Kliping Email Group

Tampilkan postingan dengan label cerdas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerdas. Tampilkan semua postingan

Menyelami kehidupan

http://emailbisnismarketing.blogspot.com




Ada dua orang pemuda bersahabat, hubungan diantara mereka sudah seperti saudara. Keduanya mempunyai hobi yang sama dan merupakan perenang yang hebat. Suatu hari ketika mereka berenang di pantai Madras, hari itu cuaca sangat cerah, dengan laut yang tenang dan kadang meluncur ke permukaan. Kadang menyelam dan sebentar kemudian mereka telah jauh meninggalkan bibir pantai. Kemudian, tanpa adanya peringatan, keadaan pantai menjadi tidak bersahabat, tiba-tiba mereka harus berjuang melawan ombak besar yang menerjang mereka dengan kuat.



Salah seorang diantara mereka dengan kuat melawan ombak untuk berusaha mencapai pantai. Namun apapun usahanya, dia tak beranjak mendekati pantai dan akhirnya tenggelam. Ombak terbukti lebih kuat dari pada usahanya. Pemuda yang satu lagi melakukan hal yang sama, namun segera ia sadar bahwa usahanya akan sia-sia. Untungnya dia ingat bahwa kekuatan ombak lebih terasa dipermukaan dan jauh lebih berkurang di bawah, jadi dia segera menyelam, menendang dan berjuang untuk menyelam ke dalam sehingga tak terdorong arus.



Sekarang dia mulai berenang untuk tetap hidup, paru-parunya panas dan ototnya sakit. Dengan menekan setiap urat tubuhnya, dia bermaksud menuju tempat dangkal yang kemudian dari sana dia diangkat tanpa tandu oleh para pelayar. Mereka membawanya selamat ke daratan dan kemudian dibawa ke rumah sakit.



Dia mendapatkan perawatan darurat dan segera sembuh. Keberuntungan baginya ketika ada kapal di sekitar untuk membawanya keluar sehingga dia segera mendapat perawatan medis. Namun apa yang sesungguhnya menyelamatkan hidupnya adalah perubahan strategi ketika dia sadar bahwa ombak terlalu kuat baginya.


Kedua pemuda tadi telah berjuang dengan berani untuk tetap hidup, namun hanya pemuda yang tidak hanya menggantungkan pada kekuatan fisik semata tetapi yang juga menggunakan kecerdasanlah yang tetap hidup dan dapat bercerita. Dia segera paham bahwa perlawanan kekuatannya sebagai manusia dengan kekuatan dahsyat alam akan sia-sia dan gagal.


Ini adalah satu prinsip yang mungkin dapat diterapkan pada seluruh aspek kegiatan manusia. Untuk perlawanan kadang membawa kita pada hal yang positif. Bahkan, ketika angin mendekat ikan pun menyelam ke dalam air.



Sukses bermodal kegagalan



-Maulana Wahiddin Khan-
Enhanced by Zemanta

7 Kecerdasan Manusia

http://emailbisnismarketing.blogspot.com

 


"Pak Ronald, apa sebaiknya anak saya itu dimasukkan ke les yah, supaya bisa juara terus? Tapi saya cemas, karena lama-lama anak saya jadi semakin drop prestasinya. Bagaimana yah?", demikian pertanyaan seorang bapak kepada saya saat workshop kemaren.

Memang pertanyaannya tidak berhubungan dengan service. Namun saya bisa merasakan cinta yang mendalam dari bapak ini terhadap anaknya. Dia nekad bertanya sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan workshop. Saya kagumi cinta dan keberaniannya.

Sebenarnya banyak dari kita yang belum mencintai pekerjaan kita. Kita bekerja semata-mata karena ingin membayar banyaknya tagihan yang ada. Namun sebenarnya bila kita mendapatkan pekerjaan yang tepat dan mencintai pekerjaan kita, akan sangat menyenangkan. Bekerja sampai jam 3 pagipun akan dilakukan sambil tersenyum. Tidakkah itu suatu hal yang SUNGGUH menyenangkan?

Namun sering kali sedari kecil kita 'dipaksa' untuk menjadi apa yang bukan diri kita. Menjadi juara di tempat yang tidak kita sukai. Sehingga lama-kelamaan kita menjadi jengah dengan yang namanya belajar dan berjuang. Kita dipaksa menjadi juara di sekolah. Namun apakah menjadi juara di sekolah itu penting? Bila saya boleh sangat jujur, ya penting bila anda ingin menjadi karyawan yang baik.

Anak yang juara adalah anak yang paling sedikit membuat kesalahan, padahal di dunia nyata, *orang yang sukses adalah orang yang mau dan banyak berbuat kesalahan dan belajar dari situ*.

Agar kita berkembang lebih pesat dan semakin tau potensi kita, mari kita belajar 7 kecerdasan manusia. Karena bila kita *bekerja di tempat yang tepat, bekerja serasa bermain*. Sangat menyenangkan. Pastinya lebih gampang sukses.


*7 Kecerdasan manusia menurut Howard Gardner*:

1. Verbal / linguistik
2. Matematis / Logis
3. Tubuh / kinestetik
4. Spasial / visual
5. Musikal
6. Interpersonal
7. Intrapersonal

*1. Verbal / linguistik
Orang dengan kecerdasan ini mempunyai kemampuan bahasa / komunikasi yang baik. Mereka pembaca dan penulis yang hebat. Anda bisa menjadi seorang pengacara atau penulis hebat. Contohnya adalah J.K. Rowling (penulis Harry Potter)

*2. Logis / matematis
Orang dengan kecerdasan ini bisa menjadi dosen, peneliti, ilmuwan. Mereka juga bisa menjadi programmer, bekerja di bidang akuntansi atau teknik, Contohnya Albert Einstein, Thomas Alva Edison.

 *3. Tubuh / kinestetik
Anda bisa menjadi penari atau atlet yang hebat. Contohnya Del Piero, Michael Jordan

 *4. Spasial / visual
Orang dengan kecerdasan ini suka seni. Bisa membayangkan dengan sangat baik. Bisa menjadi seniman sukses. Anda bisa menjadi arsitek, designer, visual graphic artist. Contohnya: Leonardo Da Vinci

 *5. Musikal*
Orang dengan kecerdasan ini bisa dengan gampang memainkan alat musik,dengan gampang tau not-not yang didengarkan. Misalnya Celine Dion, Ludwig Van Beethoven.

 *6. Interpersonal*
Orang dengan kecerdasan ini bisa menjadi komunikator profesional, politisi, trainer, pendakwah. Mereka adalah orang yang menyukai orang lain. Misalnya: Tung Desem Waringin, Anthony Robbins, saya sendiri juga dikaruniai kecerdasan ini.

 *7. Intrapersonal*
Kecerdasan paling unik. Merupakan kecerdasan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri. Orang dengan kecerdasan ini mempunyai kendali atas diri sendiri. Mampu mengendalikan emosi dengan baik. Disebut juga sebagai *kecerdasan kesuksesan*. Karena bila kita mempunyai kecerdasan lain, namun lemah dalam pengendalian diri, akan sangat sulit untuk sukses.


Atlet dengan kecerdasan kinestetik sekalipun akan sulit menjadi profesional apabila tidak menguasai diri, mampu mengatasi kegagalan dan melakukan refleksi diri.

Orang dengan kecerdasan ini mampu menunda kesenangan. Mempunyai tekad yang kuat. Ini adalah *kecerdasan yang wajib dimiliki bila ingin sukses*. Selain punya kecerdasan lain, harus didukung dengan kecerdasan ini.

Beberapa orang mungkin bingung, "Pak, sepertinya saya bisa semuanya sedikit-sedikit. Gimana yah? Saya bisa menggambar sedikit, bisa matematika sedikit, bisa seni sedikit, bisa menulis sedikit, bisa semuanya sedikit-sedikit". Nah, mohon maaf, biasanya orang seperti ini penghasilannya pun sedikit. Lebih baik anda fokus, bila kita mengejar 2 kelinci sekaligus keduanya akan lolos. Apalagi banyak kelinci!!

Apakah sekarang sudah ada bayangan apa yang sebaiknya dilakukan untuk anak anda dan diri sendiri? ^_____^

Take action yah, tanpa action percuma saja. *Tau tapi tidak action sama saja dengan tidak tau!*

--
Hendrik Ronald - Service Excellence Trainer

(Inspirasi Kecil) Mau Istri yang Bodoh atau Cerdas?



Mendengarkan dua curhat yang sama-sama lucunya.

Seorang teman 'sengaja' menikahi seorang wanita yang dianggapnya agak bodoh dan miskin pengalaman dalam bercinta. Beberapa temannya bertanya-tanya tak mengerti. Tetapi laki-laki ini punya alasan kuat : supaya mudah diatur-atur dan dibohongi! Sebulan-dua bulan, tampaknya rencana gendheng itu berjalan. Namun, beberapa bulan kemudian, ternyata skenario itu tak lebih dari sebuah kecelakaan tragis. Mirip pemburu babi hutan yang terjebak dalam jebakannya sendiri.. tunggu, ini belum selesai..lalu datanglah babi hutan tersebut dan dengan leluasa menyiksa sang pemburu. Karena bodoh dan miskin pengalaman, wanita yang dinikahinya itu cenderung menjadi pribadi yang minder dan susah sekali beradaptasi dengan keluarga. Masalah mulai muncul kepermukaan. Belum lagi, karena bodoh, laki-laki ini merasa demikian frustasi untuk menasehati istrinya. Benar-benar keras kepala, keluhnya.

Sekarang masalah itupun bukan hanya muncul, namun sudah mulai membanjiri sang sutradara. Bukan mustahil, jika laki-laki ini tidak bisa menanggulangi istri pilihannya itu, tinggal tunggu waktu ia akan ditenggelamkan oleh rekayasanya sendiri. Lucu-lucu sedih!

Seorang teman yang lain, punya cerita yang jauh berbeda. Ia menikahi seorang wanita cerdas dikampusnya. Bagaikan memenangkan Grammy Award, laki-laki ini merasa begitu bangga dan beruntung. Dan sang istri, seperti layaknya gaya gravitasi Newton, apel yang jatuh selalu akan kebawah, maka wanita cerdas dan ulet itupun 'menjelma' menjadi seorang konsultan bisnis yang piawai. Seorang owner perusahaan kemudian mendudukkannya menjadi CEO. Seorang CEO dan konsultan beberapa perusahaan, demikian gelar wanita besi yang adalah istri dari temanku itu. Apa konsekuensinya ? Jadwal yang sangat padat, hanya salah satu yang kemudian jadi masalah. Quality time, hanya 1 jam sehari, itupun jika kebetulan bertemu. Pride yang demikian kuat dari sang istri, masalah yang kedua. Lalu masalah klasik, penghasilan istri yang jumlahnya nyaris tiga kali lipat dari suami. Tiga hal yang sering mentrigger pasangan ini untuk demikian sering berbeda sudut pandang, kemudian bertengkar. Sedih-sedih lucu!


Pertanyaannya : kemudian siapa yang salah? tidak ada yang salah tentunya ;)

Karena contoh kasus diatas sering terjadi juga pada *laki-laki bodoh*

dan *laki-laki cerdas*!


Hidup memang unik. Setiap keputusan yang kita ambil, tentunya memiliki konsekuensi sendiri-sendiri. Ini yang sering dilupakan oleh sebagian besar kita. Ya, setiap keputusan yang kita ambil mendatangkan resikonya masing-masing. Lucunya, yang kita inginkan hanya yang baik-baik saja (sesuai khayalan kita), namun begitu konsekuensinya datang...kita kaget, shock, menolak, menghujat, menyesal dsb.

Hidup benar atau tidak, memiliki upahnya sendiri-sendiri. Merawat diri atau tidak, ada konsekuensinya. Menjadi enterpreneur atau karyawan, ada konsekuensinya juga. Menikah dengan laki-laki tampan atau jelek, punya resiko masing-masing. Juga hal-hal berikut : belajar atau malas belajar. Mengendarai mobil atau motor. Setia atau selingkuh. Monogami atau poligami. Punya rumah atau ngontrak. Rambut panjang atau cepak. Menikah atau tidak menikah. Bergaul atau tidak bergaul. Berolah raga atau tidak berolah raga. Merokok atau tidak merokok....dan sebagainya...dan seterusnya.

Segala keputusan dalam hidup ini punya konsekuensinya. Berani melangkah, berani menanggungkonsekuensinya. Selamat memilih menu keinginan, pastikan menu konsekuensi juga anda baca...hehehehe(*)



Warm regards,

----
Made Teddy Artiana

Penulis Buku Kocak Inspiratif
"BALADA 13 PEMBANTU RUMAH TANGGA (yang pernah bekerja di rumah kami)"