Kliping Email Group

Sepenuh Hati

Share on :


Ada seorang anak muda yang baru saja beranjak remaja, sangat beruntung dapat bekerja di perusahaan asing besar sebagai janitor (office boy).

Baginya bekerja di perusahaan asing besar sangat beruntung, karena ia berasal dari keluarga yang mempunyai penghasilan di bawah rata-rata. Oleh sebab itu ia begitu semangat untuk mengejar cita-citanya untuk sukses yang selalu membara dalam hatinya. Tetapi dia bimbang caranya bagaimana?


Karena kedekatan yang sangat erat sekali dengan Ibunya, dia selalu menceritakan semua kendala tersebut kepada.


Entah saran apa yang telah melintas dipikran Ibunya, tiba-tiba saja dia berkata, "setahu ibu sih kalau orang ingin sukses ya harus bergaul dengan orang-orang sukses". Kebimbangan anak muda ini semakin menjadi-jadi. Dengan keadaannya yang hanya bekerja sebagai seorang janitor, siapa orang-orang sukses yang tertraik memberi perhatian kepadanya.


Kembali ia sampaikan lagi kendali tersebut kepada Ibunya. Si Ibu pun memberikan saran dengan kata-kata yang bijaksana "Saran Ibu, kamu harus bekerja lebih giat, masuk ke kantor lebih pagi, selesaikan pembersihan kantor sebelum para pegawai datang. 30 menit sebelum jam kerja di mulai kamu harus sudah siap di depan pintu kantor menunggu para eksekutif datang. Jika mobilnya telah berhenti di tempat parkir, dekatilah oleh mu, berikan sapaan selamat pagi dan tanyakan apakah ada yang bisa kamu bawakan jika dia berkenan"


Pemuda itu melakukan apa yang disarankan oleh Ibunya, para eksekutifpun tak ada yang menolak, bahkan begitu senang dan menghargai tawaran yang diberikan, karena inisiatif yang dia lakukan bukanlah bagian dari tugasnya sebagai janitor.


Begitu terus tiap pagi dia lakukan dan setelah 1 minggu lamanya dia bekerja, semua jajaran eksekutif termasuk Dirut perusahaan itu sudah mengenal dan selalu menyapa dirinya.


Bahkan di saat dia membawakan teh atau kopi ke meja kantor para eksekutif, kadang-kadang mereka membicarakan sesuatu dengan sangat meriah. Sehingga semua eksekutif tahu bahwa anak muda ini diam-diam juga mengambil kuliah malam.

Selang beberapa hari kemudian, karena kampus dimana dia berkuliah dikenal oleh para eksekutif tersebut, mereka menawarkan untuk pergi bareng ke kampusnya, karena kebetulan rumah para eksekutif itu melewati kampus tersebut. Maka setiap haripun dia menumpangi mobil-mobil para eksekuti yang berbeda-beda.

Karena semua eksekutif begitu senang kepadanya dan hampir seperti sahabat, pemuda itupun selalu mendapatkan nasehat tentang cara-cara mengejar cita-cita dan impiannya. Hal tersebut membuatnya makin semangat bekerja karena mendapatkan ilmu dari orang-orang sukses.

Di lain sisi, anak muda ini mempunyai kebiasaan yang sangat disenangi oleh para staff lainnya di perusahaan itu. Dia selalu menawarkan diri untuk bisa membantu pekerjaan mereka kepada siapapun yang berencana mengambil cuti atau liburan,  dengan sangat senang hati dia bisa mengerjakan tugas mereka agar tidak menumpuk.

Sudah tentu semua karyawan senang dengan sikapnya dan menjadi bagian sahabat juga baginya.


Karena semua karyawan disana tahu gajinya yang 'paspasan' sebagai janitor, dia selalu mau diberikan uang tips oleh para eksekutif dan karyawan, TETAPI, dengan sangat sopan dia MENOLAK dan selalu mengatakan hal yang sama kepada setiap orang yang ingin memberikan uang tips kepadanya:

'Saya melakukan semua pelayanan yang terbaik ini kepada Anda, KARENA saya sangat senang telah diterima sebagai sahabat kalian, meskipun saya hanyalah seorang kecil dengan posisi sebagai janitor,  Saya sangat bersyukur. Saya merasa senang dapat melayani Anda.

Jika Anda membayar saya atas apa yang telah saya lakukan, berarti Anda menganggap Saya bukanlah SAHABAT, melainkan TUKANG...


Semua orang di perusahaan itu begitu sangat kagum dengan sikapnya. Dan dalam jangka waktu 5 tahun, dari yang semula hanyalah seorang janitor, dia mendapatkan PROMOSI jabatan yang lebih tinggi, sehingga pada saat dia genap menginjak usia 25 tahun, dia mendapatkan promosi yang lebih tinggi lagi sebagai DIREKTUR oleh perusahaan asing tersebut, dan dia merupakan direktur termuda yang pernah ada saat itu.


Dari sebuah kisah nyata seorang yang mengejar cita-citanya.

-Hendrik Ronald-

 Authorized TDW Master
Enhanced by Zemanta

1 komentar:

nabbeh istiaqul mengatakan... 26 Februari 2013 06.20

mantep sob ,. memotivasi banget :)
kunjungan balik dan komen baliknya sb ane tunggu di gubuk reot ane :)http://wonkurep.blogspot.com/

Post a Comment and Don't Spam!