Kliping Email Group

Tampilkan postingan dengan label arti hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arti hidup. Tampilkan semua postingan

Berguru Pada Lebah



Lebah membuat sarangnya di suatu tempat. Tetapi mereka sering harus pergi bermil-mil ke tempat lain untuk menghisap sari bunga. Kadang mereka terbang sepanjang hari untuk melakukan itu.


Penelitian tentang lebah menunjukkan, bahwa saat mereka meninggalkan sarang di pagi buta hari masih gelap, namun saat mereka pulang di waktu senja, matahari belum tenggelam, dan hari masih terang. Pergi dalam gelapnya pagi, dan kembali di waktu senja yang masih terang, merupakan hal yang sangat berguna. Sebab, perjalanan pada waktu pagi artinya bergerak dari kegelapan menuju keadaan terang. Sementara perjalanan di waktu sore, artinya bergerak dari keadaan terang menuju keadaan gelap. Lebah memperhitungkan rentang waktu antara kedatangan dan kepergiannya. Ia menjadikan rentang waktu itu, sebagai perjalanan rutin. Ia tahu, bahwa ia dapat pergi ke tempat yang jauh tanpa kehilangan jalan atau tersesat, jika ia melakukannya saat terang hari. Meski demikian, ia memulai perjalannya dalam kegelapan. Mengapa? Sebab, ia tahu bahwa siang akan datang tak lama lagi.


Alam meberikan pelajaran, bahwa setiap langkah hendaknya didasarkan pada kenyataan, dan bukannya pada keinginan dan dugaan yang kabur. Masa depan pasti mempunyai saat-saat gelap, sebagaimana ia juga memiliki saat-saat terang. Bila kita gagal mencatat perbedaan-perbedaan yang penting ini, dan memulai perjalanan dengan lalai, tanpa perhitungan, masa depan hanya akan memberi kita sedikit harapan. Jika kita tidak merencanakan hidup dengan teratur, kita hanya akan membayangkan, bahwa kita menuju masa depan yang cerah dengan hasil yang sangat bagus, sementara ketika waktu gelap tiba, kita akan tahu bahwa kita sesungguhnya benar-benar sedang menghadapi kegelapan.



Sukses Bermodal Kegagalan

-Maulana Wahiddin Khan-

Setajam Pedang



Suatu waktu, ada sekelompok anak-anak yang sedang menyimak pelajaran yang sedang diberikan oleh guru mereka di bawah naungan pohon yang rindang. Di antara anak-anak tersebut, tampak seorang kakek tua yang sedang duduk bersantai memperhatikan di sana.


Setelah pelajaran selesai, ada salah seorang pemuda yang melihat kegiatan belajar mengajar itu merasa penasaran, menghampiri lalu bertanya kepada kakek itu:


"Hai Kek, apa kakek ini guru?"


"Bukan dek, kakek bukan guru. Kakek sedang belajar juga sama seperti anak-anak itu" Jawab si kakek.


"Lha, memangnya berapa umur kakek?" Tanya pemuda makin penasaran.

"Umur kakek tepat 10 tahun tahun ini" Jawab si kakek. 


"Haha…. Kakek bisa saja bercandanya! Bukannya 70 tahunan kek?"
"Hehehe, tebakan kamu benar, kalau dihitung dari saat kakek lahir hingga saat ini kamu memang benar. Tapi coba jangan kamu hitung waktu 60 tahun yang telah terlewati. Tapi hitunglah sepuluh tahun terakhir waktu yang kakek lewati ini" Terang si kakek. 


"Memang ada artinya kek?" Tanya pemuda makin penasaran.


"Sejak dari kecil sampai usia kakek 20 tahun kakek malah sibuk bermain dan bersantai, karena semua kebutuhan telah disediakan secara berlimpah oleh orang tua kakek. Padahal saat itu waktu yang terbaik untuk belajar. 20 tahun berikutnya, kakek gunakan untuk berfoya-foya menghamburkan harta yang telah susah payah dikumpulkan oleh orang tua kakek. Padahal saat itu adalah waktu terbaik mengejar karir dan berjuang. 20 tahun berikutnya, kakek gunakan untuk bertamasya, menghabiskan harta yang masih tersisa. Padahal saat itu waktu yang seharusnya kakek gunakan mengumpulkan tabungan sebagai persiapan menghadapi masa pensiun di kala tua kakek. Jadi, bukankah 60 tahun waktu yang telah kulewati itu sia-sia? Tak ada sedikitpun sesuatu yang dapat kupelajari" Jawab kakek sambil menghela napas panjang.

"Terus, dengan sepuluh tahun terakhir masa yang kakek jalani bagaimana?" Tanya pemuda kembali. 
"Dalam waktu 10 tahun terakhir kakek sadar bahwa 60 tahun yang telah kakek lalui tanpa ada maknanya, tanpa tujuan hidup, dan tanpa cita-cita. Tapi sayang, saat kakek tersadar, kakek sudah hidup sebatang kara dan tanpa harta yang tersisa. Untuk menyambung hiduppun kakek masih bergantung kepada belas kasihan orang lain" Jawab kakek dengan mata berkaca-kaca. 

"Jadi anak muda, janganlah kamu hidup seperti kakek ini. Pergunakanlah waktu dengan sebaiknya, karena waktu adalah modal utama yang paling berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Gunakan secara efektif waktu yang kau punya untuk tujuan yang jelas dan untuk berjuang meraih keberhasilan. Kelak di masa tua mu, kamu akan merasa bangga dan bahagia manjalani kehidupan ini" Tutup si kakek mengingatkan. 



-PANTUN HANGOLUAN, TOIS HAMAGOAN-

Pengantar Impian



Di kaki gunung Himalaya, semua reporter yang sudah hadir menunggu berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary yang telah kembali dari pendakian ke puncak Mount Everest bersama Tenzing Norgay (seorang pemandu/sherpa). Di antara puluhan reporter yang hadir hanya seorang reporter yang tertarik dan berminat mewawancarai si serpha Tenzing Norgay,


"Apa yang Anda rasakan dengan keberhasilan Anda menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?" Tanya reporter.


"Sungguh sangat senang sekali rasanya" Jawab Tenzing Norgay.


"Sebagai seorang serpha bagi Sir Edmund Hillary, pastinya posisi Anda berada di depan dia, lalu kenapa bukannya Anda yang menjadi orang pertama yang berhasil menjejakkan kaki di puncak Mount Everest? Bukankah seharusnya begitu?" Tanya reporter kembali.


"Ya, betul sekali. Ketika tinggal satu langkah lagi mencapai puncak, saya mempersilahkan Sir Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya untuk menjadi orang pertama di dunia yang telah berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu" Jawab Tenzig Norway.



"Kenapa Anda lakukan hal tersebut?" Tanya reporter penasaran.


"Karena itu bukan impian saya, itu adalah IMPIAN Edmund Hillary. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIANnya" Jawab Tenzig Norway.




Ada sebuah pepatah mengatakan:

"Bila Anda hendak menjadi pahlawan, harus ada orang-orang yang bertepuk tangan di pinggir jalan"

Tidak semua orang di dunia ini mempunyai keinginan & impian menjadi pahlawan seperti Sir Edmund Hillary.


Orang-orang seperti mereka cukup bahagia hanya dengan memberikan pelayanan dan membantu orang lain mencapai mimpinya. Mereka merasa cukup menjadi "orang-orang yang bertepuk tangan saja dipinggir jalan."



Orang-orang seperti mereka kadang diperlakukan layaknya

"telor mata sapi"

Yang lebih tersohor sapinya, dibandingkan ayam yang mempunyai telurnya.



Sudahkah Anda menghargai pengorbanan orang-orang di sekitar Anda (teman, orang tua, saudara) dan berkorban membantu mereka mencapai IMPIANnya?




-Novalia-

Mempercepat Secara Perlahan



Seorang anak muda suatu kali datang kepada guru yang patut dihormati dan bertanya,


"Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan penjelasan?"

Guru itu menjawab, "Sepuluh tahun"

Anak muda tersebut keceplosan, "Lama sekali!"

Guru berkata lagi, "Tidak, Aku telah salah. Bagimu akan dua puluh tahun"

Anak muda bertanya lagi, "Mengapa kau menambahinya?"


Guru menjawab, "Pikirkan hal itu, pada kasusmu, mungkin akan sampai 30 tahun" (Philip Kapleau, Reader Digest, 1983)



Sebuah tujuan dapat dicapai pada perjalanan sepuluh tahun tetapi kamu ingin mencapainya hanya dalam sepuluh hari. Ini artinya Anda ingin mencapai tujuan Anda secepat-cepatnya. Tetapi orang tua berkata "Semakin buru-buru tak akan dapat apa-apa".


Seorang penumpang pesawat terbang yang ingin meluncur cepat seperti panah, tanpa membolehkan waktu untuk turun dan berbelok, akan menghadapi banyak rintangan selama penerbangannya. Jauh dari tujuan yang ingin di capai, yakni ingin cepat. Bahkan pesawat itu akan patah dan jatuh di tengah perjalanan. Lalu sang penumpag harus memulai langkahnya dari nol lagi, ia pun harus mengobati lukanya. Semua itu membutuhkan waktu. Andai penumpang itu melakukan penerbangan secara normal, berjalan tidak buru-buru, dia akan mencapai tujuan tepat pada waktunya.


Ketika menunda adalah kesalahan, maka sama salahnya bila terlalu terburu-buru. Semua pekerjaan dapat diselesaikan melalui proses yang seharusnya. Menunda pekerjaan adalah sia-sia dan tidak bertanggung jawab, tetapi melakukannya tanpa perhitungan dan hati-hati merupakan tanda ketidaksabaran yang merusak.



Sukses bermodal Kegagalan

-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

Rahasia Sebuah Kesempatan



Di suatu pagi di dekat sebuah pasar, nampak seorang pemuda sedang tidur bermalas-malasan. Meski pasar terlihat ramai dengan para penjual dan pembeli yang berlalu lalang, pemuda itu begitu tenang berasyik masyur dengan kemalasannya. Dihadapannya kebetulan lewat seorang pedagang yang telah berhasil menjual barang dagangannya. Pedagang itu nampak heran dengan tingkah laku pemuda tersebut, dihampirinya dan lalu bertanya:



"Wahai anak muda, tidakkah kau lihat pagi begitu indah. Semua orang begitu sibuk berjual beli, lalu mengapa kau menyia-nyiakan waktu dan hanya tidur-tiduran di sini?"



"Aku sedang menunggu kesempatan" Jawab pemuda itu dengan suara malas sambil memicingkan sebelah matanya.



"Memangnya kamu tahu bentuk kesempatan yang sedang kamu tunggu itu?" Tanya pedagang dengan rasa heran.



"Tidak" Jawab pemuda sambil menggelengkan kepala



"Kata orang aku harus menunggu kesempatan datang, baru kemudian nasibku akan bisa berubah menjadi baik. Sehingga aku bisa sukses, bisa kaya, dan bisa memiliki apa saja yang ku inginkan. Oleh karena itulah aku menunggu dengan sabar kesempatan itu datang di sini" Jelas pemuda.



"Kalau bentuknya saja kamu tidak tahu, untuk apa kamu tunggu?" Baiknya kamu ikut bersama ku melakukan hal yang berguna. Pasti kelak nasibmu akan berubah jika kamu mau belajar mengikuti jejakku" Ajak pedagang.



"Ah, banyak omong.... Sudah pergi sana! Jangan mengganggu terus!" hardik si pemuda dengan nada kesal.



Si pedagang pun buru-buru pergi meninggalkan pemuda itu sendirian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.



Beberapa menit setelah pedagang itu pergi, datanglah seorang kakek menghampiri pemuda tersebut. Kakek tua itu masih sempat memandangi langkah kepergian si pedagang. Lalu ia palingkan wajah ke pemuda yang dihampirinya.



"Sudahkah kamu mendapatkan kesempatan yang kamu tunggu di tempat ini dengan tidur bermalas-malasan seperti itu?" Tanya kakek tua yang sempat mendengarkan percakapan tadi.



"Belum" Jawab pemuda dengan nada malas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.



"Bukannya baru saja kesempatan itu menghampirimu? Lalu kenapa kamu usir, bukannya kamu tangkap" Tanya kakek tua.



"Apakah kamu tidak tahu, yang baru saja kamu usir tadi adalah seorang pedagang besar kaya raya dari negeri seberang. Kenapa kamu tolak ajakannya?" Si kakek menerangkan sambil keheranan.



Mendengar penjelasan kakek tua itu, si pemuda seperti baru tersadar bangun dari mimpinya. Lalu Ia pun bergegas bangkit dan berteriak - teriak memanggil si pedagang tadi. Sayangnya pedagang itu sudah terlalu jauh berlalu dari pandangan matanya.



"Tidak ada gunanya teriak-teriak, kesempatan yang kamu tunggu sudah berlalu" Ujar si kakek.



Pemuda itu tampak sedih dan terlihat ingin menangis. Ia begitu tertunduk lesu setelah melewatkan kesempatan yang di tunggu, dan tak tahu harus berbuat apa lagi untuk medapatkannya. Semua penantiannya menjadi sia-sia karena jalan pikirannya yang sempit.



Dibalut rasa iba, kakek tua memberikan nasehat kepadanya "Jika kamu ingin mendapatkan kesempatan, maka cari tahu rahasianya. Yang harus kamu tahu, kesempatan itu takkan bisa kamu tangkap jika kamu tidak mengenalinya. Kesempatan belum tentu datang di saat kamu serius menginginkannya, tapi kadang kesempatan itu datang menghampiri disaat kamu tidak serius. Seperti saat dia datang tadi, kamu tidak mengenalinya, akhirnya dia hanya berlalu begitu saja dan belum tentu akan kembali lagi".



"Lalu, aku harus bagaimana? Apakah seumur hidup aku tidak akan memiliki kesempatan lagi?" tanya si pemuda dengan penuh rasa penyesalan.



"Kakek akan memberitahukan mu satu rahasia lagi. Kesempatan yang datang menghampiri pada setiap orang tidak hanya sekali seumur hidup. Bila kesempatan yang satu telah terlewatkan, suatu saat nanti pasti akan datang kesempatan lain. Yang pasti kesempatan itu tidak datang dengan sendirinya. Kesempatan harus diciptakan dan diperjuangkan." Terang kakek.



"Baiklah, Kek. Aku akan berusaha mencoba mengikuti nasehatmu," janji pemuda.



"Kamu juga harus tahu, tidak ada satu waktu pun yang benar-benar tepat untuk memulai mencari dan menemukan kesempatan. Oleh karena itu, janganlah kamu hanya menunggu. Mulai sekarang, detik ini! Mulailah berusaha, bekerja, berjuang dan kesempatan pasti akan tiba pada waktunya. Dan saat kesempatan tiba di hadapanmu, kamu telah siap menyambutnya." Tambahan nasehat dari si kakek.

Dilingkupi rasa gembira, pemuda itu mengucapkan banyak terima kasih, walaupun terasa penyesalan di dalam hatinya karena sudah melepaskan kesempatan yang ada di depan matanya.



Kadang, kesempatan yang kita temukan dalam hidup tampak sepele sekali. Namun jangan coba meremehkan sekecil apapun kesempatan itu. Suatu pencapaian yang besar justru seringkali diawali dari kesempatan-kesempatan kecil yang biasanya terlewatkan oleh banyak orang. Hanya orang-orang yang dapat mengenali kesempatanlah yang akan mendapatkan manfaat terbesar darinya. Merekalah yang sering disebut sebagai orang-orang yang beruntung.



--
-Andrie Wongso-

Introspeksi



 
Di pedalaman hutan Papua, ada seekor burung kecil yang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk pindah ke rumah baru. Di tengah kesibukannya, datang seekor burung yang hidup tidak jauh dari tempat dia tinggal, bertanya untuk mencari tahu


"Kamu mau ke mana?"


"Saya ingin pindah ke hutan yang ada di sebelah timur sana" Jawab si burung kecil.


"Bukannya tinggal di sini begitu nyaman, kenapa kamu pindah" Tanya tetangganya lagi.


"Apakah kamu tidak tahu, semua orang disini tidak suka dengan suaraku, mereka berkata bahwa suara ku sangat jelek, tidak enak di dengar, jadi saya pututskan untuk pindah rumah" Jawab burung kecil

"Sebenarnya kamu tidak perlu pindah, yang perlu kamu lakukan hanyalah mengubah suara nyanyianmu. Jika kamu tetap tidak bisa mengubah suara saat kamu bernyanyi, sekalipun kamu pindah ke hutan yang akan kamu tuju, tetap saja mereka tidak akan suka padamu." Saran si tetangga. 




***

Dalam kehidupan kita sehari-hari perlu adanya introspeksi diri, jangan hanya selalu menyalahkan lingkungan sebagai biang kerok hanya karena ketidakcocokkan dengan kita. Sekali-kali ihatlah ke dalam diri sendiri.


Sebuah pepatah bijak mengatakan "Betapa Bernilainya Kesadaran Diri"



-Surya Accelera-
Enhanced by Zemanta

Sepenuh Hati



Ada seorang anak muda yang baru saja beranjak remaja, sangat beruntung dapat bekerja di perusahaan asing besar sebagai janitor (office boy).

Baginya bekerja di perusahaan asing besar sangat beruntung, karena ia berasal dari keluarga yang mempunyai penghasilan di bawah rata-rata. Oleh sebab itu ia begitu semangat untuk mengejar cita-citanya untuk sukses yang selalu membara dalam hatinya. Tetapi dia bimbang caranya bagaimana?


Karena kedekatan yang sangat erat sekali dengan Ibunya, dia selalu menceritakan semua kendala tersebut kepada.


Entah saran apa yang telah melintas dipikran Ibunya, tiba-tiba saja dia berkata, "setahu ibu sih kalau orang ingin sukses ya harus bergaul dengan orang-orang sukses". Kebimbangan anak muda ini semakin menjadi-jadi. Dengan keadaannya yang hanya bekerja sebagai seorang janitor, siapa orang-orang sukses yang tertraik memberi perhatian kepadanya.


Kembali ia sampaikan lagi kendali tersebut kepada Ibunya. Si Ibu pun memberikan saran dengan kata-kata yang bijaksana "Saran Ibu, kamu harus bekerja lebih giat, masuk ke kantor lebih pagi, selesaikan pembersihan kantor sebelum para pegawai datang. 30 menit sebelum jam kerja di mulai kamu harus sudah siap di depan pintu kantor menunggu para eksekutif datang. Jika mobilnya telah berhenti di tempat parkir, dekatilah oleh mu, berikan sapaan selamat pagi dan tanyakan apakah ada yang bisa kamu bawakan jika dia berkenan"


Pemuda itu melakukan apa yang disarankan oleh Ibunya, para eksekutifpun tak ada yang menolak, bahkan begitu senang dan menghargai tawaran yang diberikan, karena inisiatif yang dia lakukan bukanlah bagian dari tugasnya sebagai janitor.


Begitu terus tiap pagi dia lakukan dan setelah 1 minggu lamanya dia bekerja, semua jajaran eksekutif termasuk Dirut perusahaan itu sudah mengenal dan selalu menyapa dirinya.


Bahkan di saat dia membawakan teh atau kopi ke meja kantor para eksekutif, kadang-kadang mereka membicarakan sesuatu dengan sangat meriah. Sehingga semua eksekutif tahu bahwa anak muda ini diam-diam juga mengambil kuliah malam.

Selang beberapa hari kemudian, karena kampus dimana dia berkuliah dikenal oleh para eksekutif tersebut, mereka menawarkan untuk pergi bareng ke kampusnya, karena kebetulan rumah para eksekutif itu melewati kampus tersebut. Maka setiap haripun dia menumpangi mobil-mobil para eksekuti yang berbeda-beda.

Karena semua eksekutif begitu senang kepadanya dan hampir seperti sahabat, pemuda itupun selalu mendapatkan nasehat tentang cara-cara mengejar cita-cita dan impiannya. Hal tersebut membuatnya makin semangat bekerja karena mendapatkan ilmu dari orang-orang sukses.

Di lain sisi, anak muda ini mempunyai kebiasaan yang sangat disenangi oleh para staff lainnya di perusahaan itu. Dia selalu menawarkan diri untuk bisa membantu pekerjaan mereka kepada siapapun yang berencana mengambil cuti atau liburan,  dengan sangat senang hati dia bisa mengerjakan tugas mereka agar tidak menumpuk.

Sudah tentu semua karyawan senang dengan sikapnya dan menjadi bagian sahabat juga baginya.


Karena semua karyawan disana tahu gajinya yang 'paspasan' sebagai janitor, dia selalu mau diberikan uang tips oleh para eksekutif dan karyawan, TETAPI, dengan sangat sopan dia MENOLAK dan selalu mengatakan hal yang sama kepada setiap orang yang ingin memberikan uang tips kepadanya:

'Saya melakukan semua pelayanan yang terbaik ini kepada Anda, KARENA saya sangat senang telah diterima sebagai sahabat kalian, meskipun saya hanyalah seorang kecil dengan posisi sebagai janitor,  Saya sangat bersyukur. Saya merasa senang dapat melayani Anda.

Jika Anda membayar saya atas apa yang telah saya lakukan, berarti Anda menganggap Saya bukanlah SAHABAT, melainkan TUKANG...


Semua orang di perusahaan itu begitu sangat kagum dengan sikapnya. Dan dalam jangka waktu 5 tahun, dari yang semula hanyalah seorang janitor, dia mendapatkan PROMOSI jabatan yang lebih tinggi, sehingga pada saat dia genap menginjak usia 25 tahun, dia mendapatkan promosi yang lebih tinggi lagi sebagai DIREKTUR oleh perusahaan asing tersebut, dan dia merupakan direktur termuda yang pernah ada saat itu.


Dari sebuah kisah nyata seorang yang mengejar cita-citanya.

-Hendrik Ronald-

 Authorized TDW Master
Enhanced by Zemanta

1 Jam Bersama Warren Buffet



Mari simak beberapa aspek yang menarik dalam hidup Warren Buffet. Inilah interview selama 1 jam CNBC dengan Warren Buffet, orang terkaya didunia saat ini, yang telah menyumbang $ 31 milyar untuk kegiatan sosial.
  1. Pertama kali Warren Buffet membeli saham investasi pada waktu berusia 11 tahun dan sekarang dia katakan itu sudah terlambat !
"Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak dini".

  1. Warren Buffet membeli sebuah ladang kecil pada saat dia berusia 14 tahun dari hasil mengantar Koran.
"Sesuatu bisa dibeli dengan sedikit tabungan. Ajarkanlah anak – anak anda untuk memulai sebuah bisnis".

  1. Warren Buffet tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yang lalu. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.
"Jangan membeli sesuatu yang tidak benar – benar anda butuhkan, dan ajarkanlah anak anda berpikir demikian".

  1. Warren Buffet menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard
"Jadilah dirimu sendiri"

  1. Warren Buffet tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.
"Selalu berpikirlah cukup dengan apa yang kau miliki".

  1. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Warren Buffet hanya menulis 1 surat tiap tahun untuk para CEOnya , memberikan mereka target di tahun tersebut. Dia tidak pernah mengadakan rapat atau memanggil mereka .
"Letakkankan orang yang tepat pada posisinya".

  1. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk CEOnya
                 1: Jangan habiskan uang pemegang saham
                 2: Jangan lupa peraturan no.1
                "Buatlah suatu target dan buat mereka fokus dengan target tersebut".

  1. Warren Buffet tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah.
"Jangan mencoba untuk pamer, jadilah diri sendiri".

  1. Warren Buffet tidak membawa handphone dan tidak memiliki komputer dimejanya.

Nasehatnya untuk anak – anak muda:

"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berivestasilah dengan apa yang kau miliki" serta ingat :

1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.

2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.

3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar – benar nyaman untukmu.

5. Jangan habiskan uang untuk hal – hal yang tidak benar – benar penting.

6. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.



"Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya".





-NN-

Hadiah Dari Tuhan


Seorang Raja pernah memiliki seorang budak setia yang dalam setiap keadaan selalu berkata "Tuanku, janganlah pernah berkecil hati karena apapun yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik, tidak pernah salah.



Suatu hari mereka pergi berburu ke hutan, dan secara tiba-tiba seekor hewan liar menyerang sang Raja, si budak mencoba melindungi Raja dan behasil membunuh hewan tersebut, tapi sayang dia tidak bisa mencegah sang Raja kehilangan jari kelingkingnya oleh serang binatang buas itu.



Dengan rasa marah dan tanpa menunjukkan rasa terima kasih, Raja berkata " Jika Tuhan itu baik, Aku tak akan di serang oleh binatang buas dan tak akan kehilangan jariku"



"Meskipun semua hal itu terjadi, sekali lagi saya hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan itu baik dan apapun yang dia lakukan sempurna, tidak pernah salah" Jawab si budak.



Geram oleh jawaban si budak, Raja memerintahkan pengawal untuk memenjarakannya.



Seminggu kemudian sang Raja pergi untuk berburu lagi tanpa di temani budak setianya. Di tengah perburuannya, sekelompok orang biadab meringkusnya. Raja tidak tahu apa tujuan orang-orang tersebut, mungkin mengiinginkan harta yang dimilikinya. Tapi ternyata tidak seperti yang dipikirkan sang Raja, ia diringkus untuk dijadikan korban persembahan kepada dewa tertinggi mereka. Mengetahui hal itu, sang Raja keringat dingin seakan malaikat maut telah ada dihadapannya



Ketika akan dikorbankan di altar persembahan, para orang biadab tersebut menemukan bahwa sang Raja tidak memiliki sebuah jari kelingking, jadi dia dibebaskan karena tidak layak untuk dipersembahakan kepada dewa mereka.



Selepas kembali ke istana, sang Raja memerintahkan pengawal untuk membebaskan budak setianya, lalu berkata "Kau benar, Tuhan telah berlaku baik kepadaku! Aku hampir di bunuh, tapi untungnya jari yang tidak lengkap ini telah menyelamatkan ku"



"Tapi, aku punya satu pertanyaan : Jika Tuhan itu begitu baik, mengapa Dia membiarkan ku memenjaraka mu?"



"Tuanku, jika aku ikut serta bersama Anda berburu, aku akan dikorbankan sebagai persembahan, karena jari-jari ku lengkap" jawab si budak






"Ingatlah, apa yang dilakukan Tuhan itu sempurna, Dia tidak pernah salah"





-moralteachingstories-

Lebih Dari Keajaiban


Seorang pegawai yang telah 5 tahun bekerja sangat menginginkan promosi jabatan sebagai dedikasinya pada perusahaan. Malamnya Ia bermimpi, Ia mendapat pesan dalam mimpinya, jika Ia menenemukan 100 uang logam yang tercecer di perusahaannya dalam sebulan maka promosi jabatannya akan terwujud.


Ia mempercayai arti dalam mimpinya. Maka keesokan harinya, tidak seperti biasa, di pagi-pagi buta Ia sudah berangkat kerja. Tiba di kantor Ia tidak lantas menuju ruang kerjanya, namun membantu office boy menyapu ruangan dan menemukan satu uang logam.


Hatinya senang bukan kepalang bahwa mimpinya akan jadi kenyataan. Sekali lagi, Ia merapikan meja kerja yang berantakan, 3 uang logam kembali didapatnya.


Saat ia rajin melakukan sesuatu, saat itu pula ada saja koin yang ia temukan.


Sampai di penghujung bulan, 99 uang logam telah Ia kumpulkan, 1 lagi uang logam terkumpul maka mimpinya akan jadi kenyataan. Karena ingin segera mendapatkan 100 uang logam, siang dan malam ia terus mencari cara bagaimana menemukan satu uang logam lagi.


Konsentrasinya buyar, pikirannya terpecah, bukannya focus pada tugas yang dikerjakannya malah focus dalam menggenapkan koin yang dikumpulkannya.


Pekerjaannya jadi sering terbengkalai, Ia lebih asyik menyusuri setiap sudut ruangan, mencari di balik pintu, sampai tempat parker untuk menemukan uang logam pewujud impiannya. Akhirnya, Ia pun menerima teguran dari atasannya.



Ya, tanpa sadar kita pun sering berbuat demikian. Pikiran kita hanya terfokus pada promosi atau jabatan, sampai-sampai kita lupa untuk bekerja dengan baik.



-Wiryawan Sofyan-

Baik & Buruk



Di taman sebuah kota yang begitu tampak asri, dipenuhi dengan tanaman mawar. Kebetulan saat itu merupakan musim berbunga, mawar-mawar menampakkan warna-warni yang cantik, dihiasi dengan aroma harum yang memikat orang yang lalu lalang. Tidak sedikit pengunjung taman yang meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Semua orang menyukai mawar karena daya tariknya yang menawan, pun juga karena merupakan lambang cinta. 


Di dekat mawar tumbuh, di sisi lain taman, tumbuh sekelompok pohon bambu yang tidak begitu menarik untuk diperhatikan. Tidak ada bunga yang mekar, juga tidak mengeluarkan aroma harum seperti mawar. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping bambu, maka tidak heran jika bambu selalu cemburu ketika melihat mawar selalu dikerumuni banyak orang.



"Mawar, aku iri kepada mu, aku selalu ingin seperti mu" Ujar bambu suatu hari.



"Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, dan selalu dipuji oleh banyak orang" Lanjut bambu dengan nada sedih.


Mendengar hal itu, mawar hanya tersenyum.



"Terima kasih atas pujian dan kejujuran mu bambu" Ujar mawar.



"Tapi tahukah kamu, sebenarnya aku lebih iri kepada mu" Terang mawar.



Bambu merasa heran dalam diamnya, karena tidak tahu apa yang sebenarnya membuat mawar merasa isi kepadanya.



"Aneh sekali, mengapa kamu iri denganku?" Tanya bambu.



"Ya, Tentu saja aku iri denganmu. Coba kau perhatikan, kamu memiliki struktur batang yang begitu kuat, saat badai datang menerjang pun, kau akan tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun," ujar sang mawar.



"Sedangkan aku dan teman-temanku, kami begitu sangat rapuh, hanya terkena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas berserakan, hidup kami begitu sangat singkat," Jelas mawar menerangkan.


Seketika itu, bambu sadar bahwa dia mempunyai kekuatan pada dirinya. Kekuatan yang dia pikir biasa saja, ternyata membuat iri bagi mawar.



"Tapi mawar, kamu selalu dikagumi orang, dan selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi penghias rumah dengan keindahan mu" Ujar bambu.



Senyum pun kembali mengembang dari sang mawar "Ya, Kamu benar, aku sering digunakan sebagai hiasan dan dicari banyak orang, tapi akhirnya, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu," Jawab mawar.


Sekali lagi bambu merasa keheranan "Aku sungguh tidak mengerti"


"Ah bambu.." ujar mawar sambil menggeleng.



"Seperti yang kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air, sehingga akhirnya kamu dapat mengairi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu memberikan begitu banyak kehidupan bagi tanaman," lanjut mawar.



"Malah aku seharusnya yang heran, dengan manfaat sebesar itu yang ada pada dirimu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku," tutup mawar.


"Ohhhh… kamu benar" ucap bambu sambil mengangguk.



Bambu baru menyadari bahwa selama ini dia telah memberikan banyak manfaat bagi tanaman lainnya, walupun sebenarnya pujian itu lebih sering ditujukan kepada mawar.


Sejak percakapan itu bambu tidak lagi merenungi nasibnya, bambu lebih senang mengetahui manfaat dan kekuatan dirinya yang bisa dia berikan kepada makhluk lainnya.




Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain.




-Yani Sastra-

Menembus Batas


 


Seorang pak tua tinggal sendirian di Minnesota. Dia ingin menggarap kebun setengah hektar-nya untuk kemudian ditanami dengan kentang, tapi Ia tidak sanggup mengerjakannya sendiri karena keadaannya yang sudah agak tua. Putra satu-satunya, yang akan selalu membantunya sekarang mendekam di penjara. Pak tua pun mengirimi anaknya surat yang menggambarkan keadaannya saat itu:



"Kepada anakku,

Ayah merasa dalam keadaan buruk saat ini, karena mungkin Ayah tak kan mampu menanam kentang tahun ini. Ayah benci melewatkan saat bertanam kentang ini karena mendiang Ibu mu tidak akan pernah melewatkan saat-saat ini. Ayah sudah terlalu tua untuk menggarap kebun ini, seandainya saja Kamu ada di sini, semua masalah Ayah pasti akan segera berakhir. Ayah tahu kamu akan membantu menggarap kebun untuk Ayah, jika Kamu tidak berada di penjara"



Ayah mu"



Tak lama kemudian, Pak tua menerima telegram yang isinya "Demi Tuhan Ayah, jangan gali kebun itu!! Karena di sana ada banyak senjata yang Ku kuburkan!!"



Jam 4 pagi keesokan harinya, sejumlah agen FBI dan polisi setempat mendatangi lokasi penguburan senjata yang sedang dicari-carinya dari tersangka. Mereka mulai menggali dan ternyata tidak menemukan suatu senjata apa pun.



Merasa bingung, Pak tua kemudian menulis kembali surat kepada anaknya, menceritakan apa yang telah terjadi dan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.



Si anak pun membalas surat dari dalam penjara "Silahkan tanam kentang mu sekarang Yah. Itu adalah hal terbaik yang bisa Aku lakukan dari dalam penjara saat ini".



Dimanapun kita berada di dunia ini, jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati untuk melakukan sesuatu, pasti kita bisa melakukannya.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Senjata Makan Tuan


 


Ada seorang petani miskin yang menjual 400 gr mentega hasil usahanya kepada tukang roti langganannya. Karena penasaran, suatu hari tukang roti mencoba untuk menimbang mentega yang diterimanya untuk melihat apakah benar ia menerima 400 gr mentega tersebut. Teryata mentega yang diperolehnya hanya sekitar 250 gr, geramlah si tukang roti dan menuntut petani miskin tersebut ke pengadilan.



Di pengadilan petani miskin itu tertunduk lesu, tapi Ia yakin bahwa Ia tidak bersalah sedikitpun dalam hal tersebut. Hakim meminta penjelasan dari si petani miskin mengenai cara Ia menimbang dan alat timbangan yang digunakan dalam menentukan berat mentega.



"Yang Mulia, Saya tidak memiliki timbangan dan sangat primitif dalam hal menimbang mentega tersebut oleh karena itu Saya tidak memiliki ukuran yang tepat. Tapi Saya punya skala" Jelas si petani miskin.



"Lalu bagaimana skala Anda dapat menentukan bahwa berat mentega itu adalah 400 gr?" Tanya balik sang Hakim.



"Yang Mulia, jauh sebelum tukang roti membeli mentega dari Saya, Saya pernah membeli sepotong roti yang beratnya 100 gr. Setiap hari, ketika tukang roti membawakan roti pesanan Saya, Saya meletakkannya pada skala dan memberinya berat beban yang sama dengan berat mentega yang akan Saya jual. Jika ada yang harus disalahkan, maka tukang rotilah orangnya"Jawab si petani miskin.





Kejujuran adalah kebijakan terbaik. Siapa yang menabur, maka dialah yang akan menuai.





-moralteachingstories-
Enhanced by Zemanta

Esensi Hidup


 


Seorang pemilik toko ternama ingin melihat anaknya tumbuh dengan kebahagiaan, ia menyuruh putranya yang semata wayang itu untuk belajar tentang rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Dalam perjalanan mencari kebahagiaan, si anak melintasi padang pasir yang luas selama 40 hari, hingga akhirnya Ia tiba di sebuah kastil yang indah dan tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal.


Karena terpukau oleh keindahan kastil, saat memasuki kastil sejenak si anak lupa dengan orang bijak yang dicarinya. Ia lebih sibuk memperhatikan keadaan yang ada di dalam sana, melihat para pedagang yang datang dan pergi, orang-orang yang sedang mengobrol di sudut- sudut kastil, sekelompok orchestra yang sedang memainkan musik yang indah, dan hidangan terlezat di dunia yang di sajikan di meja.


Orang bijak yang dicarinya ternyata sedang sibuk berbicara dengan setiap orang yang ingin menemuinya, dan anak muda itu harus menunggu giliran selama dua jam lamanya untuk mendapat wejangan tentang kebahagiaan yang dicarinya.


Ketika tiba waktunya bertatap muka dengan si orang bijak, anak muda itu menceritakan maksud dari kedatangannya. Orang bijak mendengarkan penjelasan si anak, namun Ia berkata kepada anak muda bahwa saat itu Ia tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan yang dicarinya. Dia menyarankan agar anak muda itu untuk melihat-lihat sekeliling kastil dulu dan kembali lagi dalam dua jam.


"Sementara itu, Saya akan meminta Anda untuk melakukan sesuatu" Kata si orang bijak sambil menyerahkan sebuah sendok teh yang berisi dua tetes minyak kepada si anak muda.


"Saat Anda berjalan-jalan berkeliling kastil, bawalah sendok ini bersama tanpa sedikitpun Anda menumpahkan minyak yang ada bersama sendok ini" Jelas orang bijak.


Anak muda itu mulai berkeliling kastil, menaiki dan menuruni tangga yang ada di sekeliling kastil, sambil matanya fokus memperhatikan sendok yang dibawanya agar minyak yang ada bersamanya tidak tumpah.


Dua jam sudah berlalu,

"Nah," kata si orang bijak, "Apakah Anda melihat permadani Persia yang tergantung di ruang makanku? Apakah Anda melihat taman besar yang butuh sepuluh tahun pembuatannya? Apakah Anda melihat perkamen indah di perpustakaan saya? "


Anak muda itu merasa malu, dan mengaku bahwa Ia tidak melihat satupun yang ada. Satu-satunya yang Ia perhatikan hanyalah sendok yang bersamanya ada 2 tetes minyak, karena Ia begitu khawatir akan menumpahkannya.


"Kalau begitu, berkeliling lagi di kastil ini. Anda tidak akan bisa mempercayai Saya jika Anda tidak mengenali isi kastil Ini" Kata si orang bijak.

Merasa lega, anak muda itu pun kembali mengambil sendoknya yang berisi minyak dan kembali menjelajahi kastil tersebut. Kali ini dia mengamati semua karya seni di langit-langit dan dinding. Dia melihat kebun, pegunungan di sekelilingnya, dan keindahan bunga-bunga disekelilingnya. 


Anak muda itu pun kembali menghadap orang bijak dengan rasa percaya diri.

"Sudahkah Anda perhatikan seluruh yang ada di kastil ini?" Tanya orang bijak 

"Oh..Tentu" Jawab anak muda. 


"Tapi di mana tetes minyak yang saya percayakan kepada Anda?" tanya orang bijak kemudian.


Anak muda itu terkejut, melihat sendok yang ada di tangan, minyak yang ada bersamanya telah hilang.


"Nah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan padamu," Kata orang bijak.



"Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan yang ada di dunia dengan tidak pernah melupakan tetes-tetes minyak yang ada di sendok."



Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dari menikmati setiap detik kehidupan kita dengan penuh rasa cinta, rasa syukur dan terima kasih, serta pengabdian kepada Tuhan yang Menciptakan kita.



-Inspire21-
Enhanced by Zemanta

Inspiratif


 

Seorang bocah buta sedang mengemis di pelataran sebuah gedung, sebuah topi tergeletak di bawah kakinya sebagai tempat menampung uang dan sebuah kertas karton yang bertuliskan "Tolong sumbangannya, Saya buta". 



Hanya sedikit uang koin yang berhasil terkumpul di topinya.



Seorang pria kemudian melintas di hadapan sang bocah, mengambil beberapa koin uang dari saku dan menaruhnya di topi si bocah buta. Lalu pria itu mengambil kertas karton si bocah, menuliskan sesuatu di balik sisi kosong karton tersebut. Di taruhnya kembali kertas karton itu sehingga orang-orang yang lewat membaca tulisan baru tersebut.



Tak berapa lama topinya dipenuhi dengan uang para pejalan kaki yang lewat. Begitu banyak orang yang tersentuh untuk memberikan sumbangan kepada si bocah. Sore harinya, pria yang mengubah tulisan di kertas karton tersebut datang untuk melihat hal apa yang telah terjadi.



Si bocah mengenali langkah kaki pria itu dan bertanya "Bukankah Anda yang telah mengubah tulisan ini pagi tadi? Memangnya apa yang telah Anda tulis?"



"Aku hanya menuliskan kebenaran. Aku tulis apa yang Kamu tulis, tapi dengan cara yang berbeda" Jawab si pria.



Yang di tulis pria itu yaitu "Hari ini begitu indah tapi Aku tak dapat memandangnya"





Bersyukurlah dengan apa yang kita punya.



Hal yang terindah dalam hidup adalah ketika kita melihat orang lain tersenyum bahagia. Dan yang paling indah lagi adalah mengetahui bahwa Anda lah yang mengembangkan senyum orang tersebut.







-Academictips-

Jiwa Yang Tenang



 

Tahun 1883, John Roebling seorang Insinyur kreatif terinspirasi oleh ide untuk membangun jembatan spektakuler yang menghubungkan New York dengan Long Island. Namun ahli bangunan jembatan di seluruh dunia berpikir bahwa ini adalah hal mustahil dan berharap Roebling untuk melupakan ide gilanya, karena hal tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya.



Jiwa Roebling menolak untuk mengabaikan visi yang ada dalam pikirannya. Roebling selalu berpikir tentang hal itu sepanjang waktu dan dia tahu jauh di dalam hatinya bahwa hal itu bisa dilakukan. Roebling hanya harus berbagi mimpi dengan orang lain. Setelah banyak berdiskusi dengan putranya, Washington yang juga seorang insinyur bangunan, mereka yakin bahwa jembatan itu sebenarnya dapat dibangun.



Bekerja sama untuk pertama kalinya, ayah dan anak ini mengembangkan konsep tentang bagaimana hal itu bisa dicapai dan cara bagaimana mengatasi hambatan yang akan terjadi. Dengan rasa senang yang begitu besar atas ide liar yang akan mereka wujudkan, mereka mulai membentuk tim dan membangun jembatan impian mereka.



Semula, proyek jembatan ini berjalan dengan baik. Namun naas hal terbaik itu hanya berjalan beberapa bulan saja, kecelakaan tragis pun terjadi merenggut nyawa John Roebling. Jembatan yang dibangun runtuh menimpa para tim pekerja. Washington, putranya turut tertimpa dalam bencana, beruntung tidak kehilangan nyawa tapi luka di sekujur tubuh dan kerusakan otak menyebabkannya tidak mampu untuk berbicara ataupun berjalan.



"Sudah Kami katakan, lupakanlah mimpi gila mereka, ini hal bodoh untuk dikerjakan" Komentar insinyur bangunan senior. 



Semua insinyur berkomentar negative tentang semua yang terjadi dan berharap proyek tersebut segera dihentikan, karena Roebling satu-satunya pencetus ide gila tersebut yang tahu bagaimana jembatan itu dapat dibangun telah tiada. 



Mereka lupa bahwa Washington, putra Roebling yang juga paham mengenai pembangunan jembatan itu masih hidup. Meskipun cacat, Washington tidak pernah patah semangat dan masih memiliki hasrat yang membara untuk menyelesaikan jembatan itu. Pikirannya masih setajam sebelumnya. Washington mencoba untuk menginspirasi dan menyampaikan antusiasmenya kepada teman-teman timnya, namun mereka semua terlalu takut untuk merampungkan tugas itu.



Keterbatasan komunikasi menjadi penghalang baginya menyampaikan ide untuk menyelesaikan proyek impian ayahnya. Ketika masih terbaring di rumah sakit, menikmati sinar mentari yang menerpa kamarnya dan angin yang bertiup sepoi-sepoi, tiba-tiba sebuah ide pecah dipikirannya. Yang dapat ia lakukan pada saat itu hanyalah menggerakkan jari telunjuknya secara perlahan-lahan. Dengan cara itulah dia mengembangkan kode untuk berkomunikasi dengan istrinya untuk menyampaikan ide kepada timnya. 



Washington menyentuh lengan istrinya, lalu dengan jari telunjuknya itu ia memberi kode untuk memanggil para insinyur dan timnya lagi untuk berkumpul. Hal yang sama juga dilakukan Washington, dengan cara menekan tangan istrinya untuk memberitahukan apa yang harus dilakukan para insinyur itu. Rasanya hal tersebut bodoh, tapi mau apa lagi proyek masih harus tetap berjalan. Selama 13 tahun Washington memberikan perintah dengan cara mengetukkan jarinya di lengan istrinya, sampai jembatan itu akhirnya selesai.



Hari ini, "Brooklyn" sebuah jembatan mahakarya yang spektakuler menjadi saksi kemuliaan, penghargaan untuk kemenangan semangat gigih seorang pria dan tekadnya untuk tidak dikalahkan oleh keadaan. Hal ini juga merupakan penghargaan bagi para insinyur dan tim kerja mereka, dan kepercayaan mereka pada seorang pria yang dianggap gila oleh setengah dunia. Juga sebagai monumen nyata atas cinta dan kesetiaan istri Washington yang selama 13 tahun sabar dikodekan pesan oleh suaminya untuk mengatakan kepada para insinyur apa yang harus dilakukan.






Mungkin ini adalah salah satu contoh terbaik dari sikap "tidak pernah berkata mati" untuk mengatasi cacat fisik yang mengerikan dan mencapai tujuan yang mustahil.





Sering kali kita menghadapi hambatan dalam kehidupan sehari-hari, padahal rintangan yang dihadapi tampaknya sangat kecil dibandingkan dengan apa yang banyak orang lain harus hadapi. Jembatan Brooklyn menunjukkan bahwa mimpi yang tampaknya mustahil dapat direalisasikan dengan tekad dan ketekunan, tidak peduli dengan hambatan apapun yang akan terjadi.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Besar Tak Berakal




Ada seorang pria yang sedang menjelajah di dalam hutan melewati sekumpulan gajah, tiba-tiba berhenti, merasa heran dengan apa yang dilihatnya. "Bagaimana mungkin hewan sebesar itu dapat ditahan oleh tali kecil yang hanya membelenggu kaki depannya" Tanyanya dalam hati. Tidak ada rantai ataupun kandang. Sungguh mengherankan, seharusnya hewan itu mampu, kapanpun dia mau lepas dari ikatan tali yang lemah itu, tapi faktanya tidak.


Dia melihat sang pawang gajah yang sedang berdiri lalu bertanya


"Kenapa gajah-gajah itu hanya berdiri saja di sana dan tidak berusaha untuk kabur?"


"Oh…, ya karena pada waktu mereka masih kecil dan sangat muda kami selalu menggunakan tali yang sama untuk membelenggu kaki mereka, pada saat usia itu tali itu cukup untuk menahan mereka. Seiring bertambahnya ukuran mereka, hewan itu merasa dan percaya bahwa tali yang membelenggu kakinya tidak dapat diputuskan. Karena mereka percaya bahwa tali itu akan tetap menahan mereka, jadinya mereka tak pernah mencoba untuk memutuskannya apalagi kabur" terang sang pawang.


Pria itu terkagum-kagum. Hewan ini bisa saja setiap saat membebaskan diri dari ikatan yang lemah itu, tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, akhirnya mereka terkekang tepat di mana mereka berada sekarang.




Seperti gajah, berapa banyak dari kita yang menjalani hidup selalu berpegang pada sebuah keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu hanya karena pernah gagal sekali sebelumnya?



Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran, kita tidak boleh menyerah dalam perjuangan hidup ini.




-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Harga seorang manusia




Seorang motivator terkenal memulai seminar dengan mengangkat selembar uang pecahan Rp. 100.000,- di tangannya. Lalu di dalam ruangan yang dipadati oleh 200 orang pendengar dari kalangan siswa-siswi SMA itu ia mengajukan pertanyaan


"Siapa yang mau uang Rp. 100.000,- ini?"


Sontak semua pendengar mengacungkan tangan, berharap dapat Rp.100.000,-, lumayan untuk uang saku tambahan.


"Saya akan memilih salah satu dari kalian sebagai pemilik uang ini, tapi biarkan saya melakukan ini" Lanjut sang motivator sambil melecak-lecakan uang kertas Rp. 100.000,- di tangannya.


Sang motivator kemudian bertanya, "Apakah masih ada dari kalian yang masih menginginkannya?"


Kini tinggal tersisa setengah dari para pendengar yang mengacungkan tangan.

"Ok. Bagaimana jika saya melakukan ini?" Tanya sang motivator kembali sambil menjatuhkan uang Rp. 100.000,- ke lantai dan menginjak-injak dengan sepatu seperti layaknya mematikan puntung rokok.


Kemudian uang yang sudah kotor dan lecek tersebut diambilnya dan berkata "Sekarang, apa masih ada dari kalian yang menginginkannya?"


Ternyata masih tersisa sedikit pendengar yang mengacungkan tangannya.

"Sahabat sekalian, tidak peduli apa yang telah saya lakukan terhadap uang ini, kalian masih tetap menginginkannya karena apa yang telah saya lakukan tersebut tidak akan mengurangi nilai dari uang ini. Nilainya tetap berharga Rp. 100.000,-" terang sang motivator.



Dalam hidup, terkadang kita sering terjatuh, kusut oleh permasalahan akibat dari keputusan yang telah kita buat dan ataupun oleh keadaan yang datang dengan sendirinya, lalu dengan rasa kecewa merasa seolah-olah kita tidak berharga lagi.


Harus di ingat "Apapun yang terjadi atau yang akan terjadi terhadap diri Anda, Anda tidak akan pernah kehilangan nilai diri Anda"

Hidup ini seperti sebuah lautan, selalu penuh dengan pasang surut arus. Sangat mudah untuk kehilangan harapan dan juga keyakinan.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Anti Percaya




Di sebuah puncak gunung besar, di sebuah pohon yang cukup tinggi ada sepasang elang yang bersarang. Sarangnya didiami oleh 4 telur elang muda yang siap melihat dunia.



Suatu hari, terjadi gempa bumi yang menyebabkan gunung dan pohon-pohon yang ada didalamnya terguncang dan menyebabkan salah satu telur elang muda tersebut menggelinding ke sebuah peternakan ayam yang ada di dekat lembah gunung.



Ayam-ayam tahu bahwa mereka harus melindungi telur tersebut. Akhirnya telur elang muda itu pun dierami oleh salah satu ayam betina. Tak berapa lama kemudian, telur elang itu pun menetas dan sang elang muda yang indah terlahir ke dunia.



Sebagai seekor ayam, ayam betina itu pun membesarkan sang elang seperti layaknya anak ayam. Elang muda begitu mencintai rumahnya dan keluarganya, tetapi jiwanya menginginkan sesuatu yang lebih.



Di suatu hari yang cerah, elang muda memperhatikan langit di atasnya dan melihat sekelompok elang perkasa yang sedang terbang bebas di angkasa,

"Oh, seandanyai aku bisa melambung tinggi seperti burung-burung di angkasa" ujar si elang muda dengan penuh harap. 


Ayam-ayam lain yang ada di sekitarnya pun tertawa terbahak-bahak,… 

"Hahaha…. jangan bermimpi, kamu adalah seekor ayam, dan ayam tak akan pernah bisa melambung tinggi di angkasa". 


Elang muda terus memperhatikan keluarga aslinya yang sedang mengarungi angkasa di luas, bermimpi bahwa dia akan bisa menjadi seperti mereka. 



Setiap kali si elang muda berbicara tentang mimpinya kepada keluarga dan teman-teman ayamnya, ia selalu diingatkan bahwa itu adalah hal yang mustahil.


Begitulah si elang muda belajar untuk percaya bahwa dia tak akan pernah bisa terbang. Seiring dengan berjalannya waktu, sang elang muda pun berhenti bermimpi dan terus menjalani hidupnya sebagai seekor ayam. 


Akhirnya setelah lama hidup sebagai seekor ayam, sang elang pun meninggal dengan keyakinan bahwa dirinya seekor ayam. 


Anda akan menjadi seperti apa yang anda percayai. Jika anda percaya bahwa anda bisa, maka ikutilah kata hati anda, jangan dengarkan orang lain. Setiap komentar yang tidak membangun akan selalu menjadi belenggu hati untuk mengubur mimpi anda. 



-Academictips-

Mental Kopi


 



Seorang gadis muda mengadu kepada ibunya tentang hidup yang begitu amat sulit untuk dijalaninya. Dia merasa ingin menyerah dengan semua yang terjadi karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi. Dia merasa terlalu lelah berjuang, sepertinya masalah tidak pernah ada habis-habisnya, ketika masalah yang satu selesai, lalu muncul lagi masalah baru lainnya.


Ibunya lalu mengajak sang gadis menuju dapur. Dia mengisi tiga buah cangkir kaleng yang telah disiapkan dengan air lalu mendidihkannya di atas tungku perapian. Lalu dia masukkan wortel, telur dan biji kopi pada masing-masing cangkir yang berbeda.


Tanpa berkata-kata, sang anak gadis dan ibunya menunggu cangkir sampai benar-benar mendidih kembali. Sekitar dua puluh menit kemudian, di padamkannyalah perapian tersebut. Dipisahkannya benda-benda yang telah dimasukannya ke dalam wadah mangkuk. Lalu si Ibu bertanya

"Katakan pada Ibu, apa yang telah kamu lihat?"

"Wortel, telur dan biji kopi" sahut si anak gadis

Sang Ibu menarik anak gadisnya untuk lebih mendekat dan berkata

"Raba dan rasakanlah wortel itu"

"Bentuknya menjadi agak lunak bu" jawab sang gadis setelah meraba.

"Ambil dan kupaslah telur tersebut" pinta si ibu kemudian.

"Lalu rasakanlah aroma biji kopi di sampingnya" pinta si ibu lagi.

"Maksudnya apa sih Bu?" Tanya si anak gadis.


Sejurus kemudian ibunya menjelaskan "ketiga benda tersebut sama-sama mengalami perlakuan air mendidih, tapi ketiganya mengalami reaksi yang berbeda. Wortel yang tadinya keras berubah menjadi lunak. Telur yang begitu mudah pecah isinya menjadi lebih keras. Dan jika kamu perhatikan, biji kopi malah mengubah keadaan air setelah kamu merebusnya."

"Jadi, kamu termasuk yang mana?" Tanya si ibu kepada anak gadisnya.




Ketika kesulitan mendatangimu hidup mu, bagaimana kamu menanggapinya? Apakah kamu akan seperti wortel, telur, atau kopi?


Apakah kamu akan menjadi seperti wortel, yang kelihatannya keras, tapi ketika mengalami penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatan?


Apakah kamu seperti telur, yang awalnya memiliki hati lembut, lalu berubah karena panas? Apakah kamu memiliki jiwa seperti cairan dalam telur, ketika tiba kematian, perpisahan, kesulitan keuangan atau hal lainnya, telah menjadikan jiwa mu menjadi keras dan kaku? Penampakan luar mungkin sama, tapi di dalam tampak semangat yang kaku dan hati yang keras.


Ataukah kamu seperti biji kopi yang telah merubah air dan memberikan aroma harum? Dimana ketika hal-hal yang paling buruk terjadi, kamu malah mampu mengubah situasi di sekitar.



Bagaimana Anda menangani kesulitan?


Apakah kamu seperti wortel, telur atau kopi?





-Academictips-