Kliping Email Group

Pekerjaan Yang tertunda

Share on :
http://emailbisnismarketing.blogspot.com

 

Pada suatu hari, hiduplah seorang pria yang pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai seorang karyawan di sebuah kantor perusahaan swasta. Itulah aktivitas rutin yang selalu dikerjakannya dari pagi hingga sore hari. Kadang-kadang karena terlalu banyaknya pekerjaan yang menumpuk, ia pun terpaksa lembur.


Perusahaan tempatnya bekerja memiliki hari libur sendiri selama 1 minggu setahun sekali. Hari liburnya pada bulan 6, pertengahan tahun. Jadi, di samping hari libur nasional, juga ada hari libur sendiri selama 1 minggu.


Seminggu sebelum hari libur, pria itu mulai agak malas melakukan pekerjaannya, karena ia menganggap sebentar lagi hari libur, toh bisa dikerjakan pada saat libur nanti. Setiap pekerjaan yang diberikannya selalu dibiarkannya. Ia selalu menunda apapun yang dikerjakannya dengan dalih akan menyelesaikannya pada saat liburan nanti. Ia hanya duduk santai sambil membaca majalah atau bermain komputer. Di saat yang lain sedang sibuk, ia malah santai sambil bergoyang kaki. Padahal pekerjaan tersebut sangat penting dan harus sudah selesai setelah liburan nanti. Sebagai akibatnya, pekerjaannya semakin lama semakin menumpuk.


Sampai dua hari sebelum hari libur, tiba-tiba Direktur perusahaan mendatangi karyawannya dan mengisyaratkan mereka untuk berkumpul. Seluruh karyawan berkumpul untuk mengetahui apa gerangan yang akan disampaikan oleh atasan mereka. Setelah semuanya berkumpul, Direktur itu berkata dengan wajah penuh keceriaan, "Bapak Ibu sekalian, saya ada sedikit kejutan buat kalian semua. Berhubung tingkat penjualan perusahaan meningkat pesat dan laba yang diperoleh sungguh drastis, maka saya akan mengajak kalian semua untuk berlibur selama 1 minggu di Bali GRATIS. Jadi, kalian hanya perlu membawa perlengkapan kalian saja, tidak perlu keluar uang sepeserpun kecuali uang saku. Tiket pesawat, hotel, makan dan akomodasi lainnya semua ditanggung perusahaan. Jadi, Anda hanya tinggal berangkat saja. Kita akan berangkat lusa. Dan bagi yang tidak mau ikut juga tidak apa-apa, tidak di paksa. Terima kasih atas waktunya. Sampai jumpa dan selamat berlibur."


Dalam sekejap terdengar suara sorak-sorai para karyawan yang membahana di sekeliling kantor saking senangnya. Tetapi ada seorang karyawan yang langsung terduduk di kursinya, berwajah sedih dan muram, yaitu karyawan yang menunda pekerjaan yang menumpuk tadi. Ia sungguh menyesal kenapa tidak dari dulu ia selesaikan pekerjaannya. Ia tidak akan bisa ikut liburan ke Bali karena harus menyelesaikan tumpukan pekerjaan yang sudah menunggunya. Pekerjaan itu harus sudah selesai saat masuk kerja seminggu kemudian. Mau tak mau ia hanya bisa gigit jari sambil membayangkan liburan yang menyenangkan, sedangkan ia hanya bisa liburan di rumah sambil bekerja lembur.


Pesan kepada pembaca:
Dari cerita di atas, Anda dapat mengambil hikmah dan memetik pelajaran yang berharga bahwa itulah akibat yang harus di tanggung seseorang jika ia menunda pekerjaan. Inilah salah satu sifat yang paling sering menjangkiti umat manusia, yang dapat membuat Anda pada akhirnya menjadi malas.


Terlalu sering kita menunda pekerjaan dengan alasan bahwa hal tersebut bisa dilakukan esok hari. Kita malah lebih suka melakukan pekerjaan lainnya yang menurut kita lebih menyenangkan untuk dilakukan. Sampai esok hari tiba, kebanyakan dari kita akan terus menundanya dengan berdalih bahwa masih ada esok hari untuk menyelesaikannya. Dan ketika esok hari tiba, kita akan terus menunda, menunda dan menunda lagi sampai akhirnya kita menjadi malas dan berhenti. Ini sama artinya Anda telah kehilangan momentum untuk bertindak.


Begitu juga jika Anda ingin meraih kesuksesan. Jika Anda sering menunda melakukan sesuatu, padahal sesuatu itu sangat penting untuk mendukung Anda ke arah kesuksesan, dan malah sebaliknya Anda lebih suka bersantai, bermain dan melakukan hal yang tak ada hubungannya dengan arah menuju kesuksesan, berarti Anda telah menyia-nyiakan waktu Anda yang berharga. Jika Anda menyangkal dan berkata bahwa Anda akan mulai melakukannya esok hari, Anda tidak akan pernah memulainya.



Esok hari atau nanti tidak akan pernah tiba, yang ada hanyalah SEKARANG. Orang yang menghargai waktu selalu melakukan hal-hal yang penting sekarang. Sebaliknya orang yang tidak menghargai waktu, di dalam pikirannya selalu ada kata "NANTI". Tidak ada kata nanti, yang ada hanyalah sekarang. Lakukan apa yang bisa dilakukan sekarang. Jangan pernah menunda apapun yang bisa diselesaikan sekarang. Do it now!

-----
From: SUHARDI (penulis buku motivasi "Patterns of Success")

1 komentar:

agus bejo mengatakan... 21 Agustus 2012 04.06

Menunda pekerjaan memang pekerjaan baru yang tidak diperlukan

Post a Comment and Don't Spam!