


Karena kedekatan yang sangat erat sekali dengan Ibunya, dia selalu menceritakan semua kendala tersebut kepada.


Entah saran apa yang telah melintas dipikran Ibunya, tiba-tiba saja dia berkata, "setahu ibu sih kalau orang ingin sukses ya harus bergaul dengan orang-orang sukses". Kebimbangan anak muda ini semakin menjadi-jadi. Dengan keadaannya yang hanya bekerja sebagai seorang janitor, siapa orang-orang sukses yang tertraik memberi perhatian kepadanya.


Kembali ia sampaikan lagi kendali tersebut kepada Ibunya. Si Ibu pun memberikan saran dengan kata-kata yang bijaksana "Saran Ibu, kamu harus bekerja lebih giat, masuk ke kantor lebih pagi, selesaikan pembersihan kantor sebelum para pegawai datang. 30 menit sebelum jam kerja di mulai kamu harus sudah siap di depan pintu kantor menunggu para eksekutif datang. Jika mobilnya telah berhenti di tempat parkir, dekatilah oleh mu, berikan sapaan selamat pagi dan tanyakan apakah ada yang bisa kamu bawakan jika dia berkenan"


Pemuda itu melakukan apa yang disarankan oleh Ibunya, para eksekutifpun tak ada yang menolak, bahkan begitu senang dan menghargai tawaran yang diberikan, karena inisiatif yang dia lakukan bukanlah bagian dari tugasnya sebagai janitor.


Begitu terus tiap pagi dia lakukan dan setelah 1 minggu lamanya dia bekerja, semua jajaran eksekutif termasuk Dirut perusahaan itu sudah mengenal dan selalu menyapa dirinya.


Bahkan di saat dia membawakan teh atau kopi ke meja kantor para eksekutif, kadang-kadang mereka membicarakan sesuatu dengan sangat meriah. Sehingga semua eksekutif tahu bahwa anak muda ini diam-diam juga mengambil kuliah malam.

Selang beberapa hari kemudian, karena kampus dimana dia berkuliah dikenal oleh para eksekutif tersebut, mereka menawarkan untuk pergi bareng ke kampusnya, karena kebetulan rumah para eksekutif itu melewati kampus tersebut. Maka setiap haripun dia menumpangi mobil-mobil para eksekuti yang berbeda-beda.

Karena semua eksekutif begitu senang kepadanya dan hampir seperti sahabat, pemuda itupun selalu mendapatkan nasehat tentang cara-cara mengejar cita-cita dan impiannya. Hal tersebut membuatnya makin semangat bekerja karena mendapatkan ilmu dari orang-orang sukses.

Di lain sisi, anak muda ini mempunyai kebiasaan yang sangat disenangi oleh para staff lainnya di perusahaan itu. Dia selalu menawarkan diri untuk bisa membantu pekerjaan mereka kepada siapapun yang berencana mengambil cuti atau liburan,  dengan sangat senang hati dia bisa mengerjakan tugas mereka agar tidak menumpuk.

Sudah tentu semua karyawan senang dengan sikapnya dan menjadi bagian sahabat juga baginya.


Karena semua karyawan disana tahu gajinya yang 'paspasan' sebagai janitor, dia selalu mau diberikan uang tips oleh para eksekutif dan karyawan, TETAPI, dengan sangat sopan dia MENOLAK dan selalu mengatakan hal yang sama kepada setiap orang yang ingin memberikan uang tips kepadanya:

'Saya melakukan semua pelayanan yang terbaik ini kepada Anda, KARENA saya sangat senang telah diterima sebagai sahabat kalian, meskipun saya hanyalah seorang kecil dengan posisi sebagai janitor,  Saya sangat bersyukur. Saya merasa senang dapat melayani Anda.

Jika Anda membayar saya atas apa yang telah saya lakukan, berarti Anda menganggap Saya bukanlah SAHABAT, melainkan TUKANG...


Semua orang di perusahaan itu begitu sangat kagum dengan sikapnya. Dan dalam jangka waktu 5 tahun, dari yang semula hanyalah seorang janitor, dia mendapatkan PROMOSI jabatan yang lebih tinggi, sehingga pada saat dia genap menginjak usia 25 tahun, dia mendapatkan promosi yang lebih tinggi lagi sebagai DIREKTUR oleh perusahaan asing tersebut, dan dia merupakan direktur termuda yang pernah ada saat itu.


Dari sebuah kisah nyata seorang yang mengejar cita-citanya.

-Hendrik Ronald-

 Authorized TDW Master
Enhanced by Zemanta

Sekotak Kejutan



Ada seorang pria yang menghukum putrinya yang masih berumur tiga tahun hanya karena membuang-buang gulungan kertas pembungkus yang berwarna keemasan. Baginya, sesuatu yang dibeli dengan uang itu sangat berharga, maka dari itu pria tersebut memarahi putrinya yang membuang-buang gulungan itu hanya untuk membungkus sebuah kado.



Namun demikian, keesokan harinya gadis kecil itu membawa hadiah berupa kotak untuk diberikan kepada ayahnya.



"Ayah, ini hadiah untuk mu" Sahut si gadis kecil.



Dengan perasaan malu karena reaksi berlebihan kemarin, sang Ayah hanya dapat berkata "Terima kasih anak manis".



Setelah mengetahui isi kotak tersebut kosong, kemarahan sang Ayah pun berkobar lagi.



"Dasar anak nakal, jika kamu meberikan hadiah lalu kenapa ini tidak ada isinya? Apa kamu mau mempermainkan Ayah?" Teriak sang Ayah.



Gadis kecil itupun menatap Ayah nya dengan mata berkaca-kaca sambil berkata "Oh, Ayah sungguh kotak itu tidak kosong. Aku telah meniupkan sebuah ciuman ke dalam kotak. Semua hanya untuk mu Ayah".



Hati sang Ayah begitu hancur seketika, luluh oleh perkataan putri manisnya. Lalu dia pun memelu dan memohon maaf kepada putri kecilnya.



Selama bertahun-tahun sang Ayah selalu membawa kotak itu bersama dalam tidurnya. Setiap kali dia putus asa, dia akan membuka kotak itu untuk medapatkan sebuah ciuman imajiner dan mengingat kasih sayang sang putri tercinta yang telah menaruhnya di sana.







-Academictips-

Hadiah Dari Tuhan


Seorang Raja pernah memiliki seorang budak setia yang dalam setiap keadaan selalu berkata "Tuanku, janganlah pernah berkecil hati karena apapun yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik, tidak pernah salah.



Suatu hari mereka pergi berburu ke hutan, dan secara tiba-tiba seekor hewan liar menyerang sang Raja, si budak mencoba melindungi Raja dan behasil membunuh hewan tersebut, tapi sayang dia tidak bisa mencegah sang Raja kehilangan jari kelingkingnya oleh serang binatang buas itu.



Dengan rasa marah dan tanpa menunjukkan rasa terima kasih, Raja berkata " Jika Tuhan itu baik, Aku tak akan di serang oleh binatang buas dan tak akan kehilangan jariku"



"Meskipun semua hal itu terjadi, sekali lagi saya hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan itu baik dan apapun yang dia lakukan sempurna, tidak pernah salah" Jawab si budak.



Geram oleh jawaban si budak, Raja memerintahkan pengawal untuk memenjarakannya.



Seminggu kemudian sang Raja pergi untuk berburu lagi tanpa di temani budak setianya. Di tengah perburuannya, sekelompok orang biadab meringkusnya. Raja tidak tahu apa tujuan orang-orang tersebut, mungkin mengiinginkan harta yang dimilikinya. Tapi ternyata tidak seperti yang dipikirkan sang Raja, ia diringkus untuk dijadikan korban persembahan kepada dewa tertinggi mereka. Mengetahui hal itu, sang Raja keringat dingin seakan malaikat maut telah ada dihadapannya



Ketika akan dikorbankan di altar persembahan, para orang biadab tersebut menemukan bahwa sang Raja tidak memiliki sebuah jari kelingking, jadi dia dibebaskan karena tidak layak untuk dipersembahakan kepada dewa mereka.



Selepas kembali ke istana, sang Raja memerintahkan pengawal untuk membebaskan budak setianya, lalu berkata "Kau benar, Tuhan telah berlaku baik kepadaku! Aku hampir di bunuh, tapi untungnya jari yang tidak lengkap ini telah menyelamatkan ku"



"Tapi, aku punya satu pertanyaan : Jika Tuhan itu begitu baik, mengapa Dia membiarkan ku memenjaraka mu?"



"Tuanku, jika aku ikut serta bersama Anda berburu, aku akan dikorbankan sebagai persembahan, karena jari-jari ku lengkap" jawab si budak






"Ingatlah, apa yang dilakukan Tuhan itu sempurna, Dia tidak pernah salah"





-moralteachingstories-

Lebih Dari Keajaiban


Seorang pegawai yang telah 5 tahun bekerja sangat menginginkan promosi jabatan sebagai dedikasinya pada perusahaan. Malamnya Ia bermimpi, Ia mendapat pesan dalam mimpinya, jika Ia menenemukan 100 uang logam yang tercecer di perusahaannya dalam sebulan maka promosi jabatannya akan terwujud.


Ia mempercayai arti dalam mimpinya. Maka keesokan harinya, tidak seperti biasa, di pagi-pagi buta Ia sudah berangkat kerja. Tiba di kantor Ia tidak lantas menuju ruang kerjanya, namun membantu office boy menyapu ruangan dan menemukan satu uang logam.


Hatinya senang bukan kepalang bahwa mimpinya akan jadi kenyataan. Sekali lagi, Ia merapikan meja kerja yang berantakan, 3 uang logam kembali didapatnya.


Saat ia rajin melakukan sesuatu, saat itu pula ada saja koin yang ia temukan.


Sampai di penghujung bulan, 99 uang logam telah Ia kumpulkan, 1 lagi uang logam terkumpul maka mimpinya akan jadi kenyataan. Karena ingin segera mendapatkan 100 uang logam, siang dan malam ia terus mencari cara bagaimana menemukan satu uang logam lagi.


Konsentrasinya buyar, pikirannya terpecah, bukannya focus pada tugas yang dikerjakannya malah focus dalam menggenapkan koin yang dikumpulkannya.


Pekerjaannya jadi sering terbengkalai, Ia lebih asyik menyusuri setiap sudut ruangan, mencari di balik pintu, sampai tempat parker untuk menemukan uang logam pewujud impiannya. Akhirnya, Ia pun menerima teguran dari atasannya.



Ya, tanpa sadar kita pun sering berbuat demikian. Pikiran kita hanya terfokus pada promosi atau jabatan, sampai-sampai kita lupa untuk bekerja dengan baik.



-Wiryawan Sofyan-

Baik & Buruk



Di taman sebuah kota yang begitu tampak asri, dipenuhi dengan tanaman mawar. Kebetulan saat itu merupakan musim berbunga, mawar-mawar menampakkan warna-warni yang cantik, dihiasi dengan aroma harum yang memikat orang yang lalu lalang. Tidak sedikit pengunjung taman yang meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Semua orang menyukai mawar karena daya tariknya yang menawan, pun juga karena merupakan lambang cinta. 


Di dekat mawar tumbuh, di sisi lain taman, tumbuh sekelompok pohon bambu yang tidak begitu menarik untuk diperhatikan. Tidak ada bunga yang mekar, juga tidak mengeluarkan aroma harum seperti mawar. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping bambu, maka tidak heran jika bambu selalu cemburu ketika melihat mawar selalu dikerumuni banyak orang.



"Mawar, aku iri kepada mu, aku selalu ingin seperti mu" Ujar bambu suatu hari.



"Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, dan selalu dipuji oleh banyak orang" Lanjut bambu dengan nada sedih.


Mendengar hal itu, mawar hanya tersenyum.



"Terima kasih atas pujian dan kejujuran mu bambu" Ujar mawar.



"Tapi tahukah kamu, sebenarnya aku lebih iri kepada mu" Terang mawar.



Bambu merasa heran dalam diamnya, karena tidak tahu apa yang sebenarnya membuat mawar merasa isi kepadanya.



"Aneh sekali, mengapa kamu iri denganku?" Tanya bambu.



"Ya, Tentu saja aku iri denganmu. Coba kau perhatikan, kamu memiliki struktur batang yang begitu kuat, saat badai datang menerjang pun, kau akan tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun," ujar sang mawar.



"Sedangkan aku dan teman-temanku, kami begitu sangat rapuh, hanya terkena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas berserakan, hidup kami begitu sangat singkat," Jelas mawar menerangkan.


Seketika itu, bambu sadar bahwa dia mempunyai kekuatan pada dirinya. Kekuatan yang dia pikir biasa saja, ternyata membuat iri bagi mawar.



"Tapi mawar, kamu selalu dikagumi orang, dan selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi penghias rumah dengan keindahan mu" Ujar bambu.



Senyum pun kembali mengembang dari sang mawar "Ya, Kamu benar, aku sering digunakan sebagai hiasan dan dicari banyak orang, tapi akhirnya, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu," Jawab mawar.


Sekali lagi bambu merasa keheranan "Aku sungguh tidak mengerti"


"Ah bambu.." ujar mawar sambil menggeleng.



"Seperti yang kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air, sehingga akhirnya kamu dapat mengairi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu memberikan begitu banyak kehidupan bagi tanaman," lanjut mawar.



"Malah aku seharusnya yang heran, dengan manfaat sebesar itu yang ada pada dirimu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku," tutup mawar.


"Ohhhh… kamu benar" ucap bambu sambil mengangguk.



Bambu baru menyadari bahwa selama ini dia telah memberikan banyak manfaat bagi tanaman lainnya, walupun sebenarnya pujian itu lebih sering ditujukan kepada mawar.


Sejak percakapan itu bambu tidak lagi merenungi nasibnya, bambu lebih senang mengetahui manfaat dan kekuatan dirinya yang bisa dia berikan kepada makhluk lainnya.




Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain.




-Yani Sastra-

Menembus Batas


 


Seorang pak tua tinggal sendirian di Minnesota. Dia ingin menggarap kebun setengah hektar-nya untuk kemudian ditanami dengan kentang, tapi Ia tidak sanggup mengerjakannya sendiri karena keadaannya yang sudah agak tua. Putra satu-satunya, yang akan selalu membantunya sekarang mendekam di penjara. Pak tua pun mengirimi anaknya surat yang menggambarkan keadaannya saat itu:



"Kepada anakku,

Ayah merasa dalam keadaan buruk saat ini, karena mungkin Ayah tak kan mampu menanam kentang tahun ini. Ayah benci melewatkan saat bertanam kentang ini karena mendiang Ibu mu tidak akan pernah melewatkan saat-saat ini. Ayah sudah terlalu tua untuk menggarap kebun ini, seandainya saja Kamu ada di sini, semua masalah Ayah pasti akan segera berakhir. Ayah tahu kamu akan membantu menggarap kebun untuk Ayah, jika Kamu tidak berada di penjara"



Ayah mu"



Tak lama kemudian, Pak tua menerima telegram yang isinya "Demi Tuhan Ayah, jangan gali kebun itu!! Karena di sana ada banyak senjata yang Ku kuburkan!!"



Jam 4 pagi keesokan harinya, sejumlah agen FBI dan polisi setempat mendatangi lokasi penguburan senjata yang sedang dicari-carinya dari tersangka. Mereka mulai menggali dan ternyata tidak menemukan suatu senjata apa pun.



Merasa bingung, Pak tua kemudian menulis kembali surat kepada anaknya, menceritakan apa yang telah terjadi dan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.



Si anak pun membalas surat dari dalam penjara "Silahkan tanam kentang mu sekarang Yah. Itu adalah hal terbaik yang bisa Aku lakukan dari dalam penjara saat ini".



Dimanapun kita berada di dunia ini, jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati untuk melakukan sesuatu, pasti kita bisa melakukannya.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Lupakan Semua



 


Di sebuah perguruan kungfu, seorang Guru Master tengah mengajari salah satu muridnya jurus pamungkas. Namun sayang keadaan tidak begitu menguntungkan, tiga orang musuh sakti datang ingin memporak-porandakan perguruan tersebut. Dengan tidak sabar ketiga orang tersebut siap menghabisi nyawa guru dan murid yang sedang menyempurnakan jurus pamungkas guna melawan ketiga orang sakti itu.

Jurus pertama selesai diajarkan sang guru. Berlanjut ke jurus kedua..ketiga..keempat.
Begitu sampai di penghujung jurus kelima, sang guru bertanya kepada muridnya.
"Bagaimana? Apa kau ingat seluruh jurus yang telah aku ajarkan tadi ?".

Dengan mata terbelalak……. dan wajah pucat muridnya menjawab,"Tttiii..tidak Guru!".

Keteganganpun berubah, ketiga musuhnya serentak-sontak tertawa geli.

Tapi anehnya, diluar dugaan sang guru malah tertawa, dan berkata,

"Bagus!! Lupakanlah saja jurus-jurus itu.Sekarang, majulah bertarung!!"


Ketiga musuh sakti itu pun segera merangsek maju. Dengan rasa gugup murid itu melawan sekenanya.

"Bag …. Bug…. Bag…." murid itu menjadi bulan-bulanan musuhnya. Namun ia tidak begitu saja menyerah meladeni hantaman ke tiga musuh sakti itu. Sang murid terus bertempur semampunya, sambil berusaha menenangkan dirinya sedemikian rupa.



Tiba-tiba, sesuatu yang aneh kemudian terjadi. Jurus-jurus yang terlupa diajarkan sang guru tadi muncul begitu saja. Mengalir ke luar secara alamiah dari gerak tubuhnya. Walau tidak sama persis dengan yang diajarkan oleh sang guru, tetapi memiliki jiwa yang sama. Dengan kata lain, jurus yang sama, bekerja dengan cara berbeda pada sang murid.

Bukan hanya sang murid yang merasa kaget, ketiga musuh saktinya pun merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Keadaanpun akhirnya kini berbalik, sang murid berada di atas angin. Ketiga musuh sakti itupun takluk ditangan murid yang sejenak lupa akan jurus pamungkasnya.



Yup, itu hanyalah sebuah adegan film kungfu dari sebuah legenda Cina yang penuh dengan ajaran kebijakan.


Dalam mendalami dan mempelajari hal ilmu apapun,
membaca itu sangat baik,
menambah ilmu itupun suatu keharusan,
bahkan... menciplak TIPS& TRICK orang lain juga kadang menghasilkan sesuatu.

Tetapi yang terutama dari itu semua adalah :
KEBERANIAN UNTUK TERLIBAT TERJUN MERASAKAN DAN MENGALAMINYA SENDIRI.

Nikmati saja..rasakan..hingga meresap kebagian terdalam diri kita.
Mungkin pertama kalinya akan babak belur, namun jangan berhenti. Terus, BELAJARLAH DARI LUKA-LUKA itu.

Biarkan teori dan praktek bersatu padu dengan sendirinya. Semua orang butuh waktu.
Bila tiba saatnya nanti..jurus-jurus itu akan berkembang sedemikian rupa, hingga jurus-jurus itu menjadi JURUS ANDA SENDIRI!






*Lupakan Saja Jurus-Jurus Itu*

-Made Teddy Artiana, S. Kom-



Ghostwriter, photographer & CMO Kairos System & Technology (www.kairos-medisoft.com)
Penulis Buku Komedi Inspirasi base on true story BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA* *(yang pernah bekerja di rumah kami)

Senjata Makan Tuan


 


Ada seorang petani miskin yang menjual 400 gr mentega hasil usahanya kepada tukang roti langganannya. Karena penasaran, suatu hari tukang roti mencoba untuk menimbang mentega yang diterimanya untuk melihat apakah benar ia menerima 400 gr mentega tersebut. Teryata mentega yang diperolehnya hanya sekitar 250 gr, geramlah si tukang roti dan menuntut petani miskin tersebut ke pengadilan.



Di pengadilan petani miskin itu tertunduk lesu, tapi Ia yakin bahwa Ia tidak bersalah sedikitpun dalam hal tersebut. Hakim meminta penjelasan dari si petani miskin mengenai cara Ia menimbang dan alat timbangan yang digunakan dalam menentukan berat mentega.



"Yang Mulia, Saya tidak memiliki timbangan dan sangat primitif dalam hal menimbang mentega tersebut oleh karena itu Saya tidak memiliki ukuran yang tepat. Tapi Saya punya skala" Jelas si petani miskin.



"Lalu bagaimana skala Anda dapat menentukan bahwa berat mentega itu adalah 400 gr?" Tanya balik sang Hakim.



"Yang Mulia, jauh sebelum tukang roti membeli mentega dari Saya, Saya pernah membeli sepotong roti yang beratnya 100 gr. Setiap hari, ketika tukang roti membawakan roti pesanan Saya, Saya meletakkannya pada skala dan memberinya berat beban yang sama dengan berat mentega yang akan Saya jual. Jika ada yang harus disalahkan, maka tukang rotilah orangnya"Jawab si petani miskin.





Kejujuran adalah kebijakan terbaik. Siapa yang menabur, maka dialah yang akan menuai.





-moralteachingstories-
Enhanced by Zemanta

Keajaiban Berbagi



Suatu waktu, pernah ada seorang petani jagung yang sangat populer memenangkan berbagai penghargaan dalam urusan hasil kebun jagungnya. Setiap tahun si petani selalu mengikutsertakan hasil panennya dalam setiap lomba yang diadakan di setiap Negara bagian, dan setiap itu pula Ia selalu mendapatkan pita biru sebagai juara terbaik.



Karena kehebatan si petani dalam menghasilkan benih jagung terbaik, seorang reporter TV pun tertarik untuk mewancarai, mencari tahu dan mempelajari apa rahasia di balik itu semua. Selama wawancara itu reporter menemukan sesuatu yang menarik, Ia merasa heran mengapa si petani begitu rela membagi-bagikan benih terbaiknya kepada para tetangga yang juga berkebun jagung.



"Bagaimana mungkin Anda berbagi benih jagung terbaik Anda kepada mereka? Apakah Anda tidak takut suatu hari nanti hasil panen mereka akan lebih baik dari Anda dan Anda pun akan kehilangan titel juara yang selalu Anda menangkan di setiap kompetisi?" Tanya si reporter keheranan.



"Memangnya kenapa?" Tanya balik si petani.



"Apakah Anda tidak tahu, angin selalu menerbangkan setiap serbuk sari jagung yang sudah berbunga matang dari satu satu kebun ke kebun lainnya. Jika tetangga Saya menanam jagung dengan kualitas rendah, maka lintas penyerbukan akan berpengaruh menurunkan kualitas jagung Saya. Jika saya menanam benih jagung yang baik, maka Saya juga harus membantu tetangga Saya menanam benih jagung terbaik" jelas si petani.





Mereka yang memilih untuk hidup dengan baik harus membantu orang lain untuk hidup dengan baik pula, karena nilai dari kehidupan adalah diukur dengan sentuhan kehidupan itu sendiri.



Selalu bantu orang lain di sekitar Anda, jika Anda melakukannya maka secara tidak langsung Anda membantu diri sendiri juga.



Ingat, apa yang terjadi di sekitar selalu datang dari sekitarnya.







-moralteachingstories-

Esensi Hidup


 


Seorang pemilik toko ternama ingin melihat anaknya tumbuh dengan kebahagiaan, ia menyuruh putranya yang semata wayang itu untuk belajar tentang rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Dalam perjalanan mencari kebahagiaan, si anak melintasi padang pasir yang luas selama 40 hari, hingga akhirnya Ia tiba di sebuah kastil yang indah dan tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal.


Karena terpukau oleh keindahan kastil, saat memasuki kastil sejenak si anak lupa dengan orang bijak yang dicarinya. Ia lebih sibuk memperhatikan keadaan yang ada di dalam sana, melihat para pedagang yang datang dan pergi, orang-orang yang sedang mengobrol di sudut- sudut kastil, sekelompok orchestra yang sedang memainkan musik yang indah, dan hidangan terlezat di dunia yang di sajikan di meja.


Orang bijak yang dicarinya ternyata sedang sibuk berbicara dengan setiap orang yang ingin menemuinya, dan anak muda itu harus menunggu giliran selama dua jam lamanya untuk mendapat wejangan tentang kebahagiaan yang dicarinya.


Ketika tiba waktunya bertatap muka dengan si orang bijak, anak muda itu menceritakan maksud dari kedatangannya. Orang bijak mendengarkan penjelasan si anak, namun Ia berkata kepada anak muda bahwa saat itu Ia tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan yang dicarinya. Dia menyarankan agar anak muda itu untuk melihat-lihat sekeliling kastil dulu dan kembali lagi dalam dua jam.


"Sementara itu, Saya akan meminta Anda untuk melakukan sesuatu" Kata si orang bijak sambil menyerahkan sebuah sendok teh yang berisi dua tetes minyak kepada si anak muda.


"Saat Anda berjalan-jalan berkeliling kastil, bawalah sendok ini bersama tanpa sedikitpun Anda menumpahkan minyak yang ada bersama sendok ini" Jelas orang bijak.


Anak muda itu mulai berkeliling kastil, menaiki dan menuruni tangga yang ada di sekeliling kastil, sambil matanya fokus memperhatikan sendok yang dibawanya agar minyak yang ada bersamanya tidak tumpah.


Dua jam sudah berlalu,

"Nah," kata si orang bijak, "Apakah Anda melihat permadani Persia yang tergantung di ruang makanku? Apakah Anda melihat taman besar yang butuh sepuluh tahun pembuatannya? Apakah Anda melihat perkamen indah di perpustakaan saya? "


Anak muda itu merasa malu, dan mengaku bahwa Ia tidak melihat satupun yang ada. Satu-satunya yang Ia perhatikan hanyalah sendok yang bersamanya ada 2 tetes minyak, karena Ia begitu khawatir akan menumpahkannya.


"Kalau begitu, berkeliling lagi di kastil ini. Anda tidak akan bisa mempercayai Saya jika Anda tidak mengenali isi kastil Ini" Kata si orang bijak.

Merasa lega, anak muda itu pun kembali mengambil sendoknya yang berisi minyak dan kembali menjelajahi kastil tersebut. Kali ini dia mengamati semua karya seni di langit-langit dan dinding. Dia melihat kebun, pegunungan di sekelilingnya, dan keindahan bunga-bunga disekelilingnya. 


Anak muda itu pun kembali menghadap orang bijak dengan rasa percaya diri.

"Sudahkah Anda perhatikan seluruh yang ada di kastil ini?" Tanya orang bijak 

"Oh..Tentu" Jawab anak muda. 


"Tapi di mana tetes minyak yang saya percayakan kepada Anda?" tanya orang bijak kemudian.


Anak muda itu terkejut, melihat sendok yang ada di tangan, minyak yang ada bersamanya telah hilang.


"Nah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan padamu," Kata orang bijak.



"Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan yang ada di dunia dengan tidak pernah melupakan tetes-tetes minyak yang ada di sendok."



Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dari menikmati setiap detik kehidupan kita dengan penuh rasa cinta, rasa syukur dan terima kasih, serta pengabdian kepada Tuhan yang Menciptakan kita.



-Inspire21-
Enhanced by Zemanta

Berpikir Besar



Seorang pria tertangkap dan dilemparkan ke dalam lubang yang dalamnya sekitar 7 meter hanya karena dia orang asing. Pria itu berjuang untuk bisa keluar dengan cara mendaki pinggiran lubang, tetapi semakin ia berusaha, semakin otot-ototnya menjadi lemah. Rasa putus asa menggelayuti dirinya, hingga Ia berkata kepada dirinya sendiri, "Saya tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk keluar dari lubang ini, mungkin aku akan mati di sini".


Saat dalam rasa putus asa, saat itu dia juga mendengar suara seseorang berteriak "Tolong, tolong, tolong" dari lubang lainnya yang lebih dalam 3 meter dari lubang tempatnya berada. "wow, ternyata ada orang lain juga yang terjebak dalam lubang yang sama seperti saya di sini" Pikirnya.


Dengan keadaan menenangkan diri dalam istirahatnya, dia mendengarkan suara tanah yang berjatuhan dari lubang tempat korban lainnya berada. Segera dia memberanikan diri untuk mencoba lagi memanjat dinding lubang dengan segala kekuatan terakhirnya, merangkak sedikit demi sedikit sampai akhirnya Ia berhasil keluar dari lubang tersebut.




Tetaplah tersenyumlah dalam derita, karena masih ada orang yang lebih menderita dari Anda.


Cobalah selalu hadapai ketakutan terbesar dalam hidup, karena sesuatu yang "BAIK" tidak datang dengan mudah. Kita harus bisa merasa tidak nyaman untuk sampai di zona nyaman.





-Inspire21-

Inspiratif


 

Seorang bocah buta sedang mengemis di pelataran sebuah gedung, sebuah topi tergeletak di bawah kakinya sebagai tempat menampung uang dan sebuah kertas karton yang bertuliskan "Tolong sumbangannya, Saya buta". 



Hanya sedikit uang koin yang berhasil terkumpul di topinya.



Seorang pria kemudian melintas di hadapan sang bocah, mengambil beberapa koin uang dari saku dan menaruhnya di topi si bocah buta. Lalu pria itu mengambil kertas karton si bocah, menuliskan sesuatu di balik sisi kosong karton tersebut. Di taruhnya kembali kertas karton itu sehingga orang-orang yang lewat membaca tulisan baru tersebut.



Tak berapa lama topinya dipenuhi dengan uang para pejalan kaki yang lewat. Begitu banyak orang yang tersentuh untuk memberikan sumbangan kepada si bocah. Sore harinya, pria yang mengubah tulisan di kertas karton tersebut datang untuk melihat hal apa yang telah terjadi.



Si bocah mengenali langkah kaki pria itu dan bertanya "Bukankah Anda yang telah mengubah tulisan ini pagi tadi? Memangnya apa yang telah Anda tulis?"



"Aku hanya menuliskan kebenaran. Aku tulis apa yang Kamu tulis, tapi dengan cara yang berbeda" Jawab si pria.



Yang di tulis pria itu yaitu "Hari ini begitu indah tapi Aku tak dapat memandangnya"





Bersyukurlah dengan apa yang kita punya.



Hal yang terindah dalam hidup adalah ketika kita melihat orang lain tersenyum bahagia. Dan yang paling indah lagi adalah mengetahui bahwa Anda lah yang mengembangkan senyum orang tersebut.







-Academictips-