Kliping Email Group

Tampilkan postingan dengan label mario teguh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mario teguh. Tampilkan semua postingan

Hidup Gak semudah bacot-nya MARIO TEGUH

http://emailbisnismarketing.blogspot.com


Aku langsung tertawa terbahak-bahak sehabis membaca status BB salah seorang teman. Wajah Mario Teguh, dan cara bicara beliau yang khas dan mendayu-dayu itupun langsung terbayang seketika. Hahahaha…!


Kira-kira apa reaksi Mario Teguh seandainya beliau membaca kalimat diatas? Aku yakin beliau hanya tersenyum arif.


Lalu, jika yang membaca adalah fans berat Mario Teguh? Wah..minimal sebuah message bernada pembelaan langsung meluncur ke handphone Anda, atau inbox, jika ia memilih 'menyapa' Anda via email. Itu minimal, maksimalnya? Tidak ada yang tahu..Bisa jadi bogem mentah jurus Jalan Keemasan tiba-tiba melayang ke wajah Anda. Karena biasanya di negeri ini, fans lebih galak dari tokohnya. Pemain bola sesudah bertanding bisa pulang bareng, atau tukar kaos, tapi pendukungnya..lanjuuutt…bunuh-bunuhan!


Kembali kepada persoalan bacot diatas…


Apapun itu..sebuah KONTROVERSI selalu menghasilkan ketenaran. Entah *white campaign* entah *black campaign*. Siapa yang berani memastikan black campaign akan menghasilkan black opinion? Atau white campaign tidak berubah jadi antipati? Tidak ada yang tahu. Namun begitu kontroversi (salah satu bahan dasar CAMPAIGN) mutlak diperlukan jika Anda ingin cepat tenar. Itu fakta.


Kontroversi sering kali 'memunculkan' sifat khas atau memberikan 'ke-khasan' dari seseorang atau sebuah kejadian. Sehingga orang itu langsung  standout. Terlihat dan teringat.


Ingat Inul vs Rhoma " T e r l a l u " Irama?

Karir Inul sebenarnya sudah mulai meredup, sebelum Bang Haji mengobok-obok Inul dan simpati dari segala penjuru kembali mendongkrak Inul, hingga sampai ke Inulfiesta segala.


Ingat Robert T Kiyosaki? *If You Want to Be Rich and Happy, Don't Go to School*, buku pertama Kiyosaki membuat ia dipublikasi besar-besaran, sebelum akhirnya ngetop keseluruh dunia gara-gara *Rich Dad Poor Dad*. Sekali waktu seseorang muncul dan mengatakan bahwa Kiyosaki adalah penipu dan Rich Dad nya adalah isapan jempol belaka. Apapaun itu dampaknya :
Robert Kiyosaki tambah ngetop.


Sekarang coba ingat-ingat masa SMA atau kuliah dulu. Siapa orang yang paling kita ingat? Pertama, jelas..mantan pacar. Kedua..sahabat. Lalu teman yang paling cantik atau ganteng, teman yang paling bego, paling pintar, paling ngocol, paling pendiam, paling baik. Begitu juga dengan guru atau dosen. Dosen yang paling sexy atau tampan, yang paling baik, yang paling aneh…singkat kata..mereka yang punya KEKHASAN. Kemudian karena punya kekhasan, maka konroversi dan cerita-cerita mengangkat mereka ke permukaan.


Jadi ketika Anda ingin diri anda atau produk anda diingat….lakukan bla..bla..bla…(pasti anda tahu sendirilah…hehehehe)


Tapi tunggu sedikit melanjutkan kisah bacot diatas…


Ternyata status BB teman ku itu tidak berhenti disana, begini lengkapnya :

"HIDUP INI TIDAK SEMUDAH BACOTNYA MARIO TEGUH. TAPI DIUSAHAKAN J LALU PERHATIKAN APA YANG TERJADI.."



what a wonderful world..!

---
Made Teddy Artiana
photographer, penulis dan praktisi IT

Penulis Buku Komedi Inspirasi base on true story
*BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA *(yang pernah bekerja di rumah kami)

ORANG BODOH & ORANG PINTAR

http://emailbisnismarketing.blogspot.com

 


- Lebih baik jadi orang pintar atau orang bodoh ?
- Pinteran mana, orang pintar atau orang bodoh ?
- Mana yg lebih susah, orang pintar atau orang bodoh ?

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis
Agar bisnis berhasil, ia merekrut orang pintar
Walhasil, banyak boss-boss orang pintar adalah orang bodoh...


Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka rekrut orang pintar utk memperbaiki yg salah.
Walhasil, orang bodoh memerintah orang pintar untuk keperluannya...


Orang pintar belajar utk mendapatkan ijazah & mencari kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang utk membayar orang-orang pintar.


Orang bodoh berpikir pendek utk memutuskan sesuatu yg dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar.
Walhasil orang pintar menjadi staf orang bodoh.


Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang pintar yg bekerja.


Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu utk bekerja keras dg hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu utk bersenang-senang dengan keluarganya.


Mata orang bodoh selalu mencari-cari apa yg bisa dijadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan2 pekerjaan yg lebih & lebih baik lagi...


Bill Gates, Dell, Henry Ford, Mas Agung (Gunung Agung) & banyak pengusaha-pengusaha lain, tidak pernah jadi sarjana, tapi jadi pengusaha-pengusaha yang mampu memperkerjakan orang-orang pintar & menghidupi keluarga mereka.


KESIMPULAN :
Jangan lama-lama jadi orang pintar.!
Mari menyegerakan jadi orang bodoh yg pintar & menghindar jadi orang pintar yg bodoh.


Kata kuncinya adalah: "Resiko" & "Berusaha".


Orang bodoh berpikir pendek, maka dia bilang resikonya kecil. Dia akan berusaha agar resiko betul-betul kecil.


Orang pintar berpikir panjang, maka dia bilang resikonya besar. Dia tidak berusaha mengambil resiko tersebut & mengabdi pada orang bodoh.


Di manakah posisi kita saat ini ? Keputusan ada di tangan kita :).

----
Pramono dewo

Untuk Para Istri…Dari Kami **Para** Suami !

by Made Teddy Artiana, S. Kom


Hal ini kudengar langsung dari bibir Bob Sadino, paling sedikit tiga kali. Pertama dihadapan orang banyak, lalu kedua ketika berbincang denganku face to face, dan ketiga di Buku "Belajar Goblok dari Bob Sadino".

Tetapi adegan yang paling berkesan adalah ketika hal itu diucapkannya didepan para pengusaha yang sengaja diundang beliau kerumah. Dan diantara mereka hanya aku undangan yang agak nyeleneh..seorang photographer.


"Kalau kalian berpikir bahwa Bob Sadino hebat, kalian salah besar. Tapi kalian tak sepenuhnya salah, memang seperti itulah yang diangkat oleh media tentang pengusaha nyeleneh bernama Bob Sadino". Ia terdiam sebentar sambil mengusap wajahnya. Lalu melirik kearah dapur, kemudian menatap dengan mesra seseorang. Disana terlihat Mami (istri Om Bob) tengah duduk makan. Kamipun ikut-ikutan melirik kearah yang sama.


"Dia..dia itu..", ujar Om Bob terbata-bata dengan suara berat. Ekspresi wajah haru itu membuat kami hampir tidak berani menatap kearah beliau.

"Dia yang hebat...", lanjut Om Bob sambil menarik nafas panjang dan berat, lalu menghembuskannya perlahan.

"Kalau ketika saya menjadi kuli batu dulu..dia meninggalkan saya..habislah sudah.."


Kali ini Om Bob menunduk hikmat, tangannya kini menggosok lututnya yang telah keriput.

Seisi ruangan sunyi senyap. Yang terdengar hanyalah hembusan 12 AC yang terpasang di ruangan besar itu. Atmosfir cinta yang kuat memenuhi ruangan itu demikian kuat.


"Without Her.. I'm just like a piece of shit on the table..a big piece of shit on the table !"

Kini tak seorangpun berani menatap Bob Sadino..kami terutama para lelaki tertunduk dalam. Kata-kata tak terduga..


dan jika aku bukan laki-laki pastilah aku sudah meneteskan air mata melihat adegan ini didepan hidungku.

***

Hiruk pikuk sexy dancer sudah mereda, meskipun pesta belumlah usai. Kini laki-laki berdarah Bali itu berdiri tegak

sambil menggenggam mikrofon ditangan kirinya. Kadek Sardjana, seorang owner perusahaan minyak dan gas terkemuka berdiri dihadapan seluruh karyawan dan partner bisnis beliau. Hampir tidak bisa bicara..


"Saya tidak sedang mabuk..". ujarnya perlahan. Cerutu dijari kanannya tampak bergetar, jelas ia sedang berusaha menguasai dirinya sungguh-sungguh.

"Kalian tahu siapa saya..bagi saya kalian bukan karyawan..tapi kalian adalah kawan seperjuangan", sebentar ia menatap mereka satu-persatu.

"Kalian tahu persis baik-buruk saya, dan apa yang telah saya lakukan..saya bukan laki-laki yang sempurna", kembali Kadek menarik nafas dalam-dalam. Wajah laki-laki pemberani itu melembut.

"Tapi saya ingin kalian tahu..bahwa tanpa dia", kini jari kanan itu membuka dan mengarah penuh hormat kearah seseorang di atas sana, Sang Istri Tercinta..

"Tanpa dia..semua ini tidak akan seperti yang kalian lihat sekarang" Kini Kadek Sarjana sedikit menundukkan kepala seolah memberi hormat...

"Honey..aku bukan laki-laki yang sempurna..but I Love You so Much..semua ini untuk mu Honey"


kini ruanganpun bertambah sunyi senyap..tidak ada satupun yang berani bicara atau bertepuk tangan.

Sementara wanita luar biasa diatas sanapun mulai menangis terharu..
dan beberapa saat kemudian pasangan luar biasa itupun tampak berdansa di dance floor dalam remang lampu, dikelilingi karyawan dan undangan.

***

"Mau tahu apa yang saya banggakan ?", tanya Mario Teguh kepada seluruh hadirin yang hadir distudio itu.

"Mau tau apa itu ?", ulangnya sekali lagi.

Kami semua terdiam. Masing-masing memendam pertanyaan besar. Apa yang dibanggakan oleh seorang Mario Teguh ? Pertanyaan yang aneh. Betapa banyak yang dapat dibanggakan oleh seorang Mario Teguh !!!

"Karena ada yang mengangguk..maka saya akan menjawabnya juga", sambung beliau..melihat kebingungan kami. Jelas tak satupun yang betanya, namun Mario memang tak memerlukan pertanyaan..Ia hanya ingin mendelarasi sesuatu.

"Yang paling saya banggakan adalah istri saya..", sambungnya dengan mata berkaca-kaca.

Seluruh hadirinpun bertepuk tangan.

***

"Made..kamu lagi ngapain ??", tanya sesorang diujung telpon sana. Suara yang khas. Suara yang begitu sering kita dengar meneriakkan "Success is my rigth !! Salam Sukses...Luar BIasa !!!!"

Yaa..Andrie Wongso. Beliau menelponku disaat yang tak kuduga sama sekali. Ketika aku sedang bercelana pendek, memotong rumput dan belum mandi. Kami ngobrol sebentar...lalu ketika obrolan kami menyerempet ke keluarga..anak..lalu istri. Iseng saya menanyakan hal ini.."Pak
Andrie..menurut Bapak apa peran istri bagi seorang Andrie Wongso..?"

Seketika itu tokoh yang telah menginspirasi begitu banyak orang itu pun terdiam. Aku tahu hubungan telpon tidak terputus. Motivator Nomer 1 itu memang sengaja diam.

Nyaris lebih dari satu menit.

"Pak Andrie..?", tanyaku hati-hati. Beberapa saat kemudian sebuah suara berat dari Andrie Wongsopun muncul." Iya Made..I hear you..", Andrie kembali terdiam,"Istri..yah...?".

Aku mendengar suara senyuman dari telepon beliau.

"Tanpa istri..Andrie Wongso pastilah bukan Motivator Nomer 1...entah jadi apa dia !!", ujarnya penuh perasaan.

"Made, dialah satu-satunya orang yang begitu tabah mendampingi saya dimasa-masa sulit dulu.."

***

Jelas aku belum sesukses dan sedahsyat tokoh-tokoh diatas..tetapi paling tidak aku tidak akan menunggu terlalu lama untuk mengatakan hal ini kepada istriku, Wida.


"Bagiku, kau seakan dikirim dari surga untukku. Terima kasih telah bersabar dengan seluruh kegilaanku, dan tetap setia mendampingi dan mencintai suamimuini sekian lama, walaupun kau tahu persis aku bukan laki-laki sempurna. Akuhanya ingin kau tahu..bahwa kau sangat berharga bagiku..aku sangat mencintaimu..!" (*)


warm regards,


Made Teddy Artiana, S. Kom