Kliping Email Group

Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Seperti Bebek Atau Elang


 
Suatu hari, seorang motivator kenamaan Harvey MacKay yang baru saja sampai di sebuah bandara sedang menunggu antrian taksi. Tak lama ditempat dia berdiri, muncullah sebuah taksi mengkilap mendekatinya.


Dengan berpakaian rapi, sang supir pun keluar membukakan pintu untuk Harvey MacKay. Lalu supir itu memberikannya sebuah kartu dan berkata, "Hai,nama saya Wally"


Harvey MacKay merasa keheranan, baru kali ini ada supir taksi memberikan sesuatu seperti kartu nama. Dalam herannya, motivator ternama itupun membaca kartu yang diberikan oleh Wally, "Misi Wally: Mengantarkan pelanggan ke tempat yang di tuju dengan cepat, aman & murah dalam lingkungan yang bersahabat".


Sontak saja, sang motivator ternama itupun terkejut, apalagi setelah dia memperhatikan bagian dalam taksi yang begitu sangat bersih.
Belum habis rasa heran Harvey MacKay, dari balik kemudi Wally mencoba menawarkan sesuatu:
"Apa Anda ingin Kopi? Saya punya kopi Biasa & kopi tanpa Kafein"
"Oh, terima kasih, saya lebih suka minuman ringan saja" Jawab Harvey. 
"Tak masalah, Saya juga menyediakan pendingin dengan minuman ringan coke diet, coke biasa, air putih serta jus jeruk" Timbal Wally. 
"Diet coke saja kalau begitu" Pinta Harvey dengan perasaan yang terkagum-kagum. 



Wally pun kembali menawarkan sesuatu setelah memberikan diet coke

"Apa Anda ingin membaca sesuatu? Saya punya bahan bacaan Time, The Wall Street Journal, Sports Illustrated dan USA Today"
"Wow, apa Anda selalu melayani penumpang mu seperti ini Wally?" Tanya Harvey. 
"Ya, begitulah, baru-baru ini saja. Dulu, seperti kebanyakan supir taksi, Saya selalu suka mengeluh karena sepi tumpangan dan pendapatan. Lalu tidak sengaja saya mendengarkan siaran radio dimana Wayne Dyer membahas buku terbitannya 'You'll See It When You Believe It'. Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun lalu berharap hal buruk terjadi, maka hal itu hampir pasti terjadi. Ia pun berkata lagi, 'Berhentilah mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda" 


"Jadilah seekor ELANG..Jangan menjadi seekor BEBEK

BEBEK selalu menguik & mengeluh.

Tetapi ELANG selalu membumbung tinggi di Angkasa" Jawab Wally.



"Sejak saat itulah saya berbeda dengan supir taksi kebanyakan" Tegas Wally.



Mengeluh tidak akan pernah merubah Nasib menjadi baik, malah menjadikan hidup bertambah sulit.



-Liman-
Enhanced by Zemanta

Bergerak Hati-Hati


 

Ketika sungai harus diseberangi, hewan-hewan kecil dapat berenang menyeberang, dan hewan-hewan yang bisa terbang dapat menyeberang dengan cepat. Namun lihatlah gajah yang akan menyeberang, dia tidak melangkah dengan cepat seperti makhluk lainnya. Mula-mula ia akan mencoba dasar sungai, keras ataukah tidak, untuk meyakinkan dirinya, bahwa dia tidak menumpukkan seluruh beratnya pada kaki depan. Kemudian ketika sudah yakin pada pijakannya, gajah itu mulai melangkah. Dia bergerak lambat, karena masih takut terjerembab selamanya dalam lumpur. Dia bergerak hati-hati, dengan meneliti dasar sungai setiap langkah.



Manusia dianugerahkan kemampuan otak yang lebih besar dibandingkan gajah. Sepatutnyalah kita mengukur ground ahead (tanah yang di depan) jalan yang akan kita lalui, tidak melangkah secara sembrono tetapi bergerak dengan hati-hati. Tak ada orang yang akan menyalakan api di dekat gudang bubuk mesiu.



Orang yang optimis selalu melihat ke masa depan, memandang lurus ke depan, dan tak menoleh ke kanan dan ke kiri. Dia selalu memikirkan akibat jangka panjangnya daripada sekedar pertimbangan sementara. Dia melihat sesuatu bukan dari sudut pandang keinginan dan perbuatan pribadi, namun dari sudut padang kenyataan.



-Maulana Wahiddin Khan-

Mempercepat Secara Perlahan



Seorang anak muda suatu kali datang kepada guru yang patut dihormati dan bertanya,


"Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan penjelasan?"

Guru itu menjawab, "Sepuluh tahun"

Anak muda tersebut keceplosan, "Lama sekali!"

Guru berkata lagi, "Tidak, Aku telah salah. Bagimu akan dua puluh tahun"

Anak muda bertanya lagi, "Mengapa kau menambahinya?"


Guru menjawab, "Pikirkan hal itu, pada kasusmu, mungkin akan sampai 30 tahun" (Philip Kapleau, Reader Digest, 1983)



Sebuah tujuan dapat dicapai pada perjalanan sepuluh tahun tetapi kamu ingin mencapainya hanya dalam sepuluh hari. Ini artinya Anda ingin mencapai tujuan Anda secepat-cepatnya. Tetapi orang tua berkata "Semakin buru-buru tak akan dapat apa-apa".


Seorang penumpang pesawat terbang yang ingin meluncur cepat seperti panah, tanpa membolehkan waktu untuk turun dan berbelok, akan menghadapi banyak rintangan selama penerbangannya. Jauh dari tujuan yang ingin di capai, yakni ingin cepat. Bahkan pesawat itu akan patah dan jatuh di tengah perjalanan. Lalu sang penumpag harus memulai langkahnya dari nol lagi, ia pun harus mengobati lukanya. Semua itu membutuhkan waktu. Andai penumpang itu melakukan penerbangan secara normal, berjalan tidak buru-buru, dia akan mencapai tujuan tepat pada waktunya.


Ketika menunda adalah kesalahan, maka sama salahnya bila terlalu terburu-buru. Semua pekerjaan dapat diselesaikan melalui proses yang seharusnya. Menunda pekerjaan adalah sia-sia dan tidak bertanggung jawab, tetapi melakukannya tanpa perhitungan dan hati-hati merupakan tanda ketidaksabaran yang merusak.



Sukses bermodal Kegagalan

-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

Berpikir Besar



Seorang pria tertangkap dan dilemparkan ke dalam lubang yang dalamnya sekitar 7 meter hanya karena dia orang asing. Pria itu berjuang untuk bisa keluar dengan cara mendaki pinggiran lubang, tetapi semakin ia berusaha, semakin otot-ototnya menjadi lemah. Rasa putus asa menggelayuti dirinya, hingga Ia berkata kepada dirinya sendiri, "Saya tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk keluar dari lubang ini, mungkin aku akan mati di sini".


Saat dalam rasa putus asa, saat itu dia juga mendengar suara seseorang berteriak "Tolong, tolong, tolong" dari lubang lainnya yang lebih dalam 3 meter dari lubang tempatnya berada. "wow, ternyata ada orang lain juga yang terjebak dalam lubang yang sama seperti saya di sini" Pikirnya.


Dengan keadaan menenangkan diri dalam istirahatnya, dia mendengarkan suara tanah yang berjatuhan dari lubang tempat korban lainnya berada. Segera dia memberanikan diri untuk mencoba lagi memanjat dinding lubang dengan segala kekuatan terakhirnya, merangkak sedikit demi sedikit sampai akhirnya Ia berhasil keluar dari lubang tersebut.




Tetaplah tersenyumlah dalam derita, karena masih ada orang yang lebih menderita dari Anda.


Cobalah selalu hadapai ketakutan terbesar dalam hidup, karena sesuatu yang "BAIK" tidak datang dengan mudah. Kita harus bisa merasa tidak nyaman untuk sampai di zona nyaman.





-Inspire21-

Inspiratif


 

Seorang bocah buta sedang mengemis di pelataran sebuah gedung, sebuah topi tergeletak di bawah kakinya sebagai tempat menampung uang dan sebuah kertas karton yang bertuliskan "Tolong sumbangannya, Saya buta". 



Hanya sedikit uang koin yang berhasil terkumpul di topinya.



Seorang pria kemudian melintas di hadapan sang bocah, mengambil beberapa koin uang dari saku dan menaruhnya di topi si bocah buta. Lalu pria itu mengambil kertas karton si bocah, menuliskan sesuatu di balik sisi kosong karton tersebut. Di taruhnya kembali kertas karton itu sehingga orang-orang yang lewat membaca tulisan baru tersebut.



Tak berapa lama topinya dipenuhi dengan uang para pejalan kaki yang lewat. Begitu banyak orang yang tersentuh untuk memberikan sumbangan kepada si bocah. Sore harinya, pria yang mengubah tulisan di kertas karton tersebut datang untuk melihat hal apa yang telah terjadi.



Si bocah mengenali langkah kaki pria itu dan bertanya "Bukankah Anda yang telah mengubah tulisan ini pagi tadi? Memangnya apa yang telah Anda tulis?"



"Aku hanya menuliskan kebenaran. Aku tulis apa yang Kamu tulis, tapi dengan cara yang berbeda" Jawab si pria.



Yang di tulis pria itu yaitu "Hari ini begitu indah tapi Aku tak dapat memandangnya"





Bersyukurlah dengan apa yang kita punya.



Hal yang terindah dalam hidup adalah ketika kita melihat orang lain tersenyum bahagia. Dan yang paling indah lagi adalah mengetahui bahwa Anda lah yang mengembangkan senyum orang tersebut.







-Academictips-

Mencoba Mengerti



Di sebuah kedai kopi, saat itu harga es krim sundae sedang murah-murahnya, ada seorang anak kecil berumur 10 tahun masuk dan duduk di sebuah meja. Lalu datanglah seorang pelayan menghidangkan segelas air putih di mejanya.

"Berapa harga seporsi es krim sundae?" Tanya si anak. 


"50 sen" jawab pelayan.


Anak kecil itu lalu menarik tangannya keluar dari sakunya kemudian menghitung jumlah uang koin yang dia miliki.


"Kalau seporsi es krim biasa berapa?" Tanya si anak kembali.


Karena keadaan kedai yang agak ramai, si pelayan merasa kesal dengan anak kecil itu, menggugam dalam hati 'kayak duitnya cukup aja nih anak' dan menjawab dengan kasarnya


"35 sen"



Kemudian anak kecil itu menghitung kembali uang koin yang dimiliki dan berkata "Saya pesan es krim biasa aja deh".



Pelayan pun kembali membawa seporsi es krim biasa, menaruh tagihan di atas meja dan lalu berjalan pergi.



Setelah selesai menghabiskan seporsi es krim, anak kecil itu melangkah ke kasir untuk membayar tagihannya dan kemudian meninggalkan kedai kopi tersebut.



Ketika pelayan datang kembali ke meja anak itu, ia mulai mengelap meja dan kemudian menelan ludahnya dalam-dalam dengan apa yang telah dilihatnya.



Di sana, di dekat samping piring kosong es krim bekas si anak, tergeletak rapih uang koin 15 sen.



Ternyata si anak meninggalkan uang tip untuk si pelayan. Uang 50 sen yang semula ingin dibelikan seporsi es krim sundae, hanya dibelanjakan 35 sen untuk seporsi es krim biasa demi untuk memberikan tip 15 sen kepada si pelayan.





Jadi, jangan pernah menilai sesuatu dari luarnya, di saat kita tidak begitu menghargai orang lain, ternyata orang tersebut lebih menghargai diri kita, belum tentu orang-orang yang lain pun akan berlaku sama seperti orang yang telah menghargai kita.





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Rahasia Tuhan



Pernah ada seorang pria terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni karena kapalnya rusak dihantam ombak. Setiap hari pria itu selalu berdoa kepada Tuhan agar memberikan bantuan dengan mengirim seseorang untuk menyelamatkan dia. Tapi dia merasa kecewa, karena doanya tak terkabul, tak ada satupun orang yang pernah melintasi pulau tersebut.


Beberapa minggu pun berlalu, mau tidak mau pria itu terpaksa harus belajar bertahan hidup di pulau yang tak berpenghuni. Dia membangun sebuah gubuk untuk tempatnya bernaung sambil menunggu kalau-kalau ada kapal yang melintasi pulau tersebut. Persediaan makanan dan kayu bakar dia cari di sekitar pulau lalu dikumpulkannya di dalam gubuk kecil.


Suatu hari, saat dia telah selesai berburu makanan dan kembali ke gubuknya, ia melihat sesuatu yang tak diinginkannya, gubuknya terbakar dengan cepat dan membakar habis semua yang ada di dalam dan di sekitar gubuk. Tak ada satupun yang tertinggal, termasuk semua harta miliknya telah menjadi asap. Satu-satunya yang tertinggal hanyalah pakaian lusuh yang melekat ditubuhnya.

Awalanya dia shock, lalu lama-kelamaan amarah pun merasuki dirinya. Dalam amarahnya dia melemparkan tinju ke udara, mulai mencaci maki Tuhan dan berteriak 

"Tuhan, bagaimana mungkin Engkau membiarkan ini semua terjadi padaku? Aku sudah berdoa kepada Mu setiap hari untuk mengirimkan bantuan yang datang untuk menolong ku tapi tak ada satupun yang datang, dan sekarang semua yang ku miliki terbakar habis! Mengapa Kau lakukan ini semua pada ku! Mengapa Kau membiarkan ini semua terjadi?"

Ketika pria itu menangis dengan sejadi-jadinya dalam keadaan berlutut, ia mengangkat kepalanya dan samar-samar melihat sebuah kapal yang datang ke arah pulau dari kejauhan. Akhirnya tangisnya berubah menjadi tangis bahagia. Pria itu diselamatkan oleh sebuah kapal yang melintasi pulau tersebut. Dalam bahagia dia bertanya-tanya kepada Kapten kapal tersebut 

"Bagaimana kalian bisa menemukan aku?"

"Kebetulan kami sedang menjelajahi lautan, ketika kami melihat kepulan asap yang membumbung tinggi di batas cakrawala, kami memutuskan untuk pergi mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, saat itulah kami menemukan Anda" Jawab sang Kapten.



Begitulah hidup, kita akan selalu dihadapkan dengan tantangan, masalah, dan bencana. Apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk menurut Tuhan, dan apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Tuhan. Bencana, kadang-kadang bisa menjadi berkah yang tersembunyi. 





-Academictips-

Setengah Hati


 


Seorang tukang kayu tua sudah siap untuk pensiun. Dia mengatakan kepada majikan kontraktor tempatnya bekerja untuk meninggalkan bisnis membangun rumah dan berencana untuk menjalani kehidupan yang lebih santai bersama isteri dan keluarganya. Pastinya pak tua akan kehilangan gaji yang selama ini diperolehnya, tetapi dia tetap memutuskan harus pensiun.


Bos kontraktor merasa sedih karena akan kehilangan pekerja terbaiknya. Sebagai permintaan terakhirnya, bos menawarkan apakah pak tua bisa membantunya membangun sebuah rumah pribadi. Pak tua mengiyakan permintaan tersebut, walaupun pada saat itu dia sudah tidak memiliki hasrat untuk membuat karya sebuah rumah.


Pak tua terpaksa melakukan dengan usaha seadanya bahkan dengan pekerjaan yang buruk. Dia menggunakan bahan-bahan dengan kualitas rendah untuk membangun rumah permintaan bosnya. Entah apa yang ada di benak mantan pekerja terbaik itu, menurutnya, itu adalah cara yang menguntungkan untuk mengakhiri karirnya.


Ketika Pak tua telah menyelesaikan pekerjaannya, bos kontraktor pun datang untuk memeriksa rumah yang telah di buat oleh tukang kayu tua itu. Tiba-tiba, sang bos kontraktor menyerahkan kunci rumah yang telah rampung kepada Pak tua.

"Ini adalah rumahmu, hadiah saya kepada Anda" ujar bos kontraktor.


Perkataan si bos sontak mengejutkan Pak tua. Sungguh sayang sekali, jika saja Pak tua tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya sendiri, tentunya dia akan membangunnya dengan bahan-bahan berkualitas terbaik. Sekarang pak tua hanya menyesali dan mendiami sebuah rumah dengan kualitas rendah yang dibangunnya sendiri.


Cerita di atas juga bisa terjadi pada kita. Kita membangun kehidupan kita dengan cara yang terburuk, lebih besar reaksinya daripada bertindak, bersedia untuk melakukan tetapi tidak memberikan hasil akhir yang terbaik.


"Hidup adalah sebuah proyek do-it-yourself." Hidup Anda hari ini adalah hasil dari sikap dan pilihan di masa lalu dan hidup anda di hari esok akan menjadi hasil dari sikap dan pilihan yang Anda buat hari ini.




-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Kekuatan Tersembunyi



 


Pada tanggal 18 November 1985, Itzhak Perlman, seorang violinist (pemain biola) melakukan konser di Avery Fisher Hall, Lincoln Center, Kota New York. 



Ada pemandangan menarik ketika setiap orang menonton konsernya. Ya, Itzhak Perlman selalu menaiki tangga panggung dengan cara perlahan dan menahan rasa sakit. Dia menderita polio sejak kanak-kanak, oleh sebab itu kedua kakinya lumpuh. Kakinya di sangga dengan kawat besi dan dia berjalan dengan bantuan tongkat kruk.



Berjalan menyakitkan, tapi dengan anggun menuju bangku konser. Lalu duduk perlahan, menaruh tongkat kruknya di lantai, melepaskan kawat sanggaan di kakinya, menarik satu kakinya ke belakang dan kaki satunya lagi dijulurkan ke depan. Kemudian menunduk untuk mengambil biola, menempatkannya di bawah dagu, menunggu aba-aba konduktor dan bersiap memainkan biola.



Semua penonton menyaksikan apa yang dia lakukan. Pada saat Itzhak Perlman mulai bermain, tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Setelah sampai pada beberapa nada, satu senar biolanya putus, suaranya seperti sebuah letusan pistol yang menyeruak di dalam ruangan, door…!!!.



Semua penonton menduga Itzhak Perlman akan bangkit, memasang kawat sangga kakinya, mengambil tongkat kruk, berjalan dengan punggung yang lemas keluar panggung untuk mengambil biola lainnya atau mengganti senar biolanya yang putus. Tapi ternyata tidak, dia diam sejenak, memejamkan mata dan memberikan aba-aba kepada konduktor untuk meneruskan permainan.



Orkestra di mulai kembali, Itzhak Perlman meneruskan nada yang terhenti. Dia bermain dengan penuh gairah seperti menemukan sesuatu yang belum pernah dia alami sebelumnya.



Tentu saja, semua orang tahu bahwa tidak mungkin memainkan sebuah simfoni hanya dengan biola berdawai tiga. Semua pendengar tahu akan hal itu, tahu Itzhak Perlman tidak peduli dengan hal tersebut.



Itzhak Perlman terlihat begitu asyik mengubah nada, mencipta ulang melodi yang keluar dari dawainya, sampai dia mendapatkan nada baru yang belum pernah dibuat.



Ketika permainannya selesai, ada sebuah keheningan yang menakjubkan, semua pendengar terdiam terkesimak, lalu berdiri dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, suaranya terdengar dari setiap sudut auditorium. Teriakan, hentakan kaki dan tepuk tangan penonton terus bergemuruh menghargai permaianan spektakuler dari sang maestro biola.



Itzhak Perlman tersenyum, menyeka keringat yang membasahi keningnya, mengangkat busur biolanya untuk menenangkan para pendengar, dan kemudian berkata dengan nada suara tenang dan hormat "Kalian tahu, terkadang tugas artis adalah menemukan cara bagaimana membuat musik terus bejalan dengan apa yang tersisa".





-Academictips-
Enhanced by Zemanta

Penemu Terbaik

http://emailbisnismarketing.blogspot.com


Armani, desertir Angkatan Darat Italia itu kini bekerja sebagai seorang tukang kayu. Sewaktu di Angkatan Darat, Armani pernah mendapat hadiah sebuah arloji Rolex dari kekasihnya. Benda tersebut menjadi satu-satunya kenangan paling indah setelah kekasihnya meninggal dunia dalam peristiwa perampokan 3 tahun yang lalu.



Suatu ketika, di saat Armani sedang bekerja mengangkat bilah kayu, secara tidak sengaja arlojinya terjatuh masuk ke dalam tumpukan kayu.



Armani berusaha sedapat mungkin menemukan kembali arlojinya yang terjatuh. Sambil menggerutu menyalahkan keteledoran dirinya sendiri, Armani terus membongkar tumpukan kayu yang dibawahnya terdapat gunungan serbuk gergaji yang cukup tinggi.


Melihat Armani yang begitu kebingungan mencari sesuatu, teman-teman pekerja lainnya turut serta membantu mencari. Namun usaha mereka sia-sisa, sudah berjam-jam mencari tidak mendapatkan hasil. Arloji kesayangan Armani masih tetap tidak ditemukan. 


Lelah terus mencari, saat itu tepat sudah waktunya makan siang. Para pekerja serta Armani, si pemilik arloji Rolex tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu. 


Di saat Armani dan para tukang kayu lainnya sibuk mencari arloji yang hilang, ternyata ada seorang anak kecil yang sedari tadi memperhatikan. Si anak mencoba membantu menemukan arloji, ketika semua pekerja sedang asyik makan siang. Dia mulai jongkok dan mencari, lalu hanya dalam sekejap ia berhasil menemukan kembali arloji Rolex kesayangan Armani. 



"Ketemu, ketemu… Aku menemukannya…" Teriak si anak kecil.


"Hai Armani, arloji mu sudah ditemukan anak kecil ini" Bos Armani memberi kabar.

"Apa… sudah ketemu..?" Armani bertanya heran dalam kegembiraannya. 



Keheranan Armani disebabkan karena telah banyak orang yang membantu mencari arlojinya ditumpukan serbuk gergaji selama berjam-jam tapi tak juga menemukannya. Tapi bagaimana anak ini yang hanya seorang diri berhasil menemukan arloji itu dalam waktu singkat. 


"Bagaimana caranya kamu bisa menemukan arloji ini?", tanya Armani keheranan.


"Saya hanya duduk tenang di lantai. Lalu dalam keadaan hening saya mencoba mendengar bunyi jarum arloji yang berdetak. Dengan cara itu saya tahu di mana keberadaan arloji tersebut", jawab anak itu.





Rileks dan tenang adalah cara terbaik dalam memecahkan persoalan. Bukan bertindak tanpa perhitungan yang malah akan menjauhkan pemecahan persoalan. Ada baiknya kita menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan.




--- 
Inspirasi Hidup
Enhanced by Zemanta

(inspirasi) Ikut Bergetar

http://emailbisnismarketing.blogspot.com


Wanita itu menyentuh gagang kacamatanya. Lelaki dihadapannya melakukan hal serupa. Ketika bicara, beberapa kali wanita itu mengusap bagian atas rambutnya, lelaki itu juga melakukannya. Caranya menggenggam pensil, melirik kekanan dan kekiri, memiringkan kepala, duduk tegak bahkan berdehem, semuanya diikuti oleh laki-laki dihadapannya dengan demikian alami. Tidak berapa lama, karena sesuatu yang tidak disadari, wanita itu merasa sebuah kedekatan dengan laki-laki dihadapannya. Kekakuanpun mencair. Aneh tapi nyata.

Seorang pembicara marketing, yang cukup terkenal (yang perusahaannya sempat menjadi kompetitor perusahaan kami "Tjampuhan Indonesia" dalam sebuah tender) memperkenalkan kejadian diatas dengan nama : resonansi. Kita tahu, dalam ilmu fisika, resonansi adalah peristiwa turut bergetarnya sebuah benda (yang sebenarnya dalam keadaan diam), karena frekuensi yang sama dengan benda yang digetarkan. Sedangkan resonansi yang dimaksud oleh sang pembicara marketing itu adalah kemampuan kita menyatukan frekuensi dengan orang lain. Dalam dunia marketing, 'orang lain' tentunya mengacu terutama ke 'client' atau 'prospek' kita.Namun itu bukanlah sebuah hal baru.

Anthony Robbins dalam Unlimited Power, menyebut hal diatas dengan usaha membangun rapport (diterjemahkan : simpati). Teorinya demikian, ketika kita meniru keadaan fisiologis seseorang, dengan alami tentunya, seringkali kita akan bisa mengakses representasi internal (perasaan, pikiran dsb) orang tersebut saat itu. Lain Robbins, lain pula dengan Malcolm Gladwell. Dalam salah satu bukunya (Blink : The Power of Thinking Without Thinking), memperkenalkan sebuah istilah menarik : mendengarkan dengan mata. Ternyata, jika saja kita bisa lebih sensitif, bahasa tubuh, raut wajah, senyum, nada suara, sorot mata, bahkan tulisan..kata perkata..berbicara sama kuat dengan bahasa.

Dan seandainya Anda sudah terlatih atau memiliki kepekaan yang dalam, maka penipu paling ulungpun, sangat sulit untuk memalsukan seluruh variabel itu dengan sempurna dihadapan Anda. Karena semuanya –yang tampak bisu- sebenarnya sedang berbicara.

Lalu, buat apa berlelah-lelah mengetahui itu semua? Buat apa membangun jembatan dan memasuki dunia orang lain? Apa gunanya berepot-repot ria membangun rapport?

Kenyataannya : tidak banyak yang ingin melakukannya. Alasannya? banyak.

Sibuk, ribet, gak penting dsb.

Sebagian lagi lebih suka mendobrak pintu dunia orang lain dengan segenap kepentingan, keangkuhan, kekakuan dan intimidasi yang kita miliki, lalu menyeret orang-orang itu keluar dan memaksa mereka memainkan aturan main milik kita. Persis cara-cara yang diterapkan oleh para penjajah jaman dulu.

Agak berkebalikan dengan hal diatas, sebagian orang yang memang terlahir dengan kepedulian (empati) yang besar terhadap sesama, terlepas dari sedatar apapun ekspresi wajah mereka. Biasanya mereka ini memiliki kepekaan yang menyatu dalam diri mereka, yang membuat mereka dengan lebih mudah memahami, memaklumi lalu bersimpati dengan keadaan sekitar.

Kemudian bagaimana dengan dunia profesional ?

Para marketer sejati, tentunya tidak memerlukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Demikian juga para psikolog dan fotografer ;) Membangun jembatan dengan orang lain penting buat mereka.

Faktanya...tidak ada manusia (yang hidup tentunya) yang tidak berhubungan dengan orang lain. Dan karena setiap orang memiliki 'kerajaan' dan 'dunia' masing-masing, sepertinya kita semua harus belajar bagaimana cara elegant memasuki wilayah siapapun. Bukan hanya atas nama keuntungan materi semata-mata, namun sesuatu yang jauh lebih mulia dari semua itu.

Bahwa ketika kita sanggup memaklumi orang lain, seketika itu juga hati kita meluas permukaannya. Kemudian jiwa kita memperoleh tambahan kekuatan dan kearifan. Perspektif baru dibukakan. Perbedaan pun bukanlah menjadi jarak. Serta yang paling penting, hadiah berupa persahabatan tulus yang menyegarkan.

Selamat belajar menyamakan frekuensi dengan 'dunia lain';) **


---
Made Teddy Artiana
fotografer, penulis & CMO PT.Kairos System & Technology


Penulis Buku kocak & inspiratif *"BALADA 13 Pembantu Rumah Tangga"*

Kata Bijak yang Dijadikan Inspirasi dalam Kesuksesan

http://emailbisnismarketing.blogspot.com


Banyak orang melihat seseorang yang sukses itu gampang atau dengan kata lain kesuksesan itu diraih tanpa ada gangguan atau kegagalan. Orang yang sukses itu sudah melewati beberapa tantangan atau rintangan sebelum mereka meraih kesuksesan. Bohong jika ada orang yang meraih sukses hanya dengan uncang-uncang kaki saja. Dan biarpun ada kesuksesan yang seperti itu, hanya jadi kesuksesan semu atau sementara.


Maka jika kita gagal dalam berbisnis atau usaha, jangan pernah kita berhenti. Karena kegagalan adalah sesuatu kesuksesan yang tertunda.


Berikut kata bijak yang menjadikan inspirasi dalam kesuksesan yang kutip dari orang-orang sukses di dunia.


1. "Selalu ingat bahwa keputusan untuk mencapai sukses lebih penting dibandingkan hal apapun." – Abraham Lincoln


Keputusan dan kegigihan merupakan dua poin penting untuk meraih kesuksesan. Tidak ada hal lain. Ambil keputusan untuk tidak pernah menyerah dan tidak akan pernah gagal. Dan setiap kali Anda tergoda untuk berhenti, ingatlah dengan kata bijak ini.


2. "Banyak kegagalan hidup terjadi karena orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan ketika mereka menyerah." – Thomas Edison


Sukses sering diartikan sebagai langkah terakhir. Dan seringkali Anda tidak tahu apa yang akan terjadi pada langkah berikutnya. Akan ada titik dimana pengalaman masa lalu Anda akan bertemu dan Anda akan mengetahui cara untuk menyelesaikannya. Lakukan terus menerus, dan kesuksesan akan tercipta dengan sendirinya.


3. "Untuk meraih kesuksesan, anda harus berani gagal." – Anonymous


Jadi, Anda harus berani menerima kegagalan. Lalui kegagalan dalam waktu sesingkat mungkin, belajar dari kegagalan Anda dan tingkatkan kewaspadaan Anda. Kenali hal-hal yang belum Anda kuasai dan ikuti rencana untuk menguasainya dengan uji coba. Ingat, tindakan adalah guru terbesar.


4. "Kesuksesan tidaklah permanen, dan kegagalan bukanlah sesuatu yang fatal" -Mike Ditka


Hal ini merupakan hal pertama yang harus Anda pahami. Kehidupan terus berubah dan ada dua kebenaran yang perlu Anda ketahui. Pertama, jika Anda mengalami masalah setelah Anda menerima hasil yang besar; hal ini normal terjadi. Jangan menjadi putus asa; orang lain pun mengalaminya. Kedua, kegagalan Anda bukanlah sesuatu yang fatal. Anda membaca artikel ini, maka Anda masih hidup. Anda masih memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.


5. "Ketika Anda jatuh terlentang, jika Anda masih bisa melihat keatas, berarti Anda bisa kembali berdiri." – Les Brown


Langkah pertama adalah melihat ke depan: hal inilah yang membuat perbedaan antara kekalahan dan terus melanjutkan perjuangan. Lihatlah ke atas dan mulailah bergerak ke arah Anda menatap. Dan dalam waktu singkat Anda akan berdiri tegak.


6. "Kegagalan adalah peluang untuk memulai kembali dengan lebih cerdas" – Henry Ford


Jika sekarang Anda berdiri, akhirnya Anda memiliki kesempatan untuk memulai kembali dengan informasi dan pengetahuan lebih dalam mengenai cara apa yang tidak berhasil dan yang mungkin berhasil. Kedua hal ini sangatlah bernilai. Belajarlah dari kegagalan dan bersiaplah untuk kembali melangkah. Apa yang akan Anda lakukan untuk memastikan hal ini akan berjalan lebih baik.


7. "Asumsi yang salah merupakan sebab dari semua kegagalan. Milikilah keberanian untuk menguji asumsi Anda." – Brian Tracy


Kali ini Anda harus berani menguji asumsi Anda. Hal ini akan membedakan antara memulai kembali sesuatu dengan sukses dan hanya bangkit berdiri. Perjalanan Anda meraih sukses adalah proses belajar. Sebuah proses untuk menemukan bagaimana hal-hal bisa bekerja. Pemahaman Anda akan diuji. Andalah yang mengambil keputusan: Anda yang menjadi penguji atau kehidupan yang akan menguji Anda.


8. "Anda selalu melalui kegagalan dalam perjalanan menuju sukses." – Mickey Rooney


Ingat: Anda belum mampu mengelola semua persoalan rumit yang Anda hadapi dalam mencapai tujuan, meskipun Anda merasa sudah mengeluarkan semua kemampuan. Kegagalan merupakan suatu hal yang wajar dan Anda harus menerima bahwa kegagalan merupakan guru terbaik. Jadi bersiaplah untuk menghadapi kegagalan-kegagalan lain setelah Anda kembali memulai sesuatu, belajarlah dari kegagalan tersebut.


9. "Cobalah untuk tidak menjadi orang yang sukses, namun menjadi orang yang bernilai." – Albert Einstein


Kesuksesan sejati hanya bisa diraih hanya jika Anda melayani orang lain. Temukan cara untuk memberi nilai pada kehidupan mereka, dan Anda akan meraih kesuksesan.


10. "Kesuksesan tidaklah permanen. Hal yang sama juga berlaku untuk kegagalan." – Dell Crossword


Inilah langkah selanjutnya: memahami bahwa tidak saja anda akan bertahan dari kegagalan, namun juga kegagalan bukanlah sesuatu yang permanen. Jika Anda terus bertahan, akan ada satu titik dimana kegagalan akan berhenti dan Anda akan meraih kesuksesan.



----
Hernawan
www.marketing.co.id

Inspirasi: TO GIVE OR TO GET

http://emailbisnismarketing.blogspot.com



Seorang pebisnis muda datang mengadukan masalahnya kepada sahabat saya yang berprofesi sebagai konsultan spiritual bisnis.

Pebisnis itu membuka masalahannya dengan mengatakan, "Pak saya memiliki adik yang sangat durhaka. Ketika kuliah saya yang membiayai.

Ketika dia menikah saya yang menikahkan dan menanggung semua biayanya.

Sekarang berbekal satu kwitansi atas namanya, dia akan menggugat saya ke pengadilan.

Dalam gugatannya ia mengatakan rumah yang saya tempati adalah milik adik saya."

Pebisnis muda itu diam sejenak sambil menarik napas panjang.

Kemudian dia meneruskan ceritanya, "Padahal rumah itu saya beli dengan tetesan keringat saya. Saya nggak habis pikir, mengapa dia tega melakukan ini. Saya minta petunjuk dari Bapak bagaimana menundukkan adik saya. Saya ingin agar adik saya sadar dan tidak usah membawa permasalahan itu ke pengadilan. Saya malu dengan banyak orang."

Kemudian konsultan bertanya, "Dari mana uang yang kamu gunakan untuk membangun rumahmu?"Orang itu menjawab, "Dari hasil jerih payah usaha saya. Saya pernah punya usaha pom bensin tapi sekarang sudah bangkrut."

Terus darimana modal usaha pom bensinmu? desak sang konsultan. Dia terdiam.

Setelah menarik nafas panjang, dia berkata , "Modal usaha pom bensin saya peroleh dari hasil penjualan tanah milik ibu saya.

Saya jual tanah itu tanpa izin ibu saya. Ibu saya kecewa, tak lama setelah kejadian itu ibu saya dipanggil Yang Maha Kuasa."

"Itulah sebab musabab problem anda. Memulai usaha dengan uang yang tidak bersih bahkan dengan cara menyakiti ibu kandung anda. Ironisnya, anda belum sempat meminta maaf kepada ibu anda dan dia sudah meninggal dunia," jawab sang konsultan.

"Terus bagaimana saya selanjutnya?" kata orang itu.

Konsultan energik itu menjawab, "Ikhlaskan rumah itu buat adik anda.

Kehidupan anda tidak akan berkah dengan rumah yang merupakan buah dari menyakiti ibu anda."

Butiran jernih mengalir di pipi orang itu. Dengan nada tersengal dia berkata, "Lalu dimana keluarga saya harus berteduh?
Sang konsultan menjawab, "Allah , Tuhan Penguasa Alam Maha Kaya, pasti ada jalan yang akan Dia berikan."

Sesampainya di rumah sang kakak memanggil adiknya, "Adikku daripada kita bertengkar di pengadilan dan hubungan persaudaraan kita rusak hanya karena rumah ini, aku serahkan rumah ini untukmu.

Aku ikhlas. Rumah ini sebenarnya milik ibu, bukan milik saya. Mulai hari ini, rumah ibu ini aku serahkan sepenuhnya untukmu."

Sang adik berdiri dan kemudian memeluk sang kakak sambil berkata, "Kakakku, rumah ini adalah rumahmu maka ambilah.

Saya tidak akan meneruskan di pengadilan. Tinggalah dengan damai di rumah ini bersama istri dan anak-anak kakak.

Saya bangga menjadi adikmu. Saya tak ingin kehilangan engkau kakakku..."
Keduanya berpelukan dengan linangan air mata di masing-masing pipinya.

Kisah nyata di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa ketika kita berpikir apa yang akan saya dapatkan (to GET) maka yang kita peroleh adalah kegelisahan dan permusuhan.

Sebaliknya ketika kita berpikir apa yang bisa saya berikan ( to GIVE ) maka yang kita peroleh kedamaian, rasa hormat, rasa cinta dan persaudaraan.

Tatkala kita berpikir to GET pada hakekatnya kita masih TERJAJAH

Terjajah oleh harta, terjajah oleh jabatan, terjajah oleh kepentingan dan terjajah oleh gengsi.


Orang-orang yang merdeka adalah orang yang di dalam dirinya tertanam kuat sikap to GIVE

Bila ia memiliki harta, ilmu dan karunia lainnya ia selalu berpikir kepada siapa lagi saya harus berbagi... berbagi...dan berbagi.


Negeri ini akan terus tumbuh, berkembang, maju dengan diselimuti kedamaian, rasa cinta, persaudaraan, dan kemulian bila sebagian besar diantara kita mengembangkan sikap to GIVE ketimbang to GET

Kita semua harus selalu berpikir, apa yang sudah saya berikan buat anak, mitra kerja, perusahaan, pasangan hidup, saudara, orang tua, bangsa dan Sang Maha Pencipta? Pertanyaan itu harus selalu tertanam kuat dalam setiap aktivitas kita sehari-hari.

Jangan kedepankan to GET dalam sikap keseharian kita.

Pada saat sebagian besar orang memiliki sikap to GIVE kita sudah boleh mengatakan bahwa kita memang sudah MERDEKA.


----
Agung swandharu

Ini tentang KOMENTAR



Saya bertaruh, dan saya percaya saya menang. Tidak banyak dari antara kita yang kenal nama Hans Bablinger. Padahal dialah manusia pertama yg ingin terbang. Ia jg yg pertama membuat 'pesawat kecil' dan mengujinya. Hampir berhasil. Sayang komentar orang 'mematahkan' semangat Bablinger. Hans berhenti bermimpi. Mengubur sayapnya dalam-dalam.

Kegagalan sementara itu, terlalu memalukan buatnya. Ia terlalu sensitif pada KOMENTAR orang.

Bertahun-tahun kemudian munculah Wrigth Bersaudara. Mereka jelas-jelas beda.Keras kepala dan tidak perduli KOMENTAR orang. Jenis orang yang percaya sungguh pada visi mereka. Akhirnya, mereka berhasil! Dan kita mengenal keduanya sebagai penemu pesawat terbang. Rupanya KOMENTAR orang, tidak selalu harus diperhatikan. Meskipun tetap harus didengarkan. Karena apapun yang kita lakukan, gagal atau berhasil, para penonton selalu akan ber-KOMENTAR ;)

dan yang paling mengherankan ialah..di situs jaringan sosial seperti FB dan Twiter..termasuk blog...mengapa yg namanya KOMENTAR...itu paling diharaphan..HAHAHAHAHA...
*have a great day :)*


*Corat...Coret...Inspirasi....*

"Odol" dari Surga

Made Teddy A
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com/2010/01/odol-dari-surga.html

(Inspirasi Kecil) Mau Istri yang Bodoh atau Cerdas?



Mendengarkan dua curhat yang sama-sama lucunya.

Seorang teman 'sengaja' menikahi seorang wanita yang dianggapnya agak bodoh dan miskin pengalaman dalam bercinta. Beberapa temannya bertanya-tanya tak mengerti. Tetapi laki-laki ini punya alasan kuat : supaya mudah diatur-atur dan dibohongi! Sebulan-dua bulan, tampaknya rencana gendheng itu berjalan. Namun, beberapa bulan kemudian, ternyata skenario itu tak lebih dari sebuah kecelakaan tragis. Mirip pemburu babi hutan yang terjebak dalam jebakannya sendiri.. tunggu, ini belum selesai..lalu datanglah babi hutan tersebut dan dengan leluasa menyiksa sang pemburu. Karena bodoh dan miskin pengalaman, wanita yang dinikahinya itu cenderung menjadi pribadi yang minder dan susah sekali beradaptasi dengan keluarga. Masalah mulai muncul kepermukaan. Belum lagi, karena bodoh, laki-laki ini merasa demikian frustasi untuk menasehati istrinya. Benar-benar keras kepala, keluhnya.

Sekarang masalah itupun bukan hanya muncul, namun sudah mulai membanjiri sang sutradara. Bukan mustahil, jika laki-laki ini tidak bisa menanggulangi istri pilihannya itu, tinggal tunggu waktu ia akan ditenggelamkan oleh rekayasanya sendiri. Lucu-lucu sedih!

Seorang teman yang lain, punya cerita yang jauh berbeda. Ia menikahi seorang wanita cerdas dikampusnya. Bagaikan memenangkan Grammy Award, laki-laki ini merasa begitu bangga dan beruntung. Dan sang istri, seperti layaknya gaya gravitasi Newton, apel yang jatuh selalu akan kebawah, maka wanita cerdas dan ulet itupun 'menjelma' menjadi seorang konsultan bisnis yang piawai. Seorang owner perusahaan kemudian mendudukkannya menjadi CEO. Seorang CEO dan konsultan beberapa perusahaan, demikian gelar wanita besi yang adalah istri dari temanku itu. Apa konsekuensinya ? Jadwal yang sangat padat, hanya salah satu yang kemudian jadi masalah. Quality time, hanya 1 jam sehari, itupun jika kebetulan bertemu. Pride yang demikian kuat dari sang istri, masalah yang kedua. Lalu masalah klasik, penghasilan istri yang jumlahnya nyaris tiga kali lipat dari suami. Tiga hal yang sering mentrigger pasangan ini untuk demikian sering berbeda sudut pandang, kemudian bertengkar. Sedih-sedih lucu!


Pertanyaannya : kemudian siapa yang salah? tidak ada yang salah tentunya ;)

Karena contoh kasus diatas sering terjadi juga pada *laki-laki bodoh*

dan *laki-laki cerdas*!


Hidup memang unik. Setiap keputusan yang kita ambil, tentunya memiliki konsekuensi sendiri-sendiri. Ini yang sering dilupakan oleh sebagian besar kita. Ya, setiap keputusan yang kita ambil mendatangkan resikonya masing-masing. Lucunya, yang kita inginkan hanya yang baik-baik saja (sesuai khayalan kita), namun begitu konsekuensinya datang...kita kaget, shock, menolak, menghujat, menyesal dsb.

Hidup benar atau tidak, memiliki upahnya sendiri-sendiri. Merawat diri atau tidak, ada konsekuensinya. Menjadi enterpreneur atau karyawan, ada konsekuensinya juga. Menikah dengan laki-laki tampan atau jelek, punya resiko masing-masing. Juga hal-hal berikut : belajar atau malas belajar. Mengendarai mobil atau motor. Setia atau selingkuh. Monogami atau poligami. Punya rumah atau ngontrak. Rambut panjang atau cepak. Menikah atau tidak menikah. Bergaul atau tidak bergaul. Berolah raga atau tidak berolah raga. Merokok atau tidak merokok....dan sebagainya...dan seterusnya.

Segala keputusan dalam hidup ini punya konsekuensinya. Berani melangkah, berani menanggungkonsekuensinya. Selamat memilih menu keinginan, pastikan menu konsekuensi juga anda baca...hehehehe(*)



Warm regards,

----
Made Teddy Artiana

Penulis Buku Kocak Inspiratif
"BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA (yang pernah bekerja di rumah kami)"